Jumat, April 23, 2021

Pemimpin yang Memimpin

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Protokol Kesehatan dan Trauma Kerumunan

Tanpa bisa terelakan, dampak pandemi Covid-19 telah melumpuhkan ekonomi. Corona bukan lagi karena ketakutan diri terkena tularannya, tapi juga dampak luasnya bagi kehidupan manusia....

Tradisi Patron-Klien di Partai Politik Pasca Orde Baru

Euforia Pembentukan Parpol Munculnya partai-partai baru di era pasca reformasi, tidak dapat dilepaskan dari efek demokratisasi yang melanda Indonesia. Demokratisasi muncul seiring dengan runtuhnya rezim...

Balada Masyarakat Pemuja Gelar

Masih teringat kisah Dwi Hartanto (DH), seorang akademisi yang mengaku sebagai ahli dirgantara dari Indonesia. Tahun lalu, kasus DH mungkin menjadi salah satu berita...
dhany wahab
Penulis; Komisioner KPU Kabupaten Bekasi

Tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara terkenal dengan filosofinya; Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani yang artinya Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan.

Falsafah pendidikan tersebut sangat relevan untuk mendiskusikan tentang makna pemimpin dan kepemimpinan ditengah masyarakat. Publik senantiasa berharap kepada seorang pemimpin mampu membawa perubahan yang lebih baik.

Dalam setiap organisasai, institusi dan lembaga kita menjumpai tipe pemimpin yang beraneka rupa. Setiap pemimpin mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi semua orang sepakat merindukan pemimpin yang menjadi problem solver bukan sebagai trouble maker.

Sosok pemimpin yang sempurna memang tak mudah ditemukan karena setiap orang memiliki kemampuan dan kompetensi yang berbeda-beda. Bagi siapapun yang ditakdirkan menjadi pemimpin maka laksanakan amanah kepemimpinan dengan kejujuran dan penuh tanggungjawab.

Kemampuan memimpin akan tercermin dari aktifitas yang dijalani dalam keseharian. Banyak orang terpilih menjadi pimpinan namun belum mampu menghadirkan karakter pemimpin (leader) dan menjalankan kepemimpinannya (leadership) dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan.

Kualitas implementasi dalam menjalankan roda organisasi atau memimpin institusi hendaknya diawali dengan selarasnya perkataan dengan perbuatan (walk the talk). Maka seyogyanya seorang pemimpin itu mampu menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

Pemimpin itu adalah panutan. Menjadi teladan bagi semua pengikutnya (follower), tanggung jawab yang besar untuk memberi contoh kebaikan dalam kata dan sikap. Ing ngarso sung tulodo. Kunci keteladanan terletak pada kedisiplinan dan tanggungjawab yang mampu mempengaruhi seluruh anggota tim kerja (teamwork). Teladan kebaikan dari pemimpin akan menumbuhkan optimisme secara kolektif di dalam organisasi atau lembaga.

Pemimpin itu perintis jalan. Kemampuan untuk melakukan terobosan untuk meraih tujuan bersama. Daya inovasi dan kreativitas seorang pemimpin dibutuhkan sebagai pembuka jalan. Keberanian untuk mencoba dan mengambil resiko (risk taker) menjadi tantangan dan peluang bagi seorang pemimpin. Menjadi pelopor dan pionir bisa dilakukan seorang pemimpin jika memahami permasalahan dari hal yang mikro sampai dengan yang makro.

Pemimpin adalah penyelaras. Dinamika yang terjadi di internal organisasi atau lembaga kadangkala menimbulkan friksi antar personal. Ego sektoral yang muncul menuntut peran pemimpin agar mampu menyelaraskan setiap komponen yang ada. Kemampuan komunikasi dan kolaborasi sangat diperlukan agar seorang pemimpin mampu menyerap aspirasi yang ada di setiap bagian. Pemahaman yang komprehensif akan memudahkan seorang pemimpin bertindak proporsional dan profesional.

Pemimpin adalah pemberdaya. Seluruh potensi yang ada di dalam organisasi harus mampu dikembangkan guna mendukung tercapainya hasil yang maksimal. Memberdayakan seluruh stakeholder agar aktif berpartisipasi dan berkontribusi bagi kinerja organisasi yang lebih baik. Ing madyo mangun karso. Pemimpin yang selalu mengobarkan semangat dan gairah positif sehingga memicu dan memacu semua personel mengeluarkan potensi terbaiknya. Memberi panduan dengan jelas dan gamblang arah organisasi sehingga semua sumberdaya bisa dikelola dengan maksimal.

Pemimpin itu penjaga pertumbuhan. Kondisi setiap organisasi dan lembaga tidak terlepas dari fluktuasi sesuai situasi dan keadaan yang terjadi. Setiap momentum harus mampu dioptimalkan untuk menjaga pertumbuhan. Siklus yang terjadi dalam kehidupan memang mengalami pasang surut, kemampuan untuk menjaga pertumbuhan pada saat kondisi normal dapat menyimpan energi cadangan untuk mengantisipasi ketika situasi tertekan. Pertumbuhan (growth) yang terjaga akan menciptakan daya tahan organisasi atau institusi pada saat krisis. Tut wuri handayani. Kesediaan untuk bersama mendorong personil dalam organisasi agar tidak mengalami degradasi dan demotivasi.

Berbagai tipe pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Tipe leader otokratis sebagai penguasa tertinggi mempunyai otoritas atau kekuasaan dalam mengambil ke putusan tanpa adanya kritik yang mempengaruhi. Pemimpin dengan tipe otokratis mempunyai kelebihan seperti pengambilan ke putusan yang cepat. Sigap dalam menilai kesalahan bawahannya dan organisasi atau proses kerja akan lebih mudah diawasi. Kelemahannya menimbulkan rasa tidak nyaman pada bawahan karena otoriterian.

Tipe militeristik menerapkan sistem militer pada saat menjadi pemimpin dengan tuntutan kedisiplinan yang tinggi. Tipe peternalistis yaitu pemimpin yang punya kadar kebapakan tinggi. Biasanya pemimpin yang seperti ini akan memperlakukan bawahan seperti orang yang tidak tahu apa-apa, tidak membiarkan bawahannya mengambil keputusan sendiri, tidak memberi kesempatan bawahan untuk berkreasi.

Tipe kharismatik mempunyai daya tarik yang begitu besar sehingga tanpa diminta bawahannya akan memberikan penghormatan. Para ahli belum mampu menyimpulkan mengapa orang bisa dikatakan sebagai pemimpin yang berkharismatik.

Tipe Laissez Faire yakni pemimpin yang membebaskan bawahannya melakukan hal sesuka hati nuraninya asalkan tujuan bersama dapat tercapai. Pemimpin berpikir para anggota sudah tahu apa yang menjadi tujuan organisasi, apa yang ingin dicapai dan sudah mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugasnya masing-masing.

Tipe demokratis yang memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk berpendapat, menyampaikan aspirasi, serta mengembangkan bakat dan mempertimbangkan musyawarah untuk menetapkan suatu kebijakan kepada bawahannya.

Kewajiban dan tanggungjawab seorang pemimpin tidak ringan, tuntutan untuk melindungi dan membahagiakan setiap anggotanya mesti diperhatikan. Banyak orang berlomba-lomba meraih jabatan tapi belum tentu mampu menampilkan karakter kepemimpinan. Hakikat pemimpin tak ubahnya pelayan yang rela berkerja keras dan berkorban untuk mengayomi masyarakat yang telah memberi kepercayaan.

Khalifah Umar Bin Khatab pernah berkata, “Lebih baik saya mengganti gubernur setiap hari daripada dia memimpin tapi membuat rakyat sengsara.” Inilah ketegasan seorang pemimpin dalam Islam, tidak perlu mempertahankan kejelekan selagi kita bisa berbuat kebaikan.

Singkatnya pemimpin yang ideal adalah yang tidak kenal lelah untuk memberikan perlindungan dan pelayanan secara adil dan merata. Kepemimpinannya mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat. Sungguh anugerah terindah jika kita bisa mendapati sosok pemimpin yang selalu mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.

Rasulullah SAW menegaskan, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

dhany wahab
Penulis; Komisioner KPU Kabupaten Bekasi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.