OUR NETWORK
Minggu, Februari 5, 2023

Munas XVII HIPMI Ricuh, Organisasi Sedang Memanas?

Baidhowy Ramadhoni
Menulis itu untuk menyampaikan sesuatu _ Sebaiknya itu Positif_
From Korea With Love Concert

Bagi masyarakat umum, peristiwa ricuhnya Munas XVII HIPMI di Solo yang secara cepat menyebar melalui medsos saat ini merupakan hal yang biasa saja dan mungkin dianggap sesuatu yang tidak penting bagi sebagian masyarakat.

Jangankan organisasi sekelas HIPMI, DPR sebagai salah satu lembaga kekuasaan tinggi negara juga pernah mempertontonkan hal yang serupa di depan publik. Kejadian itu sempat membuka mata dan memberikan wawasan baru bagi masyarakat tentang siapa sosok sebenarnya DPR itu.

Ternyata, di dalam sosok itu ada sikap beringas yang bisa saja muncul dan lepas kontrol jika ada kondisi tertentu yang memicunya. Sikap yang tidak ada bedanya dan cenderung dapat kita temui di terminal, pasar, pelabuhan dan di tempat-tempat dengan aktivitas padat dan keras lainnya.

Artinya, peristiwa adu jotos yang terjadi pada ricuhnya Munas XVII HIPMI itu hanya sekedar tontonan yang menghibur saja, toh dampaknya secara langsung maupun tidak langsung tidak ada bagi masyarakat.

Kita juga bisa menilai kalau di dalam organisasi HIPMI itu paling diisi oleh mereka yang benar notabenenya adalah para pengusaha muda, tetapi hanya untuk kalangan mereka sendiri yang tidak terlalu bersinggungan langsung dengan aspirasi dan kepentingan masyarakat luas.

Sehingga, apapun yang dipertontonkan oleh HIPMI adalah suatu tontonan yang sebenarnya untuk dinikmati kalangan mereka sendiri. Terlepas dari pandangan bahwa para seniornya banyak yang sukses dan banyak yang menjadi pejabat, tetapi secara organisasi perannya masih harus diuji dalam upaya meningkatkan dunia wirausaha di kalangan masyarakat luas.

Menariknya, dalam penyelenggaraan Munas XVII itu yang menurut jadwal dilaksanakan 21–23 November 2022. Dimana, tanggal 21 November 2022 kemarin, Presiden RI Joko Widodo pun hadir dan memberikan pidato yang substansinya bahkan tidak berisi tentang prospek peran pengusaha muda bagi pembangunan perekonomian di Indonesia, melainkan lebih kepada jelang Pemilu 2024.

Presiden menghimbau untuk pemilu mendatang tidak ada yang menggunakan politisi agama, politik SARA dan politik identitas. Karena itu sangat berbahaya bagi Indonesia yang memiliki keberagaman. Dikutip dari nasional.tempo.co (21/11/2022) “Politisasi agama, jangan! kita sudah merasakan dan itu terbawa lama,” kata Jokowi dalam acara Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Munas HIPMI di Solo, Jawa Tengah, Senin, 21 November 2022.

Tak hanya politisasi agama, Jokowi meminta capres dan cawapres untuk menghindari politik SARA hingga politik identitas. “Jangan, sangat berbahaya bagi negara sebesar Indonesia yang sangat beragam,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.”

Pertanyaannya, jika melihat dari isi pidato Presiden Joko Widodo waktu itu, sebenarnya apa yang ingin beliau sampaikan. Padahal beliau sedang di forum organisasi pengusaha muda Indonesia.

Jika saat itu beliau berada di forumnya partai politik, pesan yang disampaikan melalui isi pidatonya itu akan sangat pas. Jadi, orang dapat menilai bahwa Munas XVII HIPMI ini tidak ubahnya seperti forum konsolidasi politik untuk Pemilu 2024.

Sehingga, HIPMI ini terkesan meragukan, apakah sebagai organisasi pengusaha muda ataukah organisasi politik ataukah organisasi pengusaha muda yang berafiliasi kepada salah satu partai politik tertentu?

Jika HIPMI ini bukanlah organisasi politik, tentunya pidato Presiden isinya tidak seperti itu. Meskipun kita tahu, sebentar lagi Indonesia menghadapi tahun-tahun politik, Pemilu serentak di 2023 dan 2024, jadi isi pidato Presiden pun tidak akan jauh dari pembahasan tentang moment itu.

Tapi tetap saja, hal itu membawa kita pada penilaian bahwa HIPMI secara organisasi sepertinya memiliki andil juga dalam politik praktis di Pemilu 2024 mendatang. Seperti biasa dalam politik, kemungkinan HPMI secara organisasi akan diarahkan mendukung Capres dan Cawapres tertentu. Maka dari itulah Presiden berpesan dalam pidatonya agar mengusung Capres dan Cawapres yang tidak menggunakan politisasi agama, politik SARA dan politik identitas.

Kembali lagi ke munculnya kejadian adu jotos atau ricuh di Munas XVII HIPMI. Hal ini tentu tidak berkorelasi dengan isi pidato Presiden waktu itu. Tapi nuansa politik cenderung kental dalam peristiwa adu jotos, terutama dalam sebuah forum resmi selevel Munas.

Apalagi, organisasi ini terdiri dari muda mudi yang rata-rata masih memiliki semangat tinggi dalam melakukan apapun, termasuk adu jotos. Situasi berbeda jika adu jotos itu terjadi di kehidupan sehari-hari yang tidak ada struktur resminya dan wewenang serta fungsi yang jelas di dalamnya. Dalam sebuah forum organisasi situasinya tentu diciptakan sedemikan rupa untuk para pelaku bisa menahan diri dari bersikap dan berperilaku di luar etika, apalagi sampai saling adu jotos.

Panitia acara pun mengkonfirmasi bahwa penyebab ricuhnya Munas itu karena dampak dari acara yang melelahkan. Karena kelelahan itulah yang memicu terjadinya kesalah pahaman sehingga berujung pada adanya peserta Munas yang saling pukul.

Alasan ini sebenarnya bisa diterima, tapi bisa juga tidak. Karena logikanya, jika peserta kelelahan maka secara otomatis mereka akan melampiaskannya dengan tidur, bersandar atau paling tidak dengan mengalihkan fokusnya pada rapat ke hal-hal lain yang tidak memberatkan pikiran dan tenaganya.

Tapi faktanya, situasinya justru banyak interupsi yang terjadi, sehingga acara Munas itu dihentikan sementara dan berselang setelah itulah adu jotos terjadi. Sejauh ini konfirmasi penyebab terjadinya kericuhan masih menggunakan alasan yang dijelaskan panitia, belum ada yang menjelaskan dari sisi lainnya.

Konfirmasi tentang materi yang dibahas pada waktu itu sehingga memunculkan banyak interupsi, setidaknya sampai saat ini belum terlihat pula dari penjelasan pihak panitia maupun peserta yang ikut dalam Munas. Pada akhirnya, ricuhnya Munas XVII HIPMI ini menunjukkan gambaran adanya situasi yang sedang memanas ditubuh organisasi. Sampai-sampai organisasi tidak dapat mengontrol pihak-pihak yang memiliki perbedaan sehingga konflik terbuka pun tak terhindarkan.

Baidhowy Ramadhoni
Menulis itu untuk menyampaikan sesuatu _ Sebaiknya itu Positif_
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.