Jumat, April 23, 2021

Mewujudkan Kembali KTT AS-Korut

Diplomasi Indonesia Pasca Siti Aisyah

Setelah melalui proses yang cukup panjang (2 tahun 23 hari), pemerintah Indonesia akhirnya berhasil membebaskan Siti Aisyah – tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Menelaah Ilmu dan Kemampuan dalam Penjurusan di SMA

Ketika memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA), kita mengenal adanya penjurusan yang umumnya dilaksanakan pada kelas 11. Namun penjurusan ini dapat dilaksanakan pada kelas 10,...

Renggangnya Hubungan Politik dan Pendidikan, Putusin Aja!

Pemilihan Kepala Daerah baik tingkat I maupun tingkat II akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Meskipun masih kurang dua bulanan lagi, masing-masing...
Fathin Nawwar Marhadi
Seorang pelajar yang ingin menjadi seorang yang bisa menulis sesuatu

Hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat internasional adalah terwujudnya Konferensi Tingkat-Tinggi (KTT) antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un.

Namun, Trump pada Kamis 24 Mei 2018 secara tiba-tiba membatalkan KTT, yang dijadwalkan untuk 12 Juni di Singapura. Trump menyebutkan “Kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka” yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini membuat pertemuan bulan depan sulit terealisasi sehigga dia memilih untuk membatalkan itu.

“Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa waktunya tidak tepat pada saat ini untuk mengadakan pertemuan yang telah direncanakan selama ini,” kata Trump dalam surat yang ditujukan langsung kepada Kim Jong-un.

Walaupun orang nomor 1 di negara Super Power itu secara langsung membatalkan pertemuan antara kedua orang tersebut, dari Pemerintah Korea Utara dan Pemerintah Amerika Serikat sendiri berusaha untuk mewujudkan kembali pertemuan antara Donald Trump dengan Kim Jong-Un.

Dari pemerintah Korea Utara sendiri, menyatakan bahwa Korea Utara masih terbuka untuk melakukan pembicaraan guna menyelesaikan ketegangan dengan Amerika Serikat terkait program senjata nuklirnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Kye Gwan mengatakan Pyongyang “terkejut” dengan pembatalan pertemuan tersebut. Dia menjelaskan bahwa sikap keras yang dilakukan oleh Korea Utara kepada Washington dalam beberapa pekan terakhir hanyalah sebuah bentuk “protes” terhadap retorika Amerika Serikat dan hal itu menunjukkan pentingnya pembicaraan antara kedua negara.

“Untuk mengumumkan KTT dibatalkan adalah kejutan bagi kami dan kami tidak merasa itu sangat disayangkan,” kata Kim sebagaimana dilansir Reuters, (25/5/2018).

Kim Kye Gwan menjelaskan bahwa tujuan dan keinginan Korea Utara adalah melakukan segalanya demi perdamaian dan stabilias yang ada di Semenanjung Korea serta umat manusia. Korea Utara pun selalu bersedia memberikan waktu dan kesempatan pada Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah antara kedua negara.

Di kubu Amerika sendiri, tidak lama setelah pengumuman pembatalan, Trump kemudian mengutarakan bahwa rencana pertemuan itu “belum berubah” dan dirinya masih berharap pertemuan masih bisa digelar.

Perkembangan tersebut kemudian disusul dengan pertemuan mendadak antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, pada Sabtu (26/05). Pertemuan antara kedua pihak ini sesungguhnya dipelopori oleh Amerika Serikat sendiri.

Juru bicara Persiden Moon mengatakan bahwa kedua pemimpin menjalin dialog “terbuka” yang berlangsung sekitar dua jam. Langkah ini dilaporkan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali rencana pertemuan puncak pemimpin AS-Korea Utara.

Dikatakan, Kim Jong-un telah berterima kasih kepada Moon Jae-in karena “telah banyak berusaha” untuk mengatur pertemuan puncak Korea Utara dan Amerika Serikat di Singapura.

Ditambahkannya bahwa pemimpin Korea Utara berkeinginan agar pertemuan dengan Presiden Trump tetap dapat terlaksana.

Dalam perkembangan lain juga, Gedung Putih mengukuhkan bahwa pihaknya mengirim tim aju ke Singapura akhir pekan ini, sesuai dengan jadwal semula, untuk menyiakan pertemuan puncak.

Konferensi Tingkat Tinggi antara Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diharapkan nantinya dapat meredakan masalah antara kedua negara tersebut. KTT ini juga nantinya akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan negara yang bersangkutan dan sistem internasional itu sendiri.

Fathin Nawwar Marhadi
Seorang pelajar yang ingin menjadi seorang yang bisa menulis sesuatu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.