Senin, Maret 4, 2024

Mengapa Perempuan Terkena Toxic Financial di Era New Normal?

Khairul Anam
Khairul Anam
Mahasiswa IAIN surakarta yang suka melamun dan merindukan calon istri

Berbicara soal cinta memang tidak ada batasnya. Cinta memiliki dimensi yang berbeda. Rahasia-rahasia dibaliknya seperti petak-petak misteri di dalam suatu box. Kita hanya bisa menerka-nerkanya tanpa bisa memahaminya secara implisit.

Dari pemahaman yang rumit itu, cinta beranak-pinak mendefinisikan dirinya sendiri sesuai dengan kebutuhan manusia. Tuhan memang sengaja menciptakan cinta bukan untuk dipahami tetapi untuk dirasakan. Makanya ketika kita melihat keadaan yang ada, cinta seperti dalang dari segala tindak-laku manusia.

Apa ada, laki-laki yang rela mati-matian bertaruh nyawa bekerja bila tanpa cinta untuk keluarga dan anaknya? Mereka bangun pagi, berkeringat di siang hari, dan pulang dengan keletihan, semua itu terjadi dengan cinta. Andaikan cinta tidak ada, kita juga tidak ada. Mengapa begitu? Begini, ini perlu pemahaman yang begitu jeli.

Jika kalian merupakan seseorang yang memiliki keluarga, sudah pasti cinta yang kalian miliki, akan kalian berikan untuk keluarga. Tetapi jika kalian sendiri, cinta kalian untuk siapa? Untuk diri kalian sendiri. Demi kebahagiaan diri kalian saya yakin, kalian akan mencari cara untuk meraih kebahagiaan itu. Itulah yang dinamakan cinta untuk diri sendiri.

Makanya cinta selalu buta dan tak punya mata. Agar kalian selalu punya cinta dan cinta tak memandang siapa-siapa.

Saking butanya cinta hingga kita merasakan kalau mabuk asmara itu sangat menyenangkan. Ingat tidak, ketika masa awal menjalin hubungan dengan kekasih? Apa yang dirasakan? Ya dunia serasa milik berdua. Kita bermesraan hingga sampai menepikan rasa malu dan tidak menggubris lingkungan sekitar. Padahal tanpa kita sadari, kita berada di tengah-tengah keramaian.

Mabuk asmara semacam itu apabila dibiarkan terus-menerus, nantinya akan berujung pada kebudakan atau sebutan kekiniannya adalah Bucin. Ketika cinta sudah pada taraf memperbudak diri, perlahan tapi pasti kita akan sulit untuk mengontrol diri kita. Di dalam pikiran kita, hanya bagaimana agar pasangan yang kita miliki tidak pergi. Bahkan sampai-sampai merelakan apa pun agar pasangan itu tidak pergi.

Mulai dari sisi ekonomi hingga moralitas diri. Tetapi yang kerap menjadi masalah untuk pasangan yang belum menikah, atau dikategorikan taraf cinta monyet, semacam pacaran dan berbagai jenis sebutan lainnya adalah masalah keuangan atau toxic financialship.

Perencana Keuangan di Aplikasi Moneesa, Aidil Akbar Madjid, mengartikan toxic financialship sebagai hubungan keuangan pasangan yang sangat tidak sehat. Seperti apa hubungan keuangan dianggap sudah toxic? Dan apa batasannya?

Aidil menjelaskan yang harus selalu diperhatikan adalah kondisi toxic tersebut khususnya masalah keuangan akan terjadi ketika salah satu pihak harus melakukannya dengan terpaksa dan di luar batas kewajaran dan di luar batas kemampuan mereka. Tetapi terkadang pasangan tidak sadar akan toxic financialship, padahal tanpa mereka sadari mereka sudah terjebak dalam hal itu. Namun sekali lagi, ketika semua sudah berkaitan dengan cinta, apa pun tidak akan terasa.

Generasi milineal yang bucin inilah yang kerap terkena toxic financialship. Tetapi anehnya, di era new normal ini menjadi kebalikan. Kalau dahulu dikenal istilah cewek matre yaitu pihak perempuan yang memanfaatkan pasangan lelakinya. Namun di era sekarang, justru banyak perempuan yang terkena toxic financialship ini.

Untuk alasan mengapa perempuan justru lebih banyak terkena toxic ini, saya mencoba menganalisa. Mulai dari pasangan yang lagi pacaran dan sudah menikah(agar adil dan tidak merasa dibeda-bedakan). Dan berikut hasilnya!

Rasa Takut Kehilangan Perempuan Lebih Besar Ketimbang Lelaki

Seperti yang kita ketahui dan sudah menjadi rahasia umum jika perempuan senantiasa mengedepankan perasaannya. Di balik rasa gengsinya yang teramat besar, sebenarnya ada rasa takut kehilangan yang juga teramat besar. Kalau kalian tidak percaya, coba tes saja.

Kejadian-kejadian perempuan mengakhiri hubungan terlebih dulu memang sudah menjadi hal wajar. Tetapi tahu kah kalian? Di antara keduanya, ternyata perempuanlah yang paling merasa kehilangan setelahnya. Padahal mereka yang mengawalinya terlebih dulu. Aneh kan?

Dan itulah yang menyebabkan perempuan terkena toxic financialship ini. Mereka benar-benar takut kehilangan sehingga kadang mereka dimanfaatkan lelakinya meskipun dengan cara secara tidak langsung. Jadi buat perempuan perlu berhati-hati.

Perempuan Tidak Pernah Memakai Logika Ketika Mencintai

Dampak dari perempuan tidak pernah memakai logika atau akan ketika menjalin hubungan adalah kerugian untuk dirinya. Karena apa, lelaki kadang bisa meloroti perempuan dengan cara yang halus. Cara yang sebenarnya hanya menyentuh hati perempuan yang lembut, sehingga muncul rasa iba dan mau membantu dengan cara memberi uang misalnya. Karena itulah perempuan terkena toxic ini.

Peluang Perempuan Mendapat Kerja Lebih Banyak

Ini untuk pasangan suami istri. Buat kalian yang pernah mencari kerja, kalian pasti tahu, peluang kerja yang lebih besar adalah perempuan. Entah mengapa, kebanyakan perusahaan mencari karyawan perempuan atau karyawati. Sampai sekarang saya juga tidak tahu alasannya, mungkin karena perempuan lebih teliti ketimbang laki-laki. Maka mau tak mau, jika suami belum mendapatkan kerja, dia juga akan bergantung pada gaji istrinya.

Suami di PHK

Di tengah new normal ini, pekerjaan belum sepenuhnya kembali normal. Makanya karyawan-karyawan yang di PHK juga belum kunjung mendapatkan pekerjaan yang layak. Keadaan tersebut kadang memaksa suami harus bergantung pada istri, dengan catatan kalau istri bekerja.

Oh iya, satu lagi, buat jomblo jika membaca ini jangan dijadikan untuk meratapi nasib ya. Tetapi untuk pelajaran kedepannya. Oke?

Khairul Anam
Khairul Anam
Mahasiswa IAIN surakarta yang suka melamun dan merindukan calon istri
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.