OUR NETWORK
Selasa, Oktober 4, 2022

Memetik Makna Dari Fenomena Pesawat R-80

jbagas
Project Engineer interested in environmental, technology, social issues. Keep learning and keep sharing.

Dunia perteknologian Indonesia sedang ramai dengan rencana pengembangan prototype pesawat R-80. Terlebih lagi, pengembangan pesawat jarak menengah ini sudah masuk dalam deretan usulan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan biaya investasi sebesar Rp 22 triliun, pemerintah berharap bisa membantu pembuatan pesawat R80 dan N245 yang merupakan karya dari Presiden RI ketiga, BJ Habibie

Proyek ini digadang-gadang bisa meneruskan peluang emas kemandirian industri dirgantara Indonesia sejak 1995. Pengembangan pesawat R-80 ini dikawal oleh Ilham Habibie, putra dari BJ Habibie. Besar harapan bangsa atas keberhasilan proyek ini.

Ada hal unik dalam pengembangan pesawat R-80 ini, yaitu dalam hal mencari sumber dananya. Melansir situs kitabisa.com, Rabu (27/9/2017), pesawat R80 ini disponsori oleh Regio Aviasi Industri (RAI) dan digarap oleh PT Dirgantara Indonesia. Di laman ini, RAI menawarkan donasi mulai dari Rp 100 ribu untuk pesawat yang telah masuk ke Program Strategis Nasional sejak Juni 2017.

Patungan publik, atau dengan istilah lain crowdfunding. Mungkin ini pertama kalinya di dunia ada proyek pengembangan pesawat dengan model penggalangan dana salah satunya dari patungan, dimana masyarakat bisa terlibat dalam proses keberhasilan proyek ini.

 Ada dua hal positif yang bisa ditarik dari pengembangan pesawat R-80 ini. Pertama, mulai bangkitnya semangat berkarya untuk sama-sama membangun negri. Dan kedua, apresiasi masyarakat yang luar biasa dalam ikut berdonasi demi pengembangan pesawat ini.

Proyek ini bisa jadi pemantik untuk membangkitkan, menggerakkan para inovator-inovator untuk mulai dan terus berkarya. Bila selama ini para insinyur hanya sibuk membaca katalog produk luar negri dalam urusan sehari-harinya, dan para professor sibuk menjadi kutu buku dalam kesehariannya. Yang ini muncul seorang teknokrat yang bersama-sama membangun sebuah impian, sebuah cita-cita bangsa, sebuah pesawat buatan dalam negri. Proyek prestisius ini direncanakan akan menyerap 1000 engineer yang mayoritas merupakan engineer Indonesia.

(Dilansir : ekbis.sindonews.com/read/1247444/34/pesawat-r80-habibie-kebanjiran-pesanan-1507717221 )

Salah satu indikator negara maju adalah penguasaannya dalam bidang teknologi. Saat ini (mungkin) Indonesia sedang berjalan kearah sana. Menurut saya ada tiga kondisi yang harus benar, dalam artian selaras untuk memajukan dunia perteknologian suatu negara, khususnya Indonesia.

Pertama, sumber daya manusia yang mumpuni pada bidangnya. Berarti negara harus bisa banyak mencetak ilmuwan-ilmuwan yang kompeten dan mampu bersaing. Untuk membuat ini, perlunya sistem Pendidikan yang berkualitas agar setiap masyarakat bisa menerima ilmu sesuai dengan apa yang diinginkan. Sistem pendidikan bukan hanya mencetak manusia saja, tapi lebih tepatnya mengembangkan potensi yang ada di setiap manusia-manusianya.

Kedua, apresiasi masyarakat terhadap hasil karya yang dihasilkan oleh innventor-innventor Indonesia. Apresiasi atau saling menghargai merupakan nilai dasar kemanusiaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia sudah selayaknya kita saling menghargai, saling mendukung, saling menyemangati dan saling membantu dalam hal kebaikan. Bukan malah saling mencaci setiap ide yang muncul. Salig debat di setiap diskusi untuk menunjukan ego keilmuannya. Karena, tujuan dari sebuah ide atau ilmu adalah untuk kebaikan bersama.

Dengan fenomena crowdfunding pesawat R-80 yang dikatakan pertama kalinya di dunia ini bisa jadi sebagai bukti bahwa masyarakat kita sangat mengapresiasi, sangat mendukung dan sangat ingin membantu mensukseskan pembuatan pesawat R-80 ini. Terbukti dengan sudah tercapainya target pencarian dana melalui kitabisa.com yang saat ini sudah mencapai sekitar 4 milyar rupiah.

Ketiga, kebijakan pemerintah yang pro terhadap dunia pendidikan riset dan penelitian. Di point ketiga ini yang saat ini perlu perhatian khusus. Karena bagaimanapun masyarakatnya kalau pemerintahnya tutup mata ya wassalam.

Pemerintah harus membuat sebuah sistem Pendidikan yang matang. Dimana pemerintah harus menjamin setiap warganya dapat menerima pendidikan yang baik. Karena dasar dari negara maju adalah pendidikannya. Karena dari Pendidikan yang bagus akan lahir manusia-manusia yang terdidik. Jadi sehancur-hancurnya negara kalau manusianya sudah terdidik, pasti bisa bangkit dan akan tau mau dibawa kemana arah bangsa ini.

Bukan hanya impor teknologi dari negara-negara maju dengan embel-embel transfer pengetahuan, namun nyatanya melalaikan kemampuan sendiri agar tetap merasa ketergantungan terhadap asing. Sudah terbukti saat ini, apa ada produk baik itu elektronik, industri, maupun rumahan yang brandnya asli Indonesia punya?? Sempat tersirat di pemikiran saya bahwa, sepertinya TKDN (Teknologi Kandungan Dalam Negri) hanya lah kesepakatan bisnis belaka. Bukan suatu hal yang bisa menggenjot perkembangan kemampuan negri ini.

Jadi perlu ditekankan lagi ke sistem Pendidikan di negri ini. Jika kita berpatokan pada fenomena pembuatan pesawat R-80 ini, seharusnya bisa membangkitkan kesadaran akan pentingnya suatu bangsa dalam menguasai teknologi. Para innovator sudah ada, apresiasi masyarakat sangat besar, tinggal bagaimana peran pemerintah kedepannya untuk mewadahi ide-ide gemilang dari rakyatnya ini.

Saat ini, sudah berapa banyak jumlah ilmuwan Indonesia dari 200jtan penduduknya? Bersyukur kalo saat ini sudah banyak, kalo belum banyak ilmuwan yang lahir dari Indonesia, masyarakatnya kah yang kurang tertarik dengan ilmu pengetahuan atau sistem pendidikannya yang perlu dibenahi?

 Mari jadikan momen ini sebagai momen kebangkitan teknologi negara kita. Bukan hanya sekedar perayaan ceremonial pada setiap tanggal 10 Agustus yang berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1995 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Tapi suatu momentum kesadaran seluruh elemen bangsa ini terhadap pentingnya ilmu, pentingnya Pendidikan yang bisa menyongsong bangsa ini menuju kesejahteraan bersama.

jbagas
Project Engineer interested in environmental, technology, social issues. Keep learning and keep sharing.
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.