Minggu, Mei 16, 2021

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

Mendadak (Pura-Pura) Milenial

Sejumlah 34,4 persen pemilih pada pemilu 2019 merupakan kelompok masyarakat berusia 17-34 tahun saat terdaftar sebagai pemilih atau yang lahir pada rentang tahun 1984-2001....

Prekariat Zaman Now

“Pengguna Ojek Daring Diimbau Miliki Asuransi Kecelakaan”, begitulah judul artikel yang diterbitkan sebuah media daring (23/04/2019). Belum ada titik terang atas status ojek daring...

Belajar Kebijakan dan Kesabaran dari Timnas Jerman

Rumor Pemecatan Indra Sjafri sangatlah mengejutkan,tetapi sudah biasa kejadian seperti ini di Timnas Indonesia.Pelatih yang "dianggap" gagal,harus dipecat ,demi kebaikan sebuah Tim tersebut.Beberapa contoh...

Pikiran Terbuka dalam Menyikapi Perbedaan

Saya mendapat oleh-oleh yang menarik saat menghadiri buka bersama Ramadhan yang lalu dengan kolega masa kuliah. Dua teman saya menceritakan pengalamannya selama berada di...
Ryan Ryanardiansyah
Mahasiswa Sejarah Perabadan Islam, Semester Tua. UIN Jakarta

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan”

-Nurcholis Madjid, Islam dan Doktrin Peradaban

Sebagaimana yang diketahui bahwa Islam merupakan gerakan spiritual yang membawa sebuah perubahan didalam bidang kehidupan baik moral, politik, budaya, dan ekonomi. Dalam panggung sejarah bangsa Indonesia Islam mengalami perkembang pesat dalam mencapai sistem pemerintahan yang lebih majemuk dan demokratis. Jadi yang menjadi pondasi dari corak Islam di Indonesia untuk nilai-nilai kemanusian yaitu iman dan keberagaman.

Meminjam istilah Nurcholis Madjid tiga aspek yang menjadi kesadaran mutlak dalam berketuhanan adalah taqwa, tawakal dan ikhlas. Sehingga mampu membentuk simpul-simpul spiritual yang merupakan wujud nyata dalam berpasrah semata-mata mengabdikan dirinya kepada kehadirat Allah SWT.

Apa yang dikatakan Nurcholis Madjid pada dasarnya konsep kesadaran manusia atas kehadiran Tuhan dalam proses penyejarahan umat manusia, sehingga dengan konsep kesadaran atas kesadaran akan adanya Tuhan maka menimbulkan semangat Tauhid untuk mencari kebaikan, kebenaran, dan keindahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Sikap keimanan akan menciptakan suatu simpul kepribadian yang shaleh berdasarkan corak budaya. Pada dasarnya iman itu yang tidak berubah tapi islam itu berubah, karena islam sendiri mengintegrasi dengan zaman. Aspek ini akan menghatarkan pada sikap menerima keberagaman.

Islam merupakan agama dinamis, tentu tidak terlepas dari apa yang melekat di dalamnya yaitu Rahmatan lil alamin. Jika Islam menjadi kaku, maka tidak adanya bentu pengejewantahan dari kalimat tersebut. Dalam buku “Islamku Islam Anda Islam Kita” Gus Dur pernah memberikan suatu kritik dan pandangan terkait “Arabisasi” di Indonesia yang terjadi pada tahun 1980-an yang terjadi gejala dimana aktivitas ke-agamaan umat Islam selalu dikaitakan dengan budaya Arab. Sehingga Gus Dur memunculkan sebuah pandangan dan meminta bahwa ajaran wahyu Allah SWT harus disesuaikan dengan faktor-faktor kontekstual tanpa menghilangkan nilai hukum tersebut.

Namun yang menjadi penentu hal tersebut adalah sikap keterbuakaan dari umat sendiri. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang terbuka terutama dalam hikmah. Ini yang menjadi hal yang mendasar, seorang pemuda yang tumbuh dan besar bersama dengan wahyu yaitu Ali bin Abi Thalib, menyebarkan ajaran apa yang telah ia pelajari dari Guru dan Sahabatnya Muhammad Saw “Hikmah itu barang berharga yang hilang dari mukmin, karena dimanapun orang mukmin menemukannya maka akan memunggutnya.

Ambilah hikmah itu, walaupun dari orang munafik”. Pesan ini membawa satu konsep ajaran di kemudian hari setelah Nabi Muhammad Saw wafat, konsep tersebut ia lah keterbukaan terhadap lokal wisdom agar dapat mewujudkan sifat dari Islam yakni Rahmatan lil alamin.

Secara global perubahan telah membawa perkembang yang sangat pesat, zaman kita sudah memasuki Revolusi 4.0 ini membuat keterbukaan informasi yang sangat transparan. Dalam konteks Indonesia, menarik jika melihat proses kaum muslim dalam membentuk dinamika yang pada era digital ini. Jika dibandingkan dengan negara lain yang cenderung lebih kepada istilah puritanisme.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kaum muslimin Indonesia berupaya membuat sintesis yang pas dalam membuat gerakan-gerakan sosial dan gagasan pembaharuan dengan menyesuaikan lokalitas setempat, tanpa menghilangkan nilai dasar dari keimanan itu sendiri. Umat Islam Indonesia yang sudah memasuki separuh badan era digital, seyogyanya kita kembali merenungkan kembali atas ajaran-ajaran moral, teologis, doktrin sosial, politik serta ekonomi, agar kedepannya kita tidak gugup mengahadapi sebuah realitas.

Ryan Ryanardiansyah
Mahasiswa Sejarah Perabadan Islam, Semester Tua. UIN Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

Taklid: Terpelesetnya Keulamaan Kita

Kegagalan kita dalam beragama adalah tidak teliti dalam membaca nash--baik itu perintah maupun larangan. Budaya taqlid kiranya memang mengelayuti konteks beragama di Indonesia. Beragama...

Daud Sang Raja Kontroversial

Daud Bin Isai Raja kedua sekaligus paling terkenal dari Kerajaan Israel merupakan kombinasi yang unik antara hero dan anti hero. Dia dipuja sepanjang zaman...

OSINT, Jurnalisme Investigatif, dan Demokrasi

Pada Oktober 2020 lalu, NarasiTV mengunggah video berdurasi kurang lebih 10 menit yang menggemparkan media sosial. Video itu mencoba menguraikan kejadian pembakaran Halte Sarinah...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Inilah Pelanggaran EPI yang Banyak Kita Jumpai di Jalan

Iklan saat ini merupakan satu hal yang tidak bisa kita hindari dalam kedihupan sehari-hari. Periklanan sendiri sudah merupakan kegiatan pokok setiap orang yang ingin...

Daud Sang Raja Kontroversial

Daud Bin Isai Raja kedua sekaligus paling terkenal dari Kerajaan Israel merupakan kombinasi yang unik antara hero dan anti hero. Dia dipuja sepanjang zaman...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.