OUR NETWORK
Senin, Oktober 25, 2021

Masihkah Relevan Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia?

Santri Itu Keren

Pinjol Merajalela, di Mana Lembaga ZIS?

Habis Gelap Terbitlah Terang

Athalia Azura
Mahasiswa

Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya untuk mengetahui pengertian ideologi terlebih dahulu.

Pengertian Ideologi 

Menurut Ramlan Surbakti, ada dua konsep ideologi dalam ilmu-ilmu sosial, yaitu ideologi fungsional dan ideologi struktural. Ideologi secara fungsional didefinisikan sebagai seperangkat gagasan tentang kepentingan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap terbaik, dan ideologi secara struktural didefinisikan sebagai sistem pertahanan, yang merupakan setiap kebijakan dan tindakan diatur oleh penguasa.

Fungsi ideologi menurut C.C. Rodee memberikan dasar legitimasi pada pemerintah, menjadi dasar untuk menentang kekuatan status quo, menyatukan rakyat, sebagai panduan untuk memilih kebijakan dan perilaku politik serta prinsip perjuangan yang merupakan alat komunikasi simbolis di antara para pemimpin dan massa.

Pancasila Sebagai Ideologi Negara 

Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia memiliki Ideologi Pancasila sebagai dasar falsafah negara. Artinya, Pancasila merupakan standar kehidupan bangsa Indonesia dalam pelaksanaan dan pembangunan kehidupan bermasyarakat. Pancasila mengatur implementasi dan proses negara terutama pada semua peraturan yang harus sesuai dengan nilai Pancasila.

Pancasila juga merupakan sumber aturan hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara Republik Indonesia bersama dengan semua unsur-unsurnya, yaitu rakyat, wilayah, serta pemerintah. Menurut pembukaan UUD 1945, Pancasila dianggap sebagai sumber dari segala sumber ketatatanegaraan. Pancasila adalah falsafah bangsa dan negara, sehingga semua isi peraturan perundang-undangan tidak diperbolehkan melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

Nilai-nilai itu yang menjadi tolok ukur kita dalam bertingkah laku. Contohnya, nilai persatuan yang terkandung dalam sila ketiga mengharuskan kita untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia meskipun berasal dari daerah, agama dan suku yang berbeda.

Selama ini kita hanya tahu bahwa Pancasila adalah ideologi pemerintahan dan negara Indonesia, tetapi apakah kita benar-benar tahu pentingnya ideologi itu bagi masyarakat?

Menurut Sidney Hook, ideologi sangat penting karena ideologi menjelaskan tentang bagaimana sebuah masyarakat berpikir dan berperilaku. Ideologi selalu berada dalam pemikiran kita dan pentingnya ideologi dapat dilihat jika kita memahaminya. Oleh karena itu penting bagi kita untuk lebih memahami Pancasila sebagai ideologi nasional agar kehidupan kita selaras dengan nilai dan norma yang berlaku.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai relevansi Pancasila sebagai ideologi nasional Indonesia dapat terjawab.

Jawabannya tentu saja masih relevan. Apa alasannya?

Alasannya karena Pancasila bukan hanya sekedar ideologi tetapi Pancasila juga merupakan kesepakatan yang dibuat dengan melihat pandangan-pandangan masyarakat Indonesia terhadap semua aspek kehidupan bermasyarakat. Pancasila juga mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman oleh masyarakat dari waktu ke waktu. Pancasila dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu tanpa merubah orisinalitas dan makna Pancasila.

Pancasila juga dapat bersaing dengan berbagai ideologi lain yang bermunculan di era globalisasi ini. Hal itu karena Pancasila memiliki nilai-nilai unggul yang dapat menyesuaikan perannya dalam segala keadaan.  Oleh karena itu, posisi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia sudah cukup tepat sehingga tidak perlu lagi meragukan dan menolak nilai Pancasila.

Sebaliknya kita harus menggali lebih dalam dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Karena keberhasilan peran Pancasila sebagai ideologi negara dilihat dari kita, sebagai warga negara mampu atau tidak untuk mengaplikasikannya sebagai pandangan dasar dalam menjalani kehidupan bernegara. Sudah kewajiban kita sebagai warga negara untuk merevitalisasi dan memelihara nilai-nilai Pancasila agar perannya tidak hilang dari kehidupan kita.

Athalia Azura
Mahasiswa
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.