Selasa, Juli 23, 2024

Mahasiswa Sejarah: Cibiran, Pinggiran, dan Harapan

Yudhi Andoni
Yudhi Andoni
Dosen Sejarah Universitas Andalas, Padang.

Halo mahasiswa sejarah se-Indonesia. Bila kamu membaca opini saya ini. Saya percaya kamu sedang gundah-gulana karena adanya ketidak-fair-an masyarakat terhadap statusmu sebagai mahasiswa sejarah. Oleh karena itu, kamu sedang mencari jawaban atas kehadiranmu dalam dunia sosial kita hari ini, serta seperti apa nanti kamu merencanakan masa depan di masa datang.

Jangan kamu resah, takut, atau berpaling. Kamu telah menemukan jalan yang tepat untuk masa depanmu. Kamu tidak sendiri, kok.

Saat ini berdasarkan data di Pangkalan Dikti tahun 2022, terdapat hampir 130 ribu orang mahasiswa sejarah seluruh Indonesia. Jumlah itu akumulasi mahasiswa dari tingkatan S1 sampai S3. Sementara dosen sejarah seluruh Indonesia berjumlah hampir 35 ribu orang dengan gelar S2, S3, dan Guru Besar.

Bila kita lihat jumlah mahasiswa dan dosen sejarah se-Indonesia itu, tampaklah kalau Ilmu Sejarah merupakan salah satu komunitas ilmiah paling besar dan berpengaruh di negeri kita. Sekarang tinggal kamu saja sebagai mahasiswa baru yang berdamai dengan dirimu sendiri.

Kita semua sadar adanya “cibiran halus” bagi mahasiswa yang mengambil fokus studi mereka tentang sejarah. “Tamatan sejarah nanti mau kerja dimana? Kerja di museum ya? Kerja di kantor arsip, ya? Apa bisa kaya?”

Demikian kira-kira masyarakat mencibir dan menvonis tamatan sejarah ketika lepas dari perguruan tinggi. Sarjana sejarah bagi masyarakat sebuah status jauhari pinggiran, berbeda kelas dengan dokter, insinyur, tamatan hukum, lulusan Hubungan Internasional, dan sejenisnya.

Jadi ketika ditanya seorang mahasiswa sejarah baru oleh seseorang. “Dik, kuliahnya dimana?” Kalau menyangkut universitas tempat kuliah, dengan bangga ia akan menyebut lantang nama universitasnya. “Saya kuliah di UI, UGM, Unpad, Unand, Unhas,..!”

Bila pertanyaan dilanjutkan, “Fakultas apa, Dek?” Intonasi suara sudah mulai melunak. “FIB, Bang.” Dan kala perbincangan berlanjut, “Jurusannya atau Prodi apa, Dek?” Dengan tersendat si mahasiswa baru menjawab, “Sejarah…Bang”. Suaranya sayup-sayup sampai.

Tapi tak apa. Realitas awal itu menyadarkan kita ada tantangan dan “rimba gelap” yang akan disusuri beberapa tahun mendatang. Tapi, kan, motto generasi Z Millinial sekarang, my life my adventure. Jadi anggap saja kamu memasuki sebuah petualangan baru yang tak pernah kamu bayangkan ketika kamu di sekolah menengah dulu.

Nanti pas tamat lantas kerja apa? Dimana?

Apakah mereka yang sekarang kuliah di Prodi lain yang kamu anggap prestisius, populer, dan menjanjikan lapangan kerja akan pasti sukses bekerja di satu tempat yang mereka inginkan. Bahwa mereka lebih berjaya dibanding kamu? Belum tentu!

Kesuksesan seorang dari perguruan tinggi dalam dunia pekerjaan pasca lulus tidak ditentukan dari Prodi mana dia berasal. Semua pasti berpulang pada sekuat apa dia semasa mahasiswa mengeksplorasi diri dan peluang yang ditawarkan ilmunya selama beberapa tahun duduk di bangku perkuliahan. Pendeknya, semua kembali pada diri si mahasiswa.

Ini beberapa tips buat kamu yang ingin berpetualang dalam “rimbun rimba” sejarah beberapa tahun mendatang. Petualangan yang membuat diri kamu siap dengan berbagai peluang atau kesempatan untuk sukses di masa datang.

Saya tahu, kalian mungkin merasa gamang, bingung, dan takut untuk serius belajar sejarah. Kalian mungkin berpikir bahwa sejarah adalah ilmu yang membosankan, sulit, dan tidak menjanjikan masa depan yang baik.Namun, saya ingin meyakinkan kalian bahwa sejarah adalah ilmu yang penting dan menarik. Sejarah dapat membantu kita untuk memahami masa lalu, sehingga kita dapat belajar darinya dan membangun masa depan yang lebih baik.Berikut ini adalah 5 tips belajar di program studi sejarah yang dapat membantu kalian untuk lebih tertantang dan serius belajar ilmu sejarah:

  1. Temukan ketertarikan kalianSejarah adalah ilmu yang luas dan mencakup berbagai tema. Temukan tema sejarah yang kalian minati, sehingga kalian akan lebih bersemangat untuk belajar. Misalnya, kalian tertarik dengan sejarah Indonesia, sejarah dunia, sejarah militer, sejarah politik, sejarah ekonomi, sejarah sosial, sejarah budaya, atau sejarah ilmu pengetahuan. Jadi kamu tertarik soal apa?
  2. Doronglah dirimu berpikir kritisSejarah bukan hanya tentang menghafal fakta-fakta. Sejarah adalah tentang memahami dan menganalisis peristiwa masa lalu. Cobalah untuk berpikir kritis tentang peristiwa sejarah yang kalian pelajari. Tanyakan diri kalian, mengapa peristiwa itu terjadi? Apa dampak dari peristiwa itu? Apa yang dapat diperkaya dari perspektif sejarah lama itu dengan cara pikirmu yang baru?
  3. Lakukan riset mandiri/berkelompokJangan hanya mengandalkan informasi yang diberikan oleh dosen. Lakukan penelitian mandiri atau bersama tema-teman yang kamu anggap se-ide untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan mendalam. Kalian dapat melakukan penelitian dengan membaca buku, artikel, jurnal, atau dokumen sejarah. Kalian juga dapat melakukan wawancara dengan sejarawan atau orang-orang yang terlibat dalam peristiwa sejarah. Asyikkan.
  4. Ikuti kegiatan ekstrakurikuler sejarahKegiatan ekstrakurikuler sejarah dapat membantu kalian untuk belajar sejarah secara lebih interaktif dan menyenangkan. Kalian dapat mengikuti kegiatan seperti klub sejarah, museum, atau festival sejarah atau membuat kegiatan sejarah di kampus.
  5. Terlibat dalam komunitas sejarahKomunitas sejarah dapat menjadi tempat bagi kalian untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sejarawan lainnya. Kalian dapat bergabung dengan komunitas sejarah di kampus atau di luar kampus. Bangun jaringanmu sendiri!

Saya percaya bahwa kalian semua memiliki potensi untuk menjadi sejarawan yang hebat. Dengan mengikuti tips-tips di atas, saya yakin kalian akan lebih tertantang dan serius belajar ilmu sejarah. Semoga berhasil! Welcome to the club!

Yudhi Andoni
Yudhi Andoni
Dosen Sejarah Universitas Andalas, Padang.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.