Sabtu, Juli 13, 2024

Logika untuk Anak-anak, Cara Mengajarkan Berpikir Kritis Sejak Dini

Muhammad Lukman
Muhammad Lukman
Saya seorang Mahasiswa

Berpikir kritis adalah salah satu kemampuan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpikir kritis, seseorang dapat mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, dan membuat keputusan yang tepat.

Namun, berpikir kritis tidak datang secara alami; ia harus dipelajari dan dikembangkan melalui latihan dan pengalaman. Dalam era teknologi yang semakin canggih, anak-anak sekarang harus dilatih untuk berpikir kritis dan analitis sejak dini. Mereka harus dapat membedakan informasi yang akurat dengan informasi yang tidak akurat, serta menganalisis data untuk membuat keputusan yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk mengajarkan anak-anak berpikir kritis sejak dini.

Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan pada anak usia dini dengan menggunakan materi dan metode yang sesuai dengan tahapan kemampuan berpikir anak yang masih bersifat konkrit.

Metode pembelajaran yang melibatkan anak secara aktif adalah metode yang withering tepat untuk membangun kemampuan berpikir kritis pada anak. Melalui pembelajaran aktif anak membangun pengetahuannya sendiri, seperti dalam kegiatankegiatan eksperimen anak melakukan sendiri, mengobservasi, menganalisis, dan membuktikan sendiri serta menyimpulkan hasil percobaannya sehingga kemampuan berpikri anak dapat berkembang.

Menurut Nugraha, bahwa kemampuan berpikir kritis anak akan berkembang dengan sering melakukan kegiatan pengamatan. Dalam kegiatan pengamatan ini anak dapat mengenali objek secara lebih baik dan anak semakin mengenal lingkungannya. Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disintesiskan bahwa kemampuan berpikir kritis anak usia dini adalah kemampuan anak untuk berpikir secara sistematis.

Metode eksperimen merupakan metode yang bertujuan agar anak mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri.

Kegiatan bereksperimen biasanya akan menghasilkan pengamatan baru, yang menghasilkan wawasan yang mendalam, memodifikasi model deskriptif, memperdalam model, sehingga akan menghasilkan lebih banyak kegiatan eksperimen. Hal ini berarti dalam bereksperimen anak belajar memecahkan masalahmasalah dan mencari jawabanjawaban dari permasalahan tersebut dengan cara melakukan percobaan.

Prinsip dari metode ini yaitu memberikan aktivitas dan pengalaman belajar secara nyata dan terencana pada anak. Tujuan dari kegiatan eksperimen untuk anak usia dini yaitu: membangun anak dalam menggunakan kelima panca inderanya, memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi dan menunjukan kreativitasnya, melatih anak dalam berpikir ilmiah, logis dan kritis.

Kelebihan metode eksperimen ini dapat mengembangkan kelima aspek perkembangan anak yaitu:

  • Aspek Kognitif
  • Aspek Kognitif yaitu anak yang meliputi memuaskan rasa ingin tahu anak, membangun kemampuan berpikir
  • logis, kritis, analitis.
  • Aspek Motorik
  • Aspek Motorik yaitu dalam kegiatan eksperimen anak akan terlibat aktif dalam kegiatan, misalnya: kegiatan dalam mengaduk dan mencampur.
  • Aspek Sosial
  • Aspek Sosial adalah emosional anak dilatih melalui kegiatan eksperimen dapat memupuk rasa kerja sama anak melalui kegiatan eksperimen yang dilakukan secara berkelompok.
  • Aspek Bahasa
  • Aspek Bahasa yaitu kegiatan eksperimen dapat mendorong anak untuk mngkomunikasikan ide dan pikirannya, contohnya: anak menceritakan hasil temuannya di depan teman-temannya.
  • Aspek Moral
  • Aspek Moral adalah Nilai-nilai agama seorang anak dibimbing dalam kegiatan ekseperimen dapat melatih kesabaran anak, karena dalam kegiatan eksperimen ada langkah-langkah yang harus diikuti untuk mengetahui hasil akhirnya.

Anak dapat mencapai fungsi mental lebih tinggi bila mendapatkan stimulasi/bantuan dari lingkungan berupa scaffolding. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang melibatkan anak secara aktif mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak menjadi lebih baik.

Seperti semakin sering anak bertanya, keaktifan anak dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap percobaan-percobaan yang dilakukannya, berani berbicara untuk mengungkapkan hasil percobaan yang dilakukannya.

Dengan penggunaan metode pembelajaran dan media yang kongkrit anak-anak akan mendapatkan pemahaman yang real. Hal ini sesuai dengan karakteristik anak usia dini berada pada masa akhir dari masa pre operasional. Anak usia dini mendapat suatu pemahaman suatu konsep dari fakta atau bukti yang mereka dapatkan melalui pengalaman belajar.

Hasil dari peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui metode eksperimen ini dapat dikaji dari pendekatan multidisipliner yang memiliki keterkaitan dengan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, pedagogik, sains dan sosiologi, sebagai berikut;

  • Sudut Pandang Pedagogik
  • kajian dari sudut pandang pedagogik, menurut Hoogveld dalam Sadulloh pedagogik merupakan ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu yaitu supaya anak mampu untuk menyelesaikan tugas hidupnya.
  • Sudut Pandang Sains
  • Kajian dari sudut pandang sains, berdasarkan hal tersebut bahwa melalui metode eksperimen tidak hanya mampu mengembangkan kemampuan berpikir nya tetapi dengan media-media yang konkrit anak mampu-mampu mengenal benda-benda yang ada lingkunganya. Pembelajaran sains memberi kesempatan kepada anak untuk belajar secara langsung mengenali objek disekitar lingkungannya. Melalui keaktifan anak mampu mengolah kesan (hasil) pengamatan menjadi sautu pengetahuan.
  • Sudut Pandang Sosiologi
  • Sosiologi menurut siti dan sukardi dalam Haryanto dan Nugrohadi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu dan individu), antar individu dan ide-ide sosial. Dengan demikian melalui metode eksperimen membantu anak untuk
  • mengembangkan keterampilanketerampilan sosial yang dimlikinya, seperti: anak belajar bekerja sama dengan temannya, hal ini terlihat dalam percobaan berat-ringan dalam permainan pasar-pasaran. Dalam metode eksperimen anak terlibat aktif dalam kegiatan percobaan sehingga mendorong anak untuk melakukan interaksi dengan lingkungannya.

Jadi, sangat penting sekali anak-anak usia dini untuk berlatih atau belajar berfikir kritis, ketika anak usia dini sudah dilatih untuk berfikir kritis dan sukses melakukannya ketika sudah meranjak ke dewasa anak tersebut akan menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan keluarganya.

Muhammad Lukman
Muhammad Lukman
Saya seorang Mahasiswa
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.