Sabtu, Mei 8, 2021

Komunis Pertama dalam Tubuh Organisasi Islam Di Indonesia

Haedar Nashir, Sang Uswah Penebar Ukhuwah

Suhu pra-pilpres yang makin memanas, tak ayal membuat masyarakat terjebak dan larut dalam sengatnya persaingan politik, terutama dalam mempertahankan dan mengampanyekan pilihan politik—bagi yang...

Mendiagnosa Jelaga Demokrasi

Masa kampanye Pilpres dimulai. Hilir masih jauh untuk dikayuh, namun terasa jeram mulai mengadang. Sejak pemilihan umum nasional tahun 2009 dan tahun 2014 ada...

Pesan Kepada Fans Politik dan Pemilih Labil

Sedemikian naifnya kita merasa takut akan pemilihan nanti. Mulai ketakutan akan golput hingga konspirasi politik lainnya. Hingga saat ini, keadaan Indonesia masih relatif aman....

Gunung Es Carut Marut Pelayaran Rakyat

Beberapa waktu lalu, transportasi penyeberangan Indonesia kembali berduka. Setelah tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada medio tahun 2018 di Danau Toba, tragedi hampir serupa...
Avatar
nanto28
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah di FKIP UHAMKA dan Filsuf

Pada tahun 1913 H. J. F. M. Sneevliet (1883-1942) tiba di Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai seorang pengamut mistik Katolik tetapi kemudian beralih ke ide-ide sosial demokratis yang revolusioner dan aktivisme serikat dagang. Pada tahun 1914 dia mendirikam Indische Social- Democratische Vereniging (ISDV: Perserikatan Sosial Demokrat Hindia) di Surabaya.

Partai beraliran kiri ini dengan mudah berkembang menjadi Partai Komunis di Asia yang berada di luar negeri Soviet. Anggota ISDV ini adalah orang-orang Belanda, tetapi Organisasi ini ingin merangkul rakyat Indonesia, karenanya ISDV menjalin persekutuan dengan Insulinde (Kepulauan Hindia). Partai ini sebagian besar anggotanya Indische Partjj yang berkebangsaan Indo-Eropa yang radikal, anggota Insulinde berjumlah 6000 orang termasuk beberapa orang jawa terkemuka.

Oleh karena itu perhatian ISDV mulai teralihkan kepada Sarekat Islam, organisasi perdagangan yang memiliki jumlah pengikut yang besar dari rakyat Indonesia. Karena ISDV masuk ke tubuh SI maka SI pecah menjadi SI Putih dipimpin H. Agus Salim berhaluan Kanan berpusat di Yogyakarta, dan SI Merah dipimpin Semaoen  berhaluan kiri berpusat di Semarang.

Dengan pecahnya Sarekat Islam yang merupakan organisasi dagang Islam terbesar yang tujuan utamanya untuk menyaingi dan menahan lajunya perdagangan orang-orang China karena akan merugikan penduduk pribumi Indonesia, yang terjadi perpecahan antara golongan tua dan muda.

Golongan tua yaitu SI Putih menginginkan organisasi ini berjalan sesuai kesepakatan bersama dan musyawarah, pemikiran golongan tua cenderung konservatif, sedangkan golongan muda yaitu SI Merah menginginkan organisasi ini berjuang secara revolusioner untuk membela kaun yang tertindas serta bertindak terburu-buru, pemikiran golongan muda cenderung revolusioner dan menginginkan revolusi.

Pada tahun 1916 SI sudah terpecah di Minangkabau karena adanya perbedaan doktrin. Kaum Islam Modern menyebut diri mereka sebagai ‘SI kartu putih’, sedangkam kelompok-kelompok agama yang tradisional yang dipimpin oleh kaum sufi disebut ‘SI kartu merah’.

Sangat jelas bahwa perpecahan dalam suatu organisasi apapun disebankan oleh perbedaan doktrin dan perbedaan pandangan politik. Sebenarnya perbedaan merupakan Sunnatullah (Kebiasaan) yang memang wajar adanya akan tetapi ini semua bisa dikalahkan pleh politik manusia itu sendiri (Vested Interest)

Sumber: Ricklefs, M.C. (2005). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hlm 260-261 dan 267.

Avatar
nanto28
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah di FKIP UHAMKA dan Filsuf
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Pembelajaran Jarak Jauh, Efektifkah?

Sejak ditetapkannya pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak sektor yang terdampak, mulai dari ekonomi, pariwisata, sosial dan budaya termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran tatap muka (offline) yang selama...

Memperkuat Proteksi Konstitusi

Akhir-akhir ini, diskursus mengenai perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode semakin menguat. Untuk masa sekarang, Pasal 7 UUD NRI 1945 menegaskan pembatasan masa...

Orientalisme, Prancis, dan Kita

Kita tentu masih ingat beberapa bulan lalu hebohnya sebuah kasus di Prancis mengenai gambar Nabi Muhammad yang dianggap melecehkan Islam, yang menuai reaksi keras. Dalam...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Menjawab Ahmad Daryoko, Parasit 212

Sudah sejak lama orang ini kerap menyebarkan kabar bohong. Motif di balik itu sebenarnya karena sakit hati. Orang ini pernah jadi Ketua Serikat Pekerja...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Kartini-Kartini 4.0

“Habis bikin kopi, sachet nya jangan dibuang sembarangan, pilah ke tempat sampah plastik!” begitu kata istri. Alhasil, saya harus memungut ulang sachet plastik kopi...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.