OUR NETWORK
Jumat, Juni 25, 2021

Jogja Darurat “Klitih”

Bonavhisna Pandhita Sandya Wikara
Mahasiswa IG : bonavhisna_pandhita

“Klitih”, bagi masyarakat jogja kata ini sudah tidak asing lagi. Ketika mendengar kata “klitih”, pasti masyarakat mempersepsikan suatu tindakan yang anarkis, tindakan kriminal (yang dilakukan oleh remaja).

Padahal arti klitih sebenarnya adalah sebuah kegiatan atau aktivitas dari seseorang atau sekelompok orang yang keluar rumah di malam hari yang tanpa tujuan atau hanya sejedar jalan-jalan, mencari atau membeli makan, nongkrong di suatu tempat dan lain sebagainya (atau dalam bahasa Indonesia bisa di samakan dengan keluyuran).

Ada juga yang menyebut klitih merupakan penyebutan terhadap ‘Pasar Klitikan Yogyakarta’ di mana artinya adalah melakukan aktivitas yang tidak jelas dan bersifat santai sambil mencari barang bekas dan Klitikan.

Pada awalnya klitih ini hanyalah berupa kegiatan perundungan antar geng sekolah yang terjadi di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh balas dendam yang diturunkan oleh senior ke junior dalam suatu geng sekolah.

Terjadinya perundungan ini dipelopori karena adanya tindakan provokasi dari salah satu kelompok baik secara langsung (menggeberkan motor didepan musuh) ataupun dengan melakukan tindakan vandalisme. Tindakan vandalism yang dilakukan sekelompok ini membuat kotor fasilitas umum yang ada di Yogyakarta. Dulu, korban klitih sudah ditargetkan oleh pelaku. Tetapi saat ini, korban klitih menjadi random. Bisa jadi kita sendiri yang menjadi korban klitih.

Dilansir dari TribunJogja pada 8 desember 2019, terdapat 13 kasus klitih dengan 2 korban meninggal dunia yang terungkap pada tahun 2018. Rinciannya, 3 kasus di Bantul, 4 kasus di Sleman, 2 kasus di Kulonprogo, 3 kasus di kota Yogya dan 1 kasus di Gunungkidul. Dilansir pula, dari beberapa kejadian klitih yang berhasil diungkap, beberapa pelakunya masih berstatus pelajar (dibawah umur). Motif yang dilakukan dalam aksi klitih ini macam-macam. Mulai dari balas dendam hingga solidaritas.

Pihak kepolisian bekerja sama dengan disdikpora untuk mengatasi aksi klitih ini. Misal dengan menggelar forum diskus group dan banyak ikrar menyerukan pelajar melawan klitih. Pihak kepolisian juga menggelar razia maupun melakukan patroli rutin tiap malam. Tidak hanya pada tindakan preventif saja. Pihak kepolisian juga melakukan preemptif (sosialisasi), dan represif (penindakan). Dilansir dalam tribun jogja pada 8 desember 2019, pihak kepolisian akan tegas dalam melakukan penindakan. Bila itu terbukti salah, walaupun itu dibawah umur, tetap akan menjalani  proses hukum.

Tanggapan saya sebagai masyarakat, saat ini keadaan Jogja sangat memprihatinkan. Jogja yang terkenal dengan julukan kota berhati nyaman kini sudah hilang. Kota pelajar dengan siswa yang menurut saya tidak terpelajar dengan baik. Aksi ini sangat menyita perhatian di medsos.

Apalagi para pelaku aksi ini adalah pelajar (masih dibawah umur).  Saya mewakili masyarakat jogja hanya bisa berharap dan meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak para pelaku dengan jera sesuai penerapan hukum yang berlaku. Tidak memandang apakah itu dibawah umur atau tidak. Setidaknya dia mendapatkan hukuman yang sepadan dengan apa yang telah dia perbuat.

 “Menurutku klitih tu yaa apa ya, ya tindakan gak manusiawi bangetlah ya yang pasti, trs kaya ga ada motifnya tu lho kebanyakan. setauku mayoritas juga cuma karena “labeling” saja kan, biar kaya terkesan keren, berkuasa, dsb. jadi kaya orang klitih tu kalo dijaman kayak sekarang ini sih udah gila ga sih.” Kata Lala, salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi UNY.

Bonavhisna Pandhita Sandya Wikara
Mahasiswa IG : bonavhisna_pandhita
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.