Jumat, Juni 18, 2021

Indonesia yang Tak Mudah

Guncangan Ekonomi Iran Menghadapi Wabah Corona

Belum selesai perekonomian Iran berjibaku dengan beban sanksi embargo Amerika Serikat (AS). Kini, Iran harus menghadapi wabah virus Corona yang tentunya berdampak negatif terhadap...

Sikap Indonesia dalam Dinamika Hukum International

Indonesia senantiasa berkomitmen dalam upaya menjaga perdamaian dunia dengan aktif melakukan berbagai kerjasama dengan negara-negara didunia, berbagai bentuk kerjasama luar negri terus dilakukan baik...

Dimensi Psikologis Menonton Film

Saat kehidupan nyata begitu berat dan menyesakkan dada, kita perlu meninggalkannya. Untuk sejenak  pergi ke dunia lain. Di masa karantina diri dan pembatasan sosial...

Palestina, Hegemoni AS dan Pudarnya Solidaritas Negara Arab

Hampir satu abad lamanya, gejolak antara Palestina dan Israel tak kunjung usai. Isu kemanusiaan dan kemerdekaan bangsa Palestina menjadi perbincangan warga dunia termasuk Indonesia....
@kalongmilitan
penulis. tinggal di semarang.

“Men-jadi Indonesia” terdapat dua hal, yakni tentang “luar” dan “dalam”. Sedangkan “tak mudah” adalah syarat yang selalu mengikuti kedua hal tersebut.

“Luar” di sini maksudnya adalah sebuah usaha apapun untuk menjadikan Indonesia menjadi satu warna saja. Siapapun maupun kelompok manapun yang memiliki kepentingan dipaksa harus menyusun ratusan rencana untuk membantu suksesi kepentingannya.

Sebuah kepentingan ideologi dan politik misalnya, akan menemui banyak tantangan dan pantangan yang bahkan akan terpatahkan.

Indonesia, yang hingga kini tak henti digempur liberalisme, fundamentalisme, dan semacamnya, untuk menjadikan negeri ini menjadi seperti wajahnya dan rumusan-rumusan jitunya, harus terus-terusan memegang kepala menanti keberhasilan yang bak “jauh arang dari api”.

Terkadang “luar” ini besorak kesenangan, akan tetapi selalu ada batasannya. Dalam artian, seperti ketika terjadi kerusuhan dan bentuk ketidakstabilan bangsa ini dari esensi berbangsanya (daulat berprikemanusiaan). Namun pada praktiknya, bangsa ini masih belum juga dapat diambil alih layaknya bangsa Irak dan Suriah yang hingga kini masih dihujam senjata.

Sedangkan “dalam” maksudnya yakni sebuah langkah-langkah yang selalu menghambat jalannya mimpi bangsa itu sendiri. Seperti korupsi, plutokrasi, dan semacamnya.

Mereka-mereka ini adalah seonggok daging yang selalu membuat “tidak mudahnya” internasionalisme. Meski di era semua orang di tubuh bangsa ini telah cukup sadar dan mampu “melihat” cahaya sebab modernisme, yang jika penglihatan atas cahaya itu ditempuh sebagai sebuah bangsa akan dengan mudah menjadikan Indonesia merebut mimpinya.

Namun, masih saja ironi seonggok daging tersebut masih bangga dengan dirinya sendiri. Meski demikian, “tidaklah mudah” pula bagi mereka untuk merobek-robek dan memperkosa bangsa ini.

Membaca Sejarah

Kita bisa membaca tentang hal di atas melalui sejarah, yakni saat lebih dari 3 abad lamanya, eropa mencoba menguasai tanah dan bangsa ini. Abad demi abad, selalu ada counter akan segala yang pada prinsip dan esensinya tidak selaras dan diamini kelayakannya di sini.

Meski eropa telah merasa bisa “melihat” lebih dulu dengan membuktikan diri bisa bertahan lebih dari 3 abad lamanya, namun sejarah mengungkapkan, untuk menjadikan Indonesia seperti kepentingannya tersebut bahwa “melihat” bukanlah diartikan “meraba”, “mendengar”, dan “memiliki” secara sepenuhnya.

Dus, eropa harus patah arang dan kembali ke negerinya. Di sini, “men-jadi Indonesia” dan “menjadikan Indonesia” tidaklah “mudah”.

Selanjutnya, yang terkait dengan “dalam” sebagaimana dijelaskan di atas. Kita bisa membaca dari masa Majapahit, sebuah bentuk teror dan pemberontakan dari dalam tubuh bangsa sendiri selalu ada.

Pemberontakan Ra Kuti (1319) yang hingga membuat sang raja Jayanegara memngungsi bersama keluarganya, namun apalah daya, Majapahit di saat yang tepat telah direbut lagi hingga bertahan dua abad lagi lamanya.

Yang tak Mudah

Dalam buku Friends and Exiles yang diterbitkan Cornell University, mengatakan bahwa “menjadi Indonesia“, sejak dari darah dan dagingnya, sampai dengan ketika ia terlibat, sengaja atau tidak, dalam peristiwa-peristiwa besar yang mengguncang dan membentuk tanah airnya.

Indonesia, baik “menjadi” dan “menjadikan”, adalah misteri yang belum pernah dapat terbukti. Di sini, karena Indonesia adalah tentang warna-warna dan jiwa. Siapapun yang hanya memiliki satu warna dan raga serta hasratnya saja adalah sebuah usaha yang akan ditemui batasnya; tak mudah.

“Tak mudah” bukanlah ungkapan paten, namun sebuah penegasan dan “liyan”. [k]

@kalongmilitan
penulis. tinggal di semarang.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Manifesto Arsip Bagi Pengelolaan Cagar Budaya

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam peninggalan sejarah, mengingat eksistensi terhadap banyaknya kerajaan-kerajaan yang pernah bertahta di bumi nusantara. Selain menjadi negara yang terkenal...

Setelah Sayyid Syarief Mengenolkan Diri

Syariefhans tampil di mimbar dengan gagah dan perlente. Ia mengenakan kemeja hijau tua, dengan lengan panjang yang dikancing rapi. Ketampanan dan kulit putihnya membuat...

Viral, BTS Meal di Tengah Pandemi

BTS Meal adalah menu yang dihasilkan dari kolaborasi antara McDonal dengan Boyband Grup BTS, Korea Selatan. McDonald didirikan pada tahun 1940 oleh Richard dan...

Meluruskan Kasus Takmir Melarang Salat Bermasker di Masjid

Ramai menjadi perbincangan publik saat video berdurasi 2 menit sekian memperlihatkan “brutal”-nya ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Amanah, Jalan Kampung, Tanah Apit, RT...

Radikalisme, Anak Muda dan Pendidikan Tinggi: Antisipasi, Respon dan Kebijakan

Ekstrimisme dan radikalisme nampaknya tidak mengenal negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia atau negara-negara Eropa di mana kaum Muslimin merupakan komunitas minoritas. Ekstrimisme tumbuh...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.