Kamis, Mei 30, 2024

Gerakan Politik Anak Muda

Belmondo Scorpio
Belmondo Scorpio
Mahasiswa S2 Kenegaraan UI

Biasanya, para politisi muda atau figur politik yang menjadi pejabat itu anak orang kaya atau orangtuanya juga politisi senior. Tapi, ada juga yang memang menjadi politisi karena kemampuan orang itu sendiri, biasanya orang yang sudah mapan.

Pertanyaannya, bagaimana dengan anak muda yang bukan termasuk anak orang kaya atau anak politisi senior yang ingin terjun ke dunia politik? Mungkin dalam politik praktis, budaya politik kita agak sulit namun bukan berarti tida mungkin. 

Kita tidak bisa melihat politik sependek dan sesempit itu. Kita harus melihat dengan perspektif yang lebih luas. Politik bisa dimulai dengan memilih pemimpin saat pilkada, pilpres dan pileg. Contoh orang yang punya privilage: Bu Puan anak Bu Megawati, AHY anak Pak SBY, dan lainnya.

Politik di Indonesia memang tidak ramah buat anak-anak muda. Bukan rahasia lagi, kalau kita mau jadi anggota DPR, DPRD, kepala daerah apalagi presiden, perlu biaya kampanye yang sangat besar. 

Banyak lagi yang mengaku, baik dari mereka yang lolos atau sekedar pernah ikut berkontestasi mereka mengeluarkan banyak uang. Ada yang mengaku habis ratusan juta, bahkan milyaran. Bagi anak muda, baru lulus kuliah, dari mana uang sebanyak itu?

Jadi memang, hanya anak-anak muda yang berasal dari keluarga kaya yang mungkin masuk dan berhasil di dunia politik. Di luar itu adalah orang-orang yang punya previlages politik yang eksis di dunia politik, seperti Brigitta, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono dan lain-lain.

Selain masalah modal dan previlage politik, masalah lain yang menjadi hambatan anak muda untuk berpolitik adalah menguatnya apa yang disebut gorontokrasi. Gorontoktasi ialah kondisi di mana orang tua yang mendominasi  situasi politik. Dominasi ini bukan saja terkait jumlah, tapi juga terkait peran dan fungsi politiknya.

Karena itu, walaupun saat ini ada sejumlah anak muda yang menjadi pejabat politik, perannya masih dikendalikan oleh orang-orang tua. Kondisi ini yang membuat anak muda apatis bahkan muak terhadap politik. 

Survei yang dilakukan oleh CSIS yang dirilis pada November 2017, menyebut hanya 2,3 persen anak-anak muda yang tertarik pada isu politik. padahal cuma isu politik. Semenatara hasil survei Litbang Kompas menunjukkan hanya 11 persen anak muda yang mau aktif menjadi angota dan pengurus partai. Padahal pemilih anak muda, pada Pemilu 2019 saja mencapai  35 sampai 40 persen. Yang berarti kisaran 70 jutaan pemilih anak muda.

Saya sebenarnya tidak terlalu pesimis. Mungkin memang dalam arti politik praktis, iya keterlibatan anak-anak milenial ini kecil. Namun, Tapi dalam perspektif politik yang lebih luas, gerakan anak muda sangat menggembirakan. Contohnya suara yang disampaikan oleh para komika di berbagai medsos.

Para komika ini tidak cuma melucu, mereka sering juga menyuarakan kepentingan publik. Mereka tak segan mengkritik para politikus, pemerintah atau masyarakatnya sendiri. Di ranah digital mereka sering muncul. Seriangkali gerakan komika di media sosial ini Seperti mempengaruhi untuk mengubah keputusan pemerintah sampai mengubah sebuah peraturan. Ada jugai situs change.org. Isi petisinya banyak mempengaruhi dan mengubah kebijakan negara karena dukungan dari khalayak terhadap petisi yang ada di situs itu.

Jadi, saya berada di posisi tidak khawatir. Tapi memang ada banyak PR, agar minat anak muda terhadap politik praktis semakin besar. Karena bagaimana pun, berbagai keputusan politik sering mempengaruhi kita semua. Agar keputusan itu berpihak bagi kalangan muda, mau tidak mau kita juga harus ada di dalamnya. Di dalam politik, kita dapat mengubah mulai dari Undang-undangnya, budaya politiknya dan lain sebagainya. Ya, semoga ekosistem politik praktis bisa berubah oleh gerakan politik anak muda.

Belmondo Scorpio
Belmondo Scorpio
Mahasiswa S2 Kenegaraan UI
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.