Jumat, April 23, 2021

Generasi Milenial yang Apatis

Valentine Day dan Sejarah Kelamnya

Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari atau yang secara global dikenal sebagai Valentine’s Day selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan baik dari sudut positif...

Sains, Pendidikan, dan Kekerasan Seksual

Sains dan teknologi dapat membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kira-kira itulah esensi dari pesan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Indonesia Science Expo...

Pesan untuk Tim Pembangunan Manusia Jokowi–Amin

Hari Kamis yang lalu, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia telah memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sengketa Pemilihan Presiden 2019-2024. Pun begitu, kubu...

Apa Lawan Media Sosial?

Pada tanggal 21 Mei 2019 jelang pukul 23.00 WIB ketika saya hendak mengucapkan “selamat malam” dan “semoga mimpi indah” kepada kekasih di kota lain....
Avatar
Asran zainuddin
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dunia teknologi terus maju sampai hari ini bagaikan ombak yang sulit dibendung. Perkembangannya teknologi yang semakin canggih juga semakin mempermudah manusia dalam mengerjakan segala sesuatu. Bagi negara maju, masyarakatnya biasa saja dalam memanfaatkan sebuah teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan Indonesia yang masyarakatnya kagetan dan sangat konsumtif dalam menyikapi sesuatu.

Ambil contoh, perkembangan gadget yang hampir setiap hari ada produk terbaru dan menggoda untuk dimiliki. Masyarakat Indonesia yang sangat mudah terpengaruh iklan, semakin gelisah jika tidak memiliki gadget keluaran terbaru, meskipun tidak terlalu dibutuhkan. Kasus semacam ini sudah biasa bagi masyarakaat Indonesia yang konsumtif. Hampir setengah dari penduduk Indonesia bahkan telah memiliki gadget baik anak kecil sampai orang tua. Gadget sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat Indonesia yang harus selalu dibawa kemana pun.

Fenomena semacam ini juga memunculkan fenomena baru yaitu beralihnya dunia nyata ke dunia maya (medsos) yang palsu. Masyarakat Indonesia lebih senang berinteraksi di medsos daripada di lingkungan kesehariannya. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh LSM menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah yang paling aktif berbicara atau berkomentar di medsos. Belum lagi kegemaran masyarakat Indonesia berfoto yang itu menjadi peluang bisnis bagi perusahaan gadget dunia untuk memasarkan produknya di Indonesia. Masyarakat Indonesia ini sedikit-sedikit update status di medsos atau upload foto yang itu tidak jelas maksudnya.

Saat nongkrong atau ngopi bareng pun tak jarang masih mainin gadget dan jarang ngobrol bareng. Ada istilah bahwa “menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh” sebagai kritik terhadap budaya nunduk saat nongkrong bareng. Entah penyakit apa yang sedang dialami masyarakat Indonesia saat ini, gadget selalu menjadi nomor satu dibanding orang yang sedang berada dihadapannya. Bahkan saat ngobrol pun sambil ngelihat gadget dan terkadang obrolan jadi tidak semenarik obrolan chat di medsos.

Fenomena semacam ini tentu sangat membawa dampak buruk bagi masyarakat secara umum. Kegemaran berkomentar di medsos tidak jarang menimbulkan konflik dan pencemaran nama baik seseorang atau kelompok tertentu. Belum lagi banyaknya berita hoax yang beredar semakin memperparah keadaan dan stabilitas kerukunan masyarakat Indonesia. Sangat disayangkan melihat fenomena yang membodohkan seperti ini.

Saya sempat menjadi korban dari budaya gadget yang membuat penggunanya nunduk dan mengabaikan orang di depannya. Disaat saya tidak memiliki gadget dan hanya Hp Nokia jadul, seolah saya berada di neraka. sangat sulit untuk ngajak ngobrol teman yang sedang asyik ngutak-atik gadget dan berada di dunia mayanya. Aneh tapi juga lucu sekaligus menjengkelkan ketika semua teman ngopi nunduk sambil mainin gadget dan saya sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Ngajak ngobrol teman tapi lama ditanggapi, kalaupun ditanggapi terkadang tidak nyambung. Waktu 30 menit melihat semua teman yang nunduk itu dan saya sendiri tidak ada gadget untuk dimainin, serasa hidup di tengah hutan tanpa teman.

Terkadang dalam keadaan sedang rapat atau disksi organisasi, banyak dari peserta rapat hanya sibuk ngutak-atik gadget dan mengabaikan rapat atau diskusi. Bahkan sering saya dan beberapa teman memberlakukan sebuah aturan larangan membuka gadget saat rapat agar semuanya dapat fokus pada saat rapat sedang berlangsung. Meskipun telah dibuat aturan bersama, tetap saja banyak yang ngeyel tetap buka gadget selama rapat, sehingga terkadang rapat tidak menemukan titik temu atau jalaan keluar dari permasalahan yang dibahas.

Bahkan ada salah satu teman saya yang itu maniak gadget. Dimana pun dan kapan pun serta dalam kondisi bagaimana pun ia tetap memegang gadget. Saat lagi ngopi, diskusi, ngobrol bareng, ia tetap fokus pada gadgetnya meskipun sering ditegur oleh teman yang lain. Ia termasuk orang yang pendiam ketika lagi kumpul bareng, tapi disaat yang sama ia juga paling sering berkomentar kalau di medsos. Teman saya yang satu ini merupakan korban dari gadget dan menjadi generasi penunduk. Saya sendiri prihatin kepada teman saya yang satu ini sekaligus jengkel, meskipun sudah sering dinasehati berkali-kali.

Menanggapi fenomena menunduk massal ini dan kurangnya obrolan secara langsung sesama individu di dunia nyata, membuat beberapa warung kopi turut memerangi fenomena ini. Warung kopi yang ada di sekitar Kebun Laras membuat berbagai slogan menarik seperti; awas deficit ngobrol dan ngopi, selamat menunaikan ibadah ngopi, da nada juga yang menghias ruangan dengan gambar yang menyilang symbol-simbol sosmed. Cara-cara yang dilakukan oleh beberapa warung kopi untuk memerangi budaya gadget patut untuk diapresiasi.

Pengaruh gadget yang menyebabkan generasi menunduk perlu disikapi secara bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia. Fenomena semacam ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena akan semakin merusak mental generasi muda bangsa Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia, kita harusnya malu karena sampai hari ini bangsa kita masih menjadi bangsa yang konsumtif. Sampai kapan bangsa ini terus berada di bawah kaki bangsa lain dan diperbudak secara ekonomi.

Avatar
Asran zainuddin
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.