Senin, April 15, 2024

Fenomena Antara Perawat dan Dokter di Indonesia dan Luar Negeri

Luluk Mursidah Mukhofi
Luluk Mursidah Mukhofi
Mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

Keperawatan merupakan salah satu rumpun kesehatan yang berfokus pada kondisi pasien baik sakit maupun sehat. Definisi lain keperawatan menurut PPNI adalah suatu profesi yang berorientasi pada pelayanan kesehatan dengan segala perencanaan dan tindakan mandiri untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini perawat sudah menjadi sebuah profesi yang harus dilibatkan untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan pasien karena telah memiliki peran dan wewenang yang sudah diatur dalam Undang-Undang Keperawatan Nomor 38 Tahun 2014.

Akan tetapi, pada era sekarang ini masih salah kaprah menilai profesi perawat ini, yakni masih banyak stigma masyarakat bahkan tenaga kesehatan lainnya pun yang masih memiliki pemikiran kerdil yang menganggap profesi perawat ini merupakan asisten dokter.

Hal tersebut memanglah tidak salah, perawat merupakan asisten dokter tapi itu pada zaman dahulu sebelum masa kemerdekaan yang pada saat profesi ini masih belum memiliki standar tersendiri. Saat ini profesi perawat memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia kesehatan diantaranya yakni care provider, manager and community leader, educator, advocate, juga researcher.

Menyoroti sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia, sebelum kemerdekaan terutama pada masa pemerintahan kolonial belanda, perawat pada masa itu berasal dari penduduk pribumi yang disebut “verpleger.”

Perawat pada masa tersebut berasal dari kaum lemah tidak berpendidikan yang dijadikan sebagai pembantu dokter yang dimana pada masa tersebut dokter didatangkan dari belanda. Hal inilah yang membuat buruknya stigma masyarakat terkait perawat. Namun pemikiran seperti itu merupakan pemikiran yang sangat kuno. pada saat ini perawat sudah semakin membaik dan telah menjadi profesi mandiri Sebab telah terbentuknya Undang-Undang Keperawatan Nomor 38 Tahun 2014.

Pada era modern seperti sekarang ini masih banyak orang yang membeda-bedakan kasta perawat dengan tenaga kesehatan lainnya terutama dengan profesi dokter. Menurut pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin perbedaan kasta tersebut masih marak terjadi di Negara Indonesia.

Berbeda halnya dengan negara-negara maju diluar sana yang tidak ada perbedaan antara perawat dan dokter sehingga kedua profesi tersebut saling menghormati satu sama lain. Perbedaan tersebut sangat disayangkan dan seharuskan kebudayaan yang telah mengakar sejak lama segera dipangkas.

“Saya pernah cek keadaan saya di mandiri, pernah ke Mayo, pernah Singapura, perawat itu di luar negeri sama dokter tuh satu tim, setara ya. Di sini tuh kasta-nya segini (atas dan bawah), perawat tuh dilihat mohon maaf nggak ada, itu perawat sama dokter tuh, dokter posisinya merasa di sini (di atas), di luar negeri itu nggak Pak, posisinya setara,” jelas Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, beberapa waktu lalu.

“Jadi kalau saya bilang ke teman-teman perawat, jangan kemudian memperkuat perbedaan itu, harusnya justru diatur supaya sama you work as a team, perawat itu di luar negeri sebenarnya habis perawat baru dikasih dokter diujung dan dokter sangat amat menghargai perawat disini perawat tuh pesuruh dekat-dekat pembantu kalau dilihat, nah itu harus disetarakan, jangan kemudian malah dibedakan, makin jauh, itu nggak boleh,” sambungnya.

Perawat di luar negeri sangat menghargai profesi perawat dan anggapan perawat di luar negeri  setara dengan dokter. Dari segi prakteknya perawat dan dokter di luar negeri lebih interprofessional/kolaborasi antara kedua profesi tersebut maupun juga dengan profesi lainnya. Hal ini berdampak pada kepuasan pasien dan pelayanan yang berkualitas.

Berbeda halnya dengan indonesia yang masih memperhatikan kasta antar profesi kesehatan, hal ini juga akan berdampak pada profesi perawat sendiri dan juga menurunya pelayanan kesehatan kepada pasien. Meskipun kesadaran terkait interprofesional sudah mulai ditata ulang di perguruan tinggi namun ternyata hasil berbanding terbalik di lapangan. Hal ini menjadi PR pemerintah untuk mengevaluasi ulang sehingga dapat memangkas perbedaan yang ada antar profesi kesehatan demi tujuan pembangunan kesehatan di Indonesia.

Harapan untuk perkembangan keperawatan kedepannya dengan pelayanan yang berkualitas tentunya juga ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Penyelenggara pendidikan tinggi keperawatan harus memperhatikan perkembangan keperawatan IPTEK dibidang kesehatan/keperawatan.

Ada empat hal penting agar profesi keperawatan di masa mendatang dapat setara dengan negara maju lain. Pertama, terjadinya pergeseran pola masyarakat indonesia. Kedua, perkembangan IPTEK.

Ketiga, Globalisasi dalam pelayanan kesehatan. Keempat, tuntutan kesehatan profesi keperawatan. Selain itu, profesi keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan harus selalu meningkatkan mutunya melalui registrasi, sertifikasi, akreditasi, pendidikan, dan pelatihan.

Luluk Mursidah Mukhofi
Luluk Mursidah Mukhofi
Mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.