Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah membawa perubahan besar terhadap aktivitas masyarakat. Teknologi mempermudah berbagai aktivitas mulai dari akses informasi hingga komunikasi, namun di balik kemudahan tersebut muncul tantangan baru berupa pemahaman terkait etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Hal ini menjadi landasan penting agar kita tidak hanya menerima mamfaat dari teknologi tetapi juga mengedepankan nilai nilai kemanusiaan dan sosial yang berlaku di masyarakat.
Menurut KBBI etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Namun pengertian etika berangsur angsur berubah dari segi penerapannya (rekontekstualisasi) seiring dengan berkembangnya teknologi digital,yang dulunya etika hubungan manusia secara langsung (face to face) bagaimana cara kita bersikap sopan santun terhadap orang tua bersikap jujur tetapi saat ini meluas ke ruang digital.dimana etika menjadi pedoman bagi kita untuk menghadapi dunia digital baik itu menyebarkan informasi,menerima informasi serta berinteraksi di media sosial.
Dalam konteks kemajuannya teknologi etika berperan sebagai panduan ataupun role model dalam memanfaatkan teknologi, etika membantu manusia menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, menjaga keamanan data, dan memastikan keadilan dalam akses teknologi. tidak bisa dipungkiri bahwasanya semua hal tidak bisa sepenuhnya mencegah manusia melakukan penyalahgunaan maka dari itu harapannya dengan mengedepankan nilai etika mampu menuntun manusia dalam menggunakan teknologi secara tepat dan bijak.
Teknologi pada dasarnya adalah sarana yang di ciptakan manusia untuk menghadapi tantangan kehidupan dikarenakan manusia memiliki keterbatasan oleh karena itu teknologi hadir sebagai alat bantu untuk menutupi keterbatasan tersebut namun muncul pertanyaan kritis apakah manusia mampu mengendalikan teknologi atau justru menjadi budak serta menyalahgunakan teknologi ciptaannya sendiri? Disinilah etika berperan sebagai alat untuk merefleksikan serta mengkritisi arah berkembangnya teknologi.
Penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi tidak selalu diiringi kesadaran etis. Sebagaimana diberitakan detiknews Pada Mei 2026, seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) di Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial RY diberitakan diduga mengedit foto sejumlah teman perempuannya menggunakan teknologi deepfake hingga menjadi gambar tidak senonoh. Kasus tersebut terungkap ketika seorang teman meminjam ponselnya untuk keperluan dokumentasi praktikum dan menemukan foto-foto hasil editan tersebut. Kasus ini menunjukkan bahwa teknologi yang seharusnya dimanfaatkan untuk mempermudah kehidupan justru dapat menjadi alat untuk merendahkan martabat dan melanggar privasi seseorang.
Berdasarkan buku Ethics in Information Technology karangan George Walter Reynolds setidaknya ada 5 nilai etika yang harus menjadi pedoman bagi kita dalam menghadapi kemajuan teknologi diantaranya:
- Privasi dan perlindungan data
- Privasi berkaitan dengan perlindungan informasi pribadi serta persoalan mengenai siapa yang mengumpulkan infomasi tersebut,bagaimana informasi digunakan dan kepada siapa informasi di bagikan. Privasi bukan sekedar menyembunyikan informasi melainkan juga persoalan tentang bagaimana data pribadi dikumpulkan, digunakan, disimpan dan dibagikan secara etis.
- Kejujuran dan integritas
- Dalam penggunaan teknologi ini dapat dipahami sebagai sikap menyampaikan informasi jujur serta menjaga tindakan agar tidak bertentangan dengan prinsip etika.
- Berfikir kritis
- Berfikir kritis adalah proses yang terarah dan disiplin untuk secara aktif menganalisis,mengevaluasi serta menyatukan informasi guna membentuk penilaian yang beralasan dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai. Artinya seseorang tidak boleh langsung menerima semua informasi yang ditemukan di internet sebagai kebenaran ia perlu mameriksa sumbernya dan segala hal kebenarannya.
- Rasa hormat dan empati
- Berarti menghargai perasaan,pengalaman,serta sudut pandang orang lain ketika berinteraksi diruang digital dengan demikian kemajuan teknologi seharusnya tidak menghilangkan nilai nilai kemanusiaan Meskipun komunikasi digital memungkinkan seseorang berinteraksi dengan siapa saja, etika tetap diperlukan agar kebebasan berekspresi tidak menjadi alasan untuk merendahkan atau menyakiti orang lain.
- Tanggung jawab dan akuntabilitas
- Tanggung jawab berkaitan dengan kewajiban mempertimbangkan akibat dari tindakan sedangkan akuntabilitas berkaitan dengan kewajiban menjelaskan dan mempertanggungjawabkan tindakan atau keputusan tersebut. Contohnya, pengguna bertanggung jawab untuk tidak menyebarkan konten yang merugikan orang lain. Sementara itu, pengembang teknologi perlu mempertimbangkan dampak sistem yang dibuatnya dan dapat dimintai pertanggungjawaban atas keputusan desain maupun risiko yang muncul sesuai peran dan kewajibannya.
- Pada akhirnya, teknologi hanya sebilah pisau bermata dua ia dapat menjadi sarana pencerahan ataupu senjata pemusnas bagi manusia itu sendiri itu semua tergantung pada tangan yang memegangnya. Ditrngah arus digitalisasi, etika harus berdiri tegak sebagai kompas moral yang menuntun arah langkah kita jangan sampai kekaguman pada kemajuan zaman membuat kita luput menjaga privasi,empati dan integritas sesama. Memenusiakan teknologi hanya dapat terujud apabila kita sebagai pencipta dan penggunanya mampu terlebih dahulu memanusiakan diri sendiri.
