Jumat, Juni 14, 2024

Dampak Resesi 2023 Terhadap Indonesia

Yuda Anggara
Yuda Anggara
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta angkatan 2022 Tertarik dalam penulisan sosial, pendidikan dan politik

Resesi adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan keadaan ekonomi sebuah negara yang  menjadi lambat atau buruk. Menurut National Bureau of Economic Research (NBER), mengartikan resesi sebagai kondisi dimana negara mengalami penurunan aktvitas ekonomi secara signifikan dalam kurun waktu beberapa bulan dilihat dari PDB riil, penghasilan, tingkat pengangguran, produksi industri, penjualan grosir-ritel.

Resesi ini diawali dari pelemahan ekonomi global yang berpengaruh terhadap perekonomian dalam negeri. Kenapa hal tersebut dapat berpengaruh? Hal tersebut dapat terjadi karena ketergantungan suatu negara terhadap perekonomian global, dengan begitu resesi akan lebih cepat terjadi di negara itu. Tahun 2023 digadang-gadang akan menjadi tahun kegelapan, Indonesia akan mengalami resesi ekonomi di tahun itu.  Tentu hal  ini menjadi kekhawatiran bagi pemerintah dan juga bagi masyarakat sendiri.

Resesi menjadi hal yang menakutkan bagi pemeritah Indonesia, mereka harus memutar otak bagaimana caranya agar resesi ini dapat dicegah atau seminimalnya dapat dikurangi dampaknya. Karena seperti yang kita ketahui sendiri, perekonomian Indonesia pada saat ini dapat dikatakan belum stabil akibat dari pandemi Covid-19. Pada saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya untuk menstabilkan perekonomian di Indonesia, salah satunya yaitu dengan mendukung para pegiat UMKM.

Indonesia masih berusaha untuk menstabilkan perekonomiannya akibat dari Covid-19, dan resesi 2023 harus dihadapi juga oleh  Indonesia. Hal tersebut menjadi ancaman bagi perekonomian di Indonesia, karena Indonesia sendiri masih ketergantungan dengan  perekonomian global.

Penyebab terjadinya Resesi

  • Guncangan perekonomian yang terjadi seketika atau mendadak

Seperti yang kita ketahui sendiri  sebelumnya negara di seluruh dunia baru saja dilanda pandemi Covid-19 yang menyebabkan berbagai aspek terdampak akibat pandemi tersebut, tak terkecuali di bidang ekonomi. Hal tersebut mengakibatkan lemahnya daya  beli masyarakat.

  • Perkembangan Teknologi

Akibat dari adanya perkembangan teknologi yang pada saat ini banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh robot atau katakanlah dapat dikerjakan oleh kecerdasan buatan  yang akan banyak menggantikan perkejaan yang sebelumnya dapat dikerjakan oleh manusia. Jika hal tersebut terjadi, maka akan mengakibatkan banyak orang yang berpotensi di phk atau dirumahkan.

  • Adanya Inflasi

Tinggginya angka inflasi dapat mejadi penyebab terjadinya resesi, akibat dari harga sejumlah komoditas energi dan bahan baku yang melambung naik .

  • Adanya  Deflasi

Bukan hanya inflasi yang menjadi penyebab terjadinya resesi, memang benar jika mengalami peningkatan atau penurunan yang sangat signifikan hal tersebut kan berdampak buruk. Akibat dari deflasi ini tentu akan merugikan penyedia jasa dan barang.

  • Tingginya Suku Bunga

Akibat dari inflasi akan mendorong Bank Sentral untuk menaikan suku bunga. Dengan begitu akan mengakibatkan resesi ekonomi, apalagi jika daya beli masyarakat yang mulai menurun, maka potensi terjadinya resesi ekonomi semakin tinggi.

Dampak Resesi Terhadap Kehidupan Sosial dan Pendidikan

Ekonomi menjadi salah satu aspek penting yang menjadi tolak ukur terhadap maju atau tidaknya sebuah negara. Ekonomi juga secara  historis menjadi unsur penting yang melatarbelakangi kemerdekaan Indonesia, namun ekonomi selalu berjalan beriringan dengan aspek lain termasuk pendidikan. Pendidikan akan menjadi aspek yang terkena dampak yang cukup besar apabila terjadi resesi ekonomi.

Selain berimbas terhadap pendidikan, kehidupan sosial di masyarakat juga akan terganggu. Dengan tingginya tingkat pengangguran maka akan semakin tinggi juga tingkat kriminalitas di masyarakat. Degan begitu keharmonisan di masyarakat akan terganggu dan kekacauan akan terjadi dimana-mana. Bukan hanya itu, pendidikan juga akan terkena imbasnya akibat dari reesesi tersebut.

Dengan menurunnya tingkat perekonomian masyarakat maka angka putus sekolah anak akan semakin tinggi, karena ketidaksiapan orang tua dalam menghadapi resesi akan banyak uang yang dialihkann untuk memenuhi perekonomian. Semangat belajar anak juga akan menurun akibat dari kekacauan yangsedang terjadi di masyarakat. Dan yang paling ditakutkaan ketika dua aspek (ekonomi dan pendidikan) tersebut tidak stabil atau buruk, maka akan terjadi banyak kericuhan dimana-mana.

Resesi 2023 menjadi sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi pemerintah dan juga masyarakat Indonesia. Harus ada kesiapan baik itu berupa kebijakan dari pemerintah atau kesiapan finansial dari masyarakat dalam menghadapi resesi 2023, karena jika tidak dapat dicegah setidaknya masih bisa diminimalisir dampak dari resesi tersebut.

Yuda Anggara
Yuda Anggara
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta angkatan 2022 Tertarik dalam penulisan sosial, pendidikan dan politik
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.