Selasa, Maret 5, 2024

Belajar Mengelola Ekowisata Sungai di Johor Malaysia

Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Staff Pendidik di Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga

Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan geografi dan topografi alam. Tulisan ini dibuat penulis hasil sebagai oleh-oleh pelancongan di ekowisata Sungai Kampung Melayu Johor Malaysia pada akhir Agustus 2023. Cukup banyak wisatawan yang datang ke ekowisata Sungai Kampung Melayu terutama hari libur.

Indonesia, dengan keberagaman geografi, budaya, dan alam yang melimpah, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata sungai. Air terjun, sungai, dan daerah pesisir yang luas telah menjadi daya tarik alam yang memukau bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Namun, pengelolaan eco wisata sungai di Indonesia tampaknya belum sepenuhnya mencapai potensi maksimalnya. Sudah ada beberapa lokasi yang sudah dijadikan sebagai destinasi wisata sungai seperti wisata adventure yang ada di Romokalisari Surabaya, Sungai Berantas, dan lain-lain. Namun potensi ini masih belum dimaksimalkan untuk ekowisata sungai.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi adalah pemeliharaan lingkungan, partisipasi masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan pengalaman wisatawan yang berkesan. Oleh karena itu, Indonesia dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman sukses ekowisata Sungai Kampung Melayu di Johor, Malaysia.

Sungai telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Sungai bukan hanya sebagai sumber air bersih, tetapi juga sebagai jalan transportasi dan lingkungan ekosistem yang beragam. Oleh karena itu, pengembangan ekowisata sungai dapat memberikan banyak manfaat. Hal ini mencakup pemberian kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat, pelestarian ekosistem sungai, dan pelestarian budaya yang terkait dengan sungai. Pariwisata berkelanjutan merupakan kunci untuk memastikan bahwa manfaat-manfaat ini dapat diwariskan ke generasi mendatang.

Pengalaman Sukses di Ekowisata Sungai Kampung Melayu, Johor

Sungai Kampung Melayu, di Johor Malaysia,  menjadi contoh sukses pengelolaan ekowisata sungai. Salah satu aspek kunci dari kesuksesan ini adalah komitmen untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. Upaya pembersihan dan pengelolaan sampah sungai adalah salah satu prioritas yang dijalankan secara konsisten di sini. Hal ini penting karena lingkungan yang bersih adalah fondasi dari ekowisata yang sehat.

Selain itu, Sungai Kampung Melayu juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan. Melalui program pelibatan komunitas, masyarakat setempat terlibat dalam pengambilan keputusan, menjaga kebersihan sungai, dan memberikan layanan wisata. Ini membantu memastikan bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan dari wisata sungai juga dirasakan oleh mereka yang tinggal di sekitar sungai. Para boatman yang mengantar wisatawan kesemuanya merupakan nelayan setempat, pengrajin dan penjual makanan merupakan istri para nelayan.

Di samping itu, Sungai Kampung Melayu mengambil pendekatan holistik dalam pelestarian budaya. Mereka mengakui pentingnya melestarikan warisan budaya yang terkait dengan sungai dan mengintegrasikannya dalam pengalaman wisata. Dengan demikian, wisatawan dapat belajar tentang sejarah, tradisi, dan budaya lokal yang terkait dengan sungai, menciptakan pengalaman yang lebih kaya dan mendalam. Terlebih lagi setelah mendapat dukungan penuh dari pemerintah maupun Lembaga perguruan tinggi setempat.

Selanjutnya, keselamatan wisatawan adalah prioritas di Sungai Kampung Melayu. Standar keselamatan yang ketat dan pelatihan yang teratur diberikan kepada pemandu dan staf untuk memastikan bahwa wisatawan dapat menikmati pengalaman mereka tanpa risiko yang tidak perlu. Setiap boatman maupun wisatawan diwajibkan mengenakan jaket keselamatan selama menyusuri sungai.

Pengalaman dari Sungai Kampung Melayu di Johor, Malaysia, dapat menjadi panduan yang berharga bagi pengembangan eco wisata sungai di Indonesia. Beberapa langkah penting yang bisa diambil sebagai pelajaran adalah: pelestarian ekosistem berupa pembersihan sungai dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, partisipasi masyarakat dengan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan dan manajemen ekowisata sungai, pelestarian budaya terkait dengan sungai, dan keselamatan wisatawan sebagai prioritas.

Mengoptimalkan Ekowisata Sungai di Indonesia

Meskipun pelajaran dari Sungai Kampung Melayu sangat berharga, Indonesia juga memiliki tantangan dan karakteristik uniknya sendiri dalam pengelolaan ekowisata sungai. Pengelolaan wisata sungai di Indonesia harus mempertimbangkan keberagaman geografi, budaya, dan sosial di seluruh negeri.

Pertama, tantangan yang harus diatasi adalah masalah lingkungan. Sungai-sungai di Indonesia sering kali tercemar oleh limbah industri, pertanian, dan limbah domestik. Ini mengharuskan tindakan keras untuk membersihkan dan menjaga lingkungan sungai. Program pengelolaan sampah yang efektif juga perlu diterapkan untuk mencegah pencemaran lebih lanjut.

Kedua, penting untuk memperhatikan dampak ekonomi dan sosial dari pengembangan eco wisata sungai. Ini mencakup pembagian manfaat ekonomi dengan adil kepada masyarakat lokal, pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan perlindungan hak-hak adat.

Ketiga, pelestarian budaya yang terkait dengan sungai adalah bagian penting dari pengembangan eco wisata sungai di Indonesia. Hal ini mencakup melestarikan bahasa, tradisi, dan upacara yang terkait dengan sungai. Pendekatan ini akan memungkinkan wisatawan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang budaya Indonesia yang kaya.

Keempat, standar keselamatan harus dijaga dengan ketat. Ini termasuk perawatan perahu, peralatan keselamatan, dan pelatihan pemandu. Keselamatan wisatawan adalah faktor kunci dalam menjaga citra positif destinasi ekowisata sungai.

Kelima, hospitality dan kemampuan storytelling pelaku wisata menjadi kunci penting bagi wisatawan. Salah satu hal yang masih kurang dari hospitality saat di Sungai Melayu Johor karena boatman tidak menceritakan apapaun saat di perjalanan. Keramahan orang Indonesia sangat dikenal dunia, hal itu bisa dimaksimalkan dibarengi dengan materi cerita baik sejarah, budaya, maupun segala hal terkait wahana.

Ekowisata sungai adalah potensi besar bagi Indonesia, baik dari segi ekonomi maupun pelestarian lingkungan dan budaya. Melalui pembelajaran dari pengalaman sukses di tempat-tempat seperti Sungai Kampung Melayu, Johor, kita dapat mengembangkan pendekatan yang berkelanjutan dan berkesinambungan dalam pengelolaan ekowisata sungai di dalam negeri.

Dengan komitmen terhadap pelestarian lingkungan, partisipasi masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan keselamatan wisatawan, kita dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh sungai-sungai Indonesia untuk menjadi destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. Dengan demikian, ekowisata sungai tidak hanya akan memberikan manfaat bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat setempat dan lingkungan yang berharga ini.

Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Staff Pendidik di Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.