Selasa, Juli 23, 2024

Belajar Dari Desa Kelawi, Desa Wisata Terbaik Nasional Tahun 2023

Fajar Sidik
Fajar Sidik
ASN Kementerian Keuangan, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung

Siapa kenal Desa Kelawi? Salah satu desa di Kabupaten Lampung Selatan ini, tak disangka meraih penghargaan Desa Wisata Maju setelah bersaing dengan 4.573 desa wisata dari seluruh Indonesia dalam ajang ADWI 2023. Tak tanggung-tanggung, Peringkat 2 diraih Desa Kelawi atas ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023 yang dihelat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenenparekraf) RI.

Bahkan, desa yang berada di Kecamatan Bakauheni tersebut, berhasil memperoleh penghargaan Rekor MURI sebagai Desa Wisata Pertama yang memiliki Varietas Buah Alpukat Desa Kelawi. Inilah salah satu dampak yang diharapkan oleh Pemerintah Pusat dengan digulirkannya Dana Desa sejak tahun 2015 lalu.

Desa Kelawi terus optimis menatap masa depannya. Dengan memiliki banyak destinasi wisata mulai dari Pantai Minang Rua, Pantai Batu Alif (Batu Tegi), Lembur Bajau, Air Terjun Curup Minang Rua, Jambat Batu (Pematang Macan), Hutan Lindung, Pantai Cina Kawi dan sebagainya, desa yang dihuni mayoritas oleh suku sunda ini memberikan teladan bagi desa-desa lain se Indonesia tentang strateginya mengembangkan desa wisata.

Kesuksesan Desa Kelawi tentu menjadi cerita sukses pengelolaan dana desa di Indonesia. Membangun Indonesia dari desa, menjadi strategi pembangunan nasional yang terus dioptimalkan. Sejak digulirkan sejak tahun 2015, dana desa terus dikelola bukan hanya menyelesaikan kemiskinan, tapi juga membuka sektor-sektor usaha baru yang akan menggeliatkan perekonomian desa. Dan Desa Kelawi telah membuktikan Amanah tersebut berjalan dengan baik.

Untuk diketahui bahwa tahun 2015 dana desa disalurkan sebesar Rp 20,7 triliun, lalu naik menjadi Rp 46,9 triliun di 2016. Sementara itu, pada 2017 dan 2018 dana desa yang disalurkan masing-masing sebesar Rp 60 triliun, dan tahun 2019 kembali ada kenaikan menjadi Rp 70 triliun. Di masa pandemi pada 2020 dan 2021, dana desa yang disalurkan masing-masing sebesar Rp 71 triliun dan Rp 72 triliun. Kemudian pada 2 tahun terakhir masing-masing Rp 68 triliun dan Rp 71 triliun untuk 74.954 desa.

Khusus untuk Lampung, pagu dana desa tahun 2023 sebesar Rp2,23 trilun untuk 2.435 desa. Adapun realisasi hingga pertengahan oktober 2023 mencapai 80,9% atau Rp 1,8 triliun. Dari alokasi tersebut, Desa Kelawi memperoleh dana desa sebesar Rp933,69 juta dan terserap pertanggal 30 September 2023 sebesar Rp613,49 juta untuk mengeksekusi berbagai program yang telah disusun desa bersama warganya.

Kiat Sukses Desa Kelawi Menjadi Desa Wisata

Selain memiliki destinasi wisata yang melimpah, kesuksesan Desa Kelawi juga dikontribusi oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang telah bekerja keras mendorong perubahan pola pikir masyarakat desa dari petani dan berkebun, bertransisi menjadi desa wisata di Pantai Minang Rua. Pokdarwis sukses mengambil peran sebagai motivator, penggerak serta komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi pariwisata. Desa Kelawi yang awalnya tidak terjamah wisatawan, kini telah bertransformasi menjadi tuan rumah yang baik dan nyaman bagi pengunjung pantai.

Lebih lanjut pokdarwis juga memberikan edukasi terkait peluang ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga sebagai efek berkembangnya pariwisata Pantai Minang Rua. Adapun tahapan strategi komunikasi yang disusun oleh pokdarwis dapat diadopsi oleh desa-desa lainnya sebagaimana dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Nasional FISP Universitas Lampung (SEFILA) Tahun 2019 berjudul Peranan Masyarakat Lokal Dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Lampung yang disusun oleh Intan Fitria Meutia dkk, antara lain sebagai berikut :

Pertama, Tahap Penyadaran dan Pembentukan Perilaku Peduli. Pada tahap ini masyarakat diajak untuk sadar dan mengetahui potensi kepariwisataan yang dimiliki. Dengan menggandeng tokoh masyarakat, aparatur pemerintah Desa Kelawi dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, edukasi berjalan dengan sangat baik dan masyarakat antusias menyambutnya. Terbukti saat seruan bersih-bersih pantai digaungkan. Warga Bersama pokdarwis dan aparatur desa, bersama-sama turun membersihkan pantai dan aktif menjaga kenyamanannya.

Kedua, tahap transformasi kemampuan dan kecakapan keterampilan. Pokdarwis Minang Rua memang telah disiapkan menjadi kelompok masyarakat yang siap melakukan transformasi masyarakat. Seluruh pengetahuan dan kompetensi yang telah pokdarwis terima, menjadi  modal besar dalam mengedukasi masyarakat sekitar destinasi dalam mengembangkan keterampilan yang menghasilkan pendapatan keluarga.

Melalui pelatihan pemandu wisata, pelatihan sablon dan pembuatan souvenir, hingga pelatihan pengelolaan destinasi pariwisata, nyata mampu mendorong kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi wisata yang bisa dijual kepada para wisatawan yang berkunjung. Efeknya, masyarakat merasa terlibat dalam program desa dan memiliki penghasilan tambahan yang akan mengerek kesejahteraan masyarakat desa.

Terakhir, tahap peningkatan kemampuan intelektual. Pokdarwis Minang Rua melakukan upaya-upaya strategis dalam mempromosikan pariwisata. Agenda-agenda tahunan di jadwalkan secara terencana, baik penyambutan tahun baru, pelepasan lampion, perlombaan layang-layang LED, serta pelepasan liaran tukik hasil penangkaran oleh pokdarwis.

Bahkan sejak  2018 lalu, Pokdarwis telah menghelat Festival Minang Rua (Minang Rua Beach Festival) dengan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya, menyusuri wisata desa, live music, mural desa, lomba warga, api unggun dan camping beach, serta pelepasan lampion.

Festival tersebut diselenggarakan hasil dari swadaya masyarakat sebagai bagian dari upaya promosi potensi wisata pantai yang  warga miliki. Bahkan event-event berikutnya lebih beragam dan mengundang banyak wisatawan untuk berkunjung diantaranya peresmian taman baca, nonton bareng film dokumenter, pameran karya, mural, grafitti, sablon gratis, serta api unggun. Didukung dengan penataan pantai yang menarik dan instagramable, Pokdarwis sukses mengawal proses transisi masyarakat Desa Kelawi, dari masyarakat petani dan pekebun, menjadi masyarakat peduli wisata.

Semoga kisah sukses ini dapat diduplikasi oleh desa-desa di seluruh Indonesia yang memiliki potensi wisata serupa.

Fajar Sidik
Fajar Sidik
ASN Kementerian Keuangan, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.