Senin, Mei 17, 2021

Apresiasi Islam Terhadap Budaya Lokal

Stigma Negatif dalam Budaya Patriarki

Diskursus tentang tubuh dan konstruksi gender merupakan sebuah realitas politik yang cukup banyak diperbincangkan. Hal tersebut terjadi karena tubuh dan konstruksi gender amat dekat...

RUU HIP dan Isu Komunisme

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan pembentukan Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). RUU HIP dibentuk sebagai produk hukum yang memuat pengimplementasian nilai-nilai...

Dibalik Defisit BPJS Kesehatan

Pengelolaan keuangan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan acap kali identik dengan defisit. Ya, kondisi ini memang tidak dapat dibantah karena memang benar adanya....

Ada Apa dengan Reuni PA 212 dan Arab Spring?

Riuhnya berita reuni PA 212 di Monas, ternyata tidak seheboh komentar warganet di sosial media. Rakyat dan warganet cuek dan masa bodoh dengan reuni...
Zaini Aze
Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama UIN Antasari Banjarmasin

Tumpang tindih antara agama dan kebudayaan akan terjadi terus-menerus, walaupun agama dan kebudayaan memiliki wilayah sendiri-sendiri. Adapun dalam hal ini, agama Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist, kerena bersifat normatif, maka ia cenderung permanen.

Sedangkan budaya seperti yang telah dijelaskan adalah buatan manusia, karenanya ia akan selalu berkembang sesuai perubahan zaman.

Perbedaan ini tidak menghalangi kemungkinan manifestasi kehidupan beragama dalam bentuk budaya yang disebutkan oleh Hilman Hadikusuma tadi sebagai “kebudayaan agama”. Misalnya muncullah tari ‘saudati’, cara hidup santri, budaya menghormati kiai dan seterusnya.

Namun, pembauran Islam dengan budaya lokal harus tidak boleh terjadi, karena berarti hilangnya sifat-sifat aslinya. Islam harus tetap pada sifat Islamnya, Al-Quran harus tetap dalam bahasa Arab, terutama dalam salat, sebab hal ini telah merupakan norma.

Sedang terjemahan Al-Quran hanyalah dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman, bukan mengantikan Al-Quran sendiri.

Seterusnya, Islam tanpa menambah hukum itu sendiri, sambil tetap mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan lokal dalam merumuskan hukum-hukum agama. Hal ini bukannya upaya untuk meninggalkan norma demi budaya, tetapi agar norma atau ajaran Islam itu dapat menampung kebutuhan-kebutuhan dari budaya.

Misalnya dalam membumikan ajaran Islam di Indonesia yang mulai marak sejak abad ke-14 M yakni, Garebeg Suro, garebeg mulud, gerebeng magengan, haulan, selametan, dan acara keagamaan lainnya.

Demikian pergulatan antara Islam dan budaya lokal, agar tetap tidak mengubah Islam. Adapaun tumpang tindih antara keduanya yang terjadi terus-menerus, bukan karena kekhawatiran terjadinya ketegangan antara keduannya, tapi sebagai suatu proses yang akan memperkaya kehidupan dan membuatnya tidak gersang.dan

Zaini Aze
Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama UIN Antasari Banjarmasin
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.