Senin, Mei 17, 2021

Apa Strategi Garuda Indonesia?

Kritik terhadap Media Massa

Sejak reformasi bergulir tahun 1998 lalu, pers telah mengalami suatu tahapan metamorphosis yang luar biasa. Institusi ini telah menemukan wahana kebebasan, terutama setelah diluncurkannya...

Ridwan Kamil dan Karma Politik

Karma tidak pandang bulu. Karma bisa menyerang siapa saja. Karma menyerang setiap orang yang terkesan menyengaja berbuat salah terhadap orang lain. Termasuk menyerang Walikota...

Yang Bertikai Itu (bukan) Manusia?

Manusia menurut Alquran berasal dari bahasa Arab yaitu insan yang berarti harmoni, intim, akrab, saling rindu, dan sebagainya. Dari pengertian ini dapat ditarik benang...

Arab Saudi, Modernisasi dan Wacana Islam Moderat

Bagaimana pandangan anda tentang Arab Saudi? ya sebagian besar menjawab  negara dengan sistem pemerintahan monarki, menjadikan Islam sebagai ideologi  negara, masyarakat konservatif dan bersikap...
Maradela Ermania Khrisnatika
PNS di Direktorat Jenderal Pajak, Kementrian Keuangan. Saat ini sedang menjalani Tugas Belajar sebagai mahasiswa D IV Akuntansi di Politeknik Keuangan Negara-STAN

Tahun 2019 ini, publik dikejutkan dengan sederet kasus yang menimpa Garuda Indonesia. Pertama, kasus kartu menu bertulis tangan yang membuat Garuda Indonesia merilis larangan penumpang untuk mengambil foto dan video di dalam pesawat.

Kedua, kasus penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi yang menyebabkan Garuda Indonesia dikenai sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 100 juta.

Ketiga, kasus penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia, Ari Askhara, yang berujung dengan pemecatan Ari Askhara sebagai Dirut PT. Garuda Indonesia. Sederet kasus tersebut membuat kepercayaan publik menjadi menurun terhadap kinerja Garuda Indonesia.

Pasca kasus penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya oleh mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Garuda Indonesia kembali menjadi sorotan publik karena laporan karyawannya yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda (Ikagi) ke Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengenai kebijakan perusahaan yang merugikan karyawan selama masa jabatan Ari Askhara sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia. Kebijakan tersebut mulai dari mutasi hingga larangan ikut terbang (grounded).

Selain itu, kebijakan lainnya adalah jam terbang yang melewati batas dirasa kurang manusiawi. Pramugari yang biasanya terbang ke luar negeri ada jeda waktu istirahat 3 hingga 4 hari menjadi dipaksa terbang pulang-pergi (PP) ke luar negeri. Penerbangan PP ini membuat para pramugari menjadi tidak fit karena harus selalu siaga dan tidak boleh tidur selama penerbangan. Sekjen Ikagi, Jacqueline Tuwanakotta, menjelaskan, kebijakan pramugari harus terbang PP luar negeri membuat beberapa diantaranya harus diopname.

Ketua Ikagi, Zaenal Muttaqin, dalam acara Sapa Indonesia Malam yang ditayangkan di kanal Youtube Kompas TV menjelaskan bahwa selama masa jabatannya, Ari Askhara sering melakukan tindakan sewenang-wenang.

Beliau mengungkapkan sejak lama di dalam tubuh Garuda Indonesia terdapat sebuah tim loyal yang mendukung Ari Askhara sebagai Dirut. Tim tersebut berisi sebagian serikat pekerja dan teman-teman yang loyal kepada Ari Askhara. Orang-orang yang loyal terhadap Ari Askhara akan mendapat keuntungan dalam sturktur organisasi Garuda. Dan orang-orang yang melawan, akan mendapatkan hukuman seperti mutasi, turun jabatan, larangan ikut terbang (grounded) dan bahkan dikeluarkan dari perusahaan Garuda Indonesia.

Ditambah lagi, muncul skandal “wanita simpanan” mantan Dirut Garuda Indonesia yang merupakan oknum pramugari Garuda Indonesia heboh di pemberitaan media massa dan media sosial. Dikabarkan bahwa semua kebijakan-kebijakan ‘ngawur’ yang dikeluarkan Ari Askara semasa menjabat dikarenakan adanya campur tangan dari wanita yang disebut-sebut sebagai simpanannya itu. Hal ini menunjukkan bahwa mantan Dirut Garuda tidak bersikap fairness dan professional dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, adanya kebijakan sewenang-wenang yang membuat paradigma Direktur Utama Garuda Indonesia bak raja yang harus selalu dipatuhi menjadikan organisasi ini tidak dapat berkembang . Karena dibalik tindakan sewenang-wenangnya itu didasari oleh kepentingan pribadi, sehingga jelas akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Hal tersebut menunjukkan adanya tata kelola yang tidak baik di Garuda Indonesia ketika dipimpin mantan Dirut, Ari Askhara. Garuda Indonesia memerlukan strategi untuk berbenah diri agar mendapatkan kepercayaan dari publik sebagai stakeholders (pemangku kepentingan). Strategi yang dapat dilakukan Garuda Indonesia diantaranya dengan memperbaiki implementasi dari prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan perombakan direksi secara besar-besaran. Karena berdasarkan pemaparan dari ketua Ikagi, terdapat tim yang memang loyal kepada mantan Dirut Garuda Indonesia, kemungkinan besar terjadi kerjasama dalam hal yang tidak baik sangat besar terjadi. Contohnya seperti kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton. Penyelundupan tersebut tidak dapat terlaksana jika tidak ada kerjasama antara Dirut Garuda dengan manajer dan karyawan Garuda yang bertugas saat itu.

Selain itu, nampaknya praktek nepotisme terjadi secara masih dalam tubuh organisasi Garuda Indonesia yang dipimpin oleh Ari Askhara. Berdasarkan pernyataan ketua Ikagi, orang-orang yang loyal kepada Ari Askhara akan mendapatkan  posisi dalam organisasi Garuda Indonesia. Oleh karena itu, budaya organisasi yang buruk ini harus diberantas terlebih dahulu agar organisasi dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga tujuan dari organisasi tercapai.

Hama tanaman yang menempel pada tanaman sehat harus dicabut hingga ke akar-akarnya sehingga tidak tumbuh lagi. Begitu pula dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Jika hanya kepalanya saja yang dicabut, akar-akarnya masih bisa tumbuh dan berkembang lagi sehingga praktek serupa bisa saja terjadi lagi.

Pemerintah dalam hal ini Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat melibatkan KPK dalam penyaringan direksi Garuda Indonesia. Keterlibatan KPK ini bertujuan agar direksi yang terpilih terhindar dari segala macam kepentingan yang nantinya akan merugikan perusahaan terutama dari praktik korupsi. Sehingga perusahaan mendapatkan kepercayaan publik kembali, dapat tumbuh secara berkesinambungan, dan tentu saja memperoleh keuntungan.

KPK berperan sebagai filter yang netral ketika pemilihan direksi. Hal tersebut berguna untuk menjaga profesionalitas dan transparansi dalam proses berjalannya seleksi direksi. Dengan begitu, calon direksi yang terpilih diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak terpengaruh dengan kepentingan pihak lain yang ingin memanfaatkan jabatannya.

Selain itu, peran Kementrian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga diperlukan untuk membenahi BUMN utamanya Garuda Indonesia. Mengingat Garuda Indonesia juga mempunyai riwayat pelanggaran mengenai penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi dan juga saham Garuda Indonesia diperdagangkan di bursa efek. Kementrian BUMN dan OJK perlu bekerjasama mengawasi agar perusahaan pelat merah berjalan sesuai dengan visi misinya serta sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia yang baru tentu akan mengemban beban berat pasca kasus kasus yang menimpa Garuda Indonesia ini. Publik berharap agar masalah internal Garuda Indonesia ini dapat segera selesai dan segala kebijakan-kebijakan ngawur yang dibuat dapat dihapus. Sehingga para karyawan PT. Garuda Indonesia dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia merasa nyaman dana man kembali.

Maradela Ermania Khrisnatika
PNS di Direktorat Jenderal Pajak, Kementrian Keuangan. Saat ini sedang menjalani Tugas Belajar sebagai mahasiswa D IV Akuntansi di Politeknik Keuangan Negara-STAN
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.