Minggu, Januari 11, 2026

Algoritma Media Sosial dan Pembentukan Opini Di Era Digital

Tasya Soraya
Tasya Soraya
Pengamat teknologi sistem informasi yang aktif meneliti perkembangan transformasi digital dan dampaknya terhadap pola kehidupan sosial, ekonomi, dan perilaku masyarakat. Memiliki ketertarikan pada inovasi finansial berbasis teknologi serta isu-isu terkait digitalisasi layanan publik, budaya digital, dan keamanan informasi. Secara konsisten menulis gagasan dan opini sebagai bentuk kontribusi dalam memahami arah perubahan masyarakat di era teknologi.
- Advertisement -

Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial tidak hanya berkembang sebagai ruang berbagi informasi, tetapi juga menjadi arena yang membentuk pola pikir dan perilaku sosial masyarakat. Di balik tampilan konten yang muncul pada layar pengguna, terdapat algoritma yang bekerja secara sistematis untuk memilah, merekomendasikan, dan mengatur informasi agar sesuai dengan preferensi individu. Hal ini menyebabkan media sosial memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini publik, terutama terkait isu sosial, politik, dan ekonomi.

 

Algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten yang dinilai “paling relevan” dengan kebiasaan pengguna berdasarkan aktivitas digital seperti riwayat pencarian, interaksi, dan durasi menonton. Meskipun bertujuan meningkatkan kenyamanan, sistem ini turut menciptakan filter bubble—situasi ketika seseorang hanya menerima informasi yang sejalan dengan sudut pandang mereka, sementara informasi alternatif tersaring secara otomatis. Akibatnya, masyarakat semakin rentan terhadap bias informasi, polarisasi pendapat, bahkan konflik digital.

Fenomena ini menjadi semakin kompleks ketika informasi yang beredar tidak selalu berasal dari sumber terpercaya. Peredaran berita palsu, disinformasi, dan konten provokatif mudah viral karena algoritma cenderung memprioritaskan konten dengan tingkat interaksi tinggi. Situasi ini mendorong munculnya opini publik yang dapat terbentuk bukan berdasarkan fakta, melainkan pada persepsi dan emosi yang dibangun melalui pola konsumsi informasi digital.

 

Di sisi lain, algoritma sebenarnya juga membuka peluang positif. Ketika digunakan dengan bijak, sistem ini dapat membantu masyarakat mengakses edukasi digital, meningkatkan literasi teknologi, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam berbagai isu publik. Misalnya, kampanye sosial, program edukasi, dan penyebaran informasi layanan publik dapat menjangkau audiens lebih luas dalam waktu singkat.

Namun, untuk memastikan aspek positif tersebut lebih dominan, literasi digital menjadi kunci utama. Masyarakat perlu memahami cara kerja algoritma, cara memverifikasi sumber informasi, dan pentingnya menilai konten secara kritis sebelum membagikan atau mempercayainya. Peran pendidikan, lembaga pemerintah, dan platform digital diperlukan untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, media sosial dan algoritma di dalamnya bukan sekadar alat teknologi, tetapi kekuatan sosial yang membentuk dinamika masyarakat modern. Tantangannya bukan hanya bagaimana teknologi berkembang, tetapi sejauh mana pengguna dapat mengelola informasi secara cerdas agar tidak mudah terpengaruh oleh arus konten yang bersifat manipulatif. Pada akhirnya, transformasi digital akan membawa dampak positif hanya jika masyarakat mampu menjadi pengguna informasi yang kritis, adaptif, dan bertanggung jawab.

Refrensi :

Penelitian Peran Algoritma Media Sosial dalam Membentuk Filter Bubble dan Echo Chamber di Kalangan Milenial dan Gen Z menunjukkan bahwa algoritma media sosial berperan besar dalam menampilkan konten sesuai preferensi pengguna, sehingga membatasi keberagaman sudut pandang dan memperkuat bias konfirmasi.

- Advertisement -

Studi Pengaruh algoritma filter bubble dan echo chamber terhadap perilaku pencarian informasi di internet mengungkap bahwa fenomena “filter bubble” dan “echo chamber” dapat memengaruhi cara pengguna mencari dan menerima informasi di internet — dengan potensi efek positif maupun negatif tergantung bagaimana pengguna menyikapinya.

Laporan tinjauan sistematis A systematic review of echo chamber research (2025) mengkaji bagaimana filter bubble dan echo chamber membentuk lingkungan informasi yang homogen di media sosial, sehingga dapat menyebabkan polarisasi opini dalam masyarakat digital.

Penelitian Algorithms, Filter Bubbles, and Information Consumption Patterns juga menyoroti bagaimana algoritma penyaringan konten di media sosial mengubah pola konsumsi informasi — pengguna cenderung hanya mendapatkan informasi yang mendukung pandangan awal mereka.

Tasya Soraya
Tasya Soraya
Pengamat teknologi sistem informasi yang aktif meneliti perkembangan transformasi digital dan dampaknya terhadap pola kehidupan sosial, ekonomi, dan perilaku masyarakat. Memiliki ketertarikan pada inovasi finansial berbasis teknologi serta isu-isu terkait digitalisasi layanan publik, budaya digital, dan keamanan informasi. Secara konsisten menulis gagasan dan opini sebagai bentuk kontribusi dalam memahami arah perubahan masyarakat di era teknologi.
Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.