Senin, Mei 17, 2021

Akhir Kontestasi Pemilu 2019

Norma dan Etik Kepala Daerah Menjadi Tim Sukses

Banyak Kepala Daerah terlibat menjadi tim kampanye Capres-Cawapres, baik di kubu Jokowi-Ma’ruf Amien, maupun di kubu Prabowo-Sandi. Hal ini mengacu pada Undang-Undang No 7...

Menyambut Pembangunan Prioritas 2019

Tahun 2019 terasa sangat sibuk bagi Indonesia, tidak hanya akan menggelar Pemilu serentak Legislatif dan Presiden, juga karena ditahun ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan...

Riuh Macron: Solidaritas Keagamaan Buta dan Rasisme Sayap Kanan

Sikap Presiden Prancis yang dianggap sebagai “penghinaan agama islam”, tidak sesimpel orang resek yang lagi menebar islamofobia, seperti diberitakan oleh media arus utama. Ada...

Revolusi Tak Meminum Susu Sendiri

menurut KBBI terbitan Balai Pustaka edisi cetak secara umum berarti perubahan secara cepat dan mendasar. Apanya yang berubah? tentu saja menyangkut sendi-sendi dasar...
Irwan
Mahasiswa SAA UIN IB Padang

Semenjak awal mula kontestasi pemilu 2019 di mulai sampai di umumkannya hasil pemilu 2019, drama demi drama masih saja terus berlanjut, belum selesai drama yang satu datang lagi drama yang baru.

Bak drama dalam sinetron di tv, setiap hari ada saja drama baru yang muncul di dalam kontestasi pemilu tahun ini. Dengan skenario dan sutradara yang berbeda.

Yang terbaru adalah Drama people power yang kemudian di ganti dengan gerakan kedaulatan rakyat yang di sutradarai oleh Amin Rais.

Dengan alasan pemilu curang ia menggaungkan aksi kedaulatan rakyat untuk menuntut KPU membatalkan kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin yang di anggap penuh dengan kecurangan.

Aksi yang di laksanakan pada tanggal 21-22 mei itu berujung dengan kerusuhan yang memakan korban dan kerugian itu pun di dalamnya masih di selimuti drama-drama kecil, seperti hoax tentang penyeludupan tentara dan polisi dari china yang membuat sosial media menjadi heboh dengan postingan foto-foto wajah polisi yang mirip dengan orang china itu dengan caption yang beragam.

Entah apa yang ada dalam pikiran Amin Rais dalam tujuannya mencetuskan aksi kedaulatan itu, yang jelas aksi itu sedikit pun tak ada manfaatnya hanya membawa kerugian baik untuk yang ikut dalam aksi tersebut, maupun orang-orang yang berada di sekitaran aksi tersebut.

Pertanyaannya adalah sampai kapan drama ini berlangsung? Itulah yang menjadi pertanyaan dalam benak penulis melihat keadaan yang terjadi saat ini.

Jika tidak ada salah satu yang mengalah dan berbesar hati dan rakyat sadar bahwa mereka hanya di jadikan pion oleh elit politik dalam melenggangkan kekuasaannya, maka drama busuk ini tidak akan pernah menemui ujungnya.

Sudahlah, ayo kita yang hentikan drama busuk ini. Jika elite politik tidak ada yang mau menghentikan nya, jangan mau lagi di hasut oleh elit politik yang mempunyai seribu cara dan akal untuk mendapatkan kepentingan nya dengan kedok memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ayo sadarlah, jangan terus membuat negara ini menjadi tertawaan negara lain, karena kekacauan yang terjadi saat ini.

Irwan
Mahasiswa SAA UIN IB Padang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.