Impelementasi Jargon HMI: Yakin Usaha Sampai

Naufal Syarief
Naufal Syarief
MAHASISWA HUKUM PIDANA ISLAM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA SEMESTER 1
- Advertisement -

Di dalam kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan berbagai dinamika tuntutan dan aspek sosial, kita seringkali dihadapkan dengan kewajiban yang harus kita tunaikan sebagaimana semestinya, maka dalam hal itu sudah sepatutnya kita sebagai manusia yaitu Makhluk yang diberi kemampuan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa baik itu berupa akal, pikiran dan ilmu pengetahuan yang mendasari dalam setiap kita melakukan aktivitas sehari-hari maka haruslah senantiasa berusaha semaksimal mungkin dan hadirkan rasa optimisme bahwa semua yang menjadi kewajiban dan tanggungjawab diembankan kepada kita, haruslah yakin bahwa kita mampu mewujudkannya saat menghadapi berbagai permasalahan yang muncul serta akan terealisasikan dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui beragam istilah atau jargon yang digunakan oleh berbagai komunitas, organisasi, atau bahkan kelompok sosial tertentu. Jargon ini memiliki peran penting dalam memperkuat identitas, komunikasi, dan budaya suatu kelompok.

Salah satu jargon yang menarik perhatian kita adalah “Yakin Usaha Sampai,” yang seringkali disingkat sebagai HMI. Meskipun awalnya merupakan jargon yang berasal dari salah satu organisasi atau komunitas, konsep “Yakin Usaha Sampai” dapat memiliki implikasi yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tulisan ini, kita akan mengeksplorasi makna dan implementasi jargon HMI “Yakin Usaha Sampai” dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kita akan memahami bagaimana filosofi ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam berbagai aspek kehidupan kita, termasuk dalam meraih tujuan, menghadapi tantangan, dan menjalani perjalanan hidup. Selain itu, kita juga akan melihat bagaimana konsep “Yakin Usaha Sampai” dapat membentuk sikap mental yang positif dan memiliki dampak yang mendalam pada individu dan masyarakat secara keseluruhan.

Melalui analisis dan penerapan jargon HMI ini, kita akan memahami bagaimana sebuah ungkapan sederhana dapat memiliki arti yang dalam dan relevansi yang besar dalam membentuk karakter dan sikap positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengimplementasikan konsep ini, kita dapat menciptakan perubahan positif dalam cara kita menjalani kehidupan, menghadapi rintangan, dan meraih impian kita.

Makna Implementasi “Yakusa” dan Korelasinya dengan Kehidupan 

Secara umum istilah Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pelaksanaan atau penerapan. Jika ditinjau lebih dalam lagi pengertian dari kata Implementasi adalah suatu kegiatan atau suatu tindakan dari sebuah rencana yang dibuat secara terperinci untuk mencapai suatu tujuan. Sebagaimana hal itu tertuang pula dalam Pasal 4 AD HMI yang berbunyi, Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya Masyarakat yang diridhoi Allah Swt.

Dalam Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI ada Iman, Ilmu, dan Amal. Ketiga kata tersebut merupakan kesimpulan dari isi NDP. Kemudian tiga kata tersebut di implementasikan dalam kata Yakusa, sehingga keduanya saling berkaitan. Sehingga korelasinya atau dalam keterkaitannya dengan kehidupan bermasyarakat, Yakinkan Dengan Iman, Usahakan dengan Ilmu, Sampaikan dengan Amal atau dipersingkat Yakin Usaha Sampai atau lebih dipersingkat lagi menjadi Yukusa memiliki makna yang sangat luas dan mendalam, apalagi jika kita jadikan dalam motto kehidupan dan motivasi diri kita.

Dalam Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI ada Iman, Ilmu, dan Amal. Ketiga kata tersebut merupakan kesimpulan dari isi NDP. Kemudian tiga kata tersebut di implementasikan dalam kata Yakusa, sehingga keduanya saling berkaitan. Yakusa mengajarkan para kadernya untuk selalu yakin usaha sampai di manapun berada. Yakusa memberikan ajaran baru, semangat baru bagi kader HMI untuk selalu tegak dan tegas dalam keadaan apapun yang sedang menimpa organisasi HMI.

Mengapa Yakusa dijadikan jargon dalam HMI. Hal ini mungkin semacam jargon yang biasa-biasa saja. Tetapi perlu kita ketahui Yakusa memiliki kandungan makna yang baik di dalamnya. Orang tidak akan bisa menjiwai apa makna kata yakusa sebelum seseorang itu pernah melakukan suatu hal sehingga dia sadar dan paham mengapa harus Yakusa. Apa istimewanya Yakusa. Setiap hari di dengar dalam kalimat “Man Jadda wajada”, hal tersebut sudah familiar di telinga orang.

Maka kamu akan paham kalimat ini menjadi jargon HMI.dari itu, Yakusa hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang sudah mencapai taraf titik temu kata yakusa dengan HMI. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, jika kita sedang diamanahkan sebuah tugas atau pekerjaan yang amat berat dan banyak, lalu kita mengimplementasikan Yakusa ini untuk dijadikan sebuah kata motivasi, maka secara tidak langsung diri kita terpacu terdorong untuk segera mungkin menyelesaikan sebuah atau bahkan beberapa tugas sekalipun yang diembankan kepada kita, tentunya tak lupa dengan penuh usaha yang keras dan tak lupa pula dengan penuh rasa keyakinan, maka niscaya apa yang kita inginkan dan kita kejar sebuah tujuan itu akan segera sampai kepada apa yang dimaksud tujuannya tersebut.

- Advertisement -

Kata motivasi tentu akan menjadi berguna apabila kata-kata tersebut merubah diri kita, baik itu pola pikirnya maupun segala tindakannya, untuk itu segala motuvasi haruslah diresapi secara mendalam setiap kata dan maknanya. Bukanlah hal mudah membuat kata motivasi yang dapat memotivasi diri sendiri apalagi memotivasi orang banyak pada umumnya. Maka, jadikan motivasi apapun itu khususnya yang penulis bahas yaitu Yakusa sebagai dasar dari setiap pola pikir dan segala tindakan kita. Sekian dari apa yang dapat penulis sampaikan semoga artikel ini dapat menjadikan motivasi dengan jargon HMI “Yakusa” dan tentunya juga bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. Yakinkan dengan Iman, Usahakan dengan Ilmu, Sampaikan dengan Amal.

Naufal Syarief
Naufal Syarief
MAHASISWA HUKUM PIDANA ISLAM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA SEMESTER 1
Facebook Comment
- Advertisement -