Sabtu, Juli 13, 2024

AI Masih Bergantung pada Manusia untuk Pemeliharaan Rutin

Dimas Mulyo Wicaksono
Dimas Mulyo Wicaksono
Mahasiswa Universitas Pamulang

Artificial Intelligence (AI) telah mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir ini, dengan memperlihatkan kemampuan yang mengesankan dalam berbagai bidang seperti pengenalan gambar, pemrosesan bahasa alami, dan permainan strategi.

Namun, meskipun AI menunjukanpotensi yang besar, masi ada beberapa alasan mengapa kemampuan AI saat ini belum melebihi kemampuan manusia dan mengapa AI masih memerlukan intervensi dan maintenance berkala oleh manusia. Seperti, Keterbatasan Adaptasi dan Fleksibilitas, Ketergantungan pada data dan algoritman,maintenance dan pembaruan berkala, etika dan pengambilan keputusan, dan kreativitas dan inovasi.

Manusia memliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi. Dalam situasi yang baru atau tidak terduga, manusia dapat dengan cepat belajar dan menyesuaikan diri. AI, sebaliknya, cenderung terbatas pada tugas –tugas spesifik yang telah dilatih. Ketika dihadapkan pada sutuasi yang belum pernah ditemui, AI sering kali memerlukan retraining atau penyesuaian parameter, yang memerlukan campur tangan manusia.

AI bekerja berdasarkan data dan algoritma yang digunakan untuk melathnya. Data yang tidak lengkap atau bias dapat dapat mempengaruhi performa AI secara signifikan. Selain itu, pengembangan dan pemeliharaan algoritma AI berfungsi sesuai dengan yang di harapkan . ini termasuk pembaruan rutin untuk mengatasi bug, meningkatkan efisiensi, dan meyesuaikan AI dengan perkembangan terbaru.

Seperti halnya perangkat lunak lainnya, AI memerlukan maintenance dan pembaruan berkala. Proses ini mencakup pengawasan kinerja, penyesuaian terhadap perubahan lingkungan atau kebutuhan pengguna, serta pemeliharaan keamanan untuk melindungi dari ancaman siber. Manusia memainkan peran penting dalam mengidentifikasi masalah, mengimplementasikan pembaruan, dan memastikan bahwa system AI tetap dapat di andalkan dan aman.

Keputusan yang amabil oleh AI sering kali memerlukan pengawasan manusia untuk memastikan bahwa keputusan tersebut sesuai dengan norma dan nilai-nilai etis. Misalnya dalam aplikasi medi atau hokum, keputusan AI harus diverifikasi oleh professional manusia untuk menghindari kesalahan yang dapat berdampak serius. Keterlibatan manusia dalam proses ini adalah krusial untuk menjaga keadilan dan akurasi.

AI mampu menghasilkan solusi berdasarkan pola yang telah dipelajri, namun kreativitas dan inovasi sering kali memerlukan pendekatan yang lebih menusiawi. Manusia kemampuan untuk berpikir di luar kotak, menciptakan ide-ide baru, dan mengeksplorasi solusi yang belum pernah dicoba sebelumnya. Sementara AI dapat mendukung proses kreatif, sentuhan manusia tetap esensial untuk inovasi yang sejati.

Meskipun AI telah mencapai banyak hal yang luar biasa, kemampuan AI saat ini belum mampu melebihi kemampuan manusia dalam banyak aspek penting, keterbatasan dalam adaptasi, ketergantungan pada data dan algoritma, kebutuhan akan maintenance berkala, serta peran manusia masih sangat diperlukan. AI adalah alat yang kuat, namun untuk saat ini, kemampuannnya masih sangat bergantungan pada pengawasan dan pemeliharaan oleh manusia.

Dimas Mulyo Wicaksono
Dimas Mulyo Wicaksono
Mahasiswa Universitas Pamulang
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.