Jumat, April 23, 2021

Abu Nawas yang Ternyata Gay

Milineal dan Konflik Kepentingan

Hakim Konstitusi, Saldi Isra,  pernah bercerita betapa sulitnya menjaga independensi sebagai seorang hakim, apalagi sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi yang dilabelkan sebagai seorang negarawan. Bahkan...

Pola Perilaku Masyarakat Selama Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret lalu, kini kasus positif Indonesia telah mencatatkan lebih dari 34 ribu kasus (6/10). Sampai saat ini kurvanya...

Kasus Nikmat Artis Rp80 Juta, Biasa Aja Tuh!

Terbongkarnya kasus prostitusi online yang diduga melibatkan artis Vanessa Angel oleh Polda Jawa Timur, tidak perlu dihebohkan. Skandal lendir nikmat artis seharga Rp80 juta...

Tentang Wapres dan Kisah Lebai Malang

Jagat perpolitikan sedang diramaikan dengan isu politik mengenai siapa yang akan jadi presiden dan wakil presiden (wapres) mendatang. Hingga kini, calon presiden (capres) mengerecut...
Avatar
Budi Setiawan
Pengamat Sosial dan Hubungan Internasional, tinggal di Jakarta
Doktor Mun’im Sirry , cendekiawan Islam asal Madura yang kini menjadi asisten profesor di Fakultas Theologi, Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat, pernah menulis di GEOTIMES soal ulama-ulama homoseksual.

Yang menjadi pusat perhatian saya adalah penggalan tulisannya soal Abu Nuwas atau yang kondang dengan sebutan Abu Nawas. Kita tahu Abu Nawas sangatlah populer lewat cerita sufi ala Mukidi dan hikayat 1001 malam serta dikaitkan dengan kejayaan Islam. Abu Nuwas adalah pencipta Al I’tiraf (Sebuah Pengakuan) yang syairnya berisikan pujian akan kebesaran Allah.

Hampir semua ulama kondang dan yang tidak kondang di Indonesia pernah melantunkan syair doa ini yang dinyanyikan juga oleh ratusan juta muslim, baik di masjid-masjid maupun di perayaan hari besar Islam. Bahkan banyak yang menangis sambil menyanyikan Al I’tiraf. Dan doa Abu Nawas itu memang sangat indah. Lihat video Hadad Alwy.

Tapi berapa banyak yang tahu bahwa Abu Nawas adalah seorang gay yang tetap sholat dan khatam Qur’an? Menurut Asisten Profesor mata kuliah “World Religion and World Church” ini, Abu Nuwas adalah seorang Gay. Ini bukan gosip karena menurut artikel lulusan Universitas Islamabad Pakistan dan UCLA California itu, Abu Nuwas mengaku dirinya gay yang diperkuat kesaksian orang-orang dekatnya.

Lebih lanjut Mun’im Sirry menulis:
“Hampir tanpa pengecualian, karya-karya sastra, puisi dan prosa, dari Abu Nuwas dan al-Jahiz hingga Alfu Lailah wa Lailah (Seribu Satu Malam), menyikapi kaum gay-lesbian dan seksualitas mereka dengan penuh penghormatan dan penerimaan. Tamsil cinta homoseksual dan erotisisme merupakan sesuatu yang sangat umum dalam karya-karya para sufi agung.”

Boleh jadi anda berasa sesak mendapati kenyataan bahwa Abu Nawas adalah gay, jika kita tidak berfikiran luas dan terbuka. Anda boleh mengatakan saya membuka aib sesama Muslim. Tapi jangan nasihati saya soal ini karena saya tidak bisa ber-tabayyun ke dia karena sudah ratusan tahun Abu Nawas berpulang. Jangan juga bilang saya harus berdiam diri pura-pura tidak tahu karena toh orang lain sudah membedah siapa Abu Nawas yang sebenarnya.

Selamat galau memikirkan apakah Abu Nuwas itu masuk surga atau neraka. Dan Muhammadiyah, silakan kaji apakah kalian mengharamkan senandung Al I’tiraf juga.

Avatar
Budi Setiawan
Pengamat Sosial dan Hubungan Internasional, tinggal di Jakarta
Berita sebelumnyaKebhinnekaan sebagai Simbol Persatuan
Berita berikutnyaKopi Lanang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.