OUR NETWORK
Senin, Oktober 25, 2021

Kondisi Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Santri Itu Keren

Pinjol Merajalela, di Mana Lembaga ZIS?

Habis Gelap Terbitlah Terang

Indonesia masih berada dalam masa pandemi virus corona atau covid 19 yang membawa dampak negatif kepada masyarakat terutama di bidang kesehatan, salah satunya adalah kesehatan mental.

Kesehatan mental tidak kalah penting dengan kesehatan jasmani, keduanya sama-sama memiliki pengaruh besar dalam tubuh manusia. Kesehatan mental sendiri dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak besar pada kepribadian dan perilaku seseorang.

Lalu bagaimana kesehatan mental bisa dikatakan baik atau stabil? Yaitu pada saat kondisi batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Beberapa orang masih kurang aware dengan kesehatan mental mereka dan menganggap remeh akan hal tersebut. Padahal dalam masa pandemi seperti ini, kesehatan mental menjadi masalah yang serius. Mengapa demikian?

Sebab masa pandemi ini membuat kesehatan mental kita menjadi tidak stabil. Beberapa orang mengalami stress yang tidak terkelola dengan baik dan berdampak pada nafsu makan menjadi tidak teratur, kesulitan konsentrasi, dan bahkan penurunan pada kesehatan fisik. Tentu saja hal itu akan membuat kita tidak sehat dan imunitas dalam tubuh kita pun menurun. Orang dengan imunitas rendah akan rentan tertular penyakit terutama virus corona.

Selain itu, apa saja dampak negatif kesehatan mental yang tidak stabil?

Banyak sekali dampak negatif pada kesehatan mental yang tidak stabil. Seperti gangguan mental yang dapat mengubah cara seseorang dalam menangani masalah, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri

Saat ini justru gangguan mental didominasi oleh para remaja di Indonesia. Selain depresi atau kecemasan, remaja dengan gangguan mental bisa mengalami frustasi atau marah secara berlebihan. Selain gejala psikologis, hal itu juga dapat menimbulkan gejala fisik, seperti sakit perut, sakit kepala, atau mual.

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Ftheconversation.com%2Fcovid-19s-parallel-pandemic-why-we-need-a-mental-health-vaccine-155198&psig=AOvVaw18Rgc2ibnat_hRB5Z3fLvY&ust=1626800374605000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjRxqFwoTCNiZxOvN7_ECFQAAAAAdAAAAABAD

Lalu apa saja yang harus kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental agar tetap stabil?

  1. Menyeleksi berita atau informasi yang kita terima. Banyak sekali berita simpang siur mengenai covid 19 ini dalam sosial media. Kita perlu menyeleksi berita tersebut dengan mengambil berita yang positif dan tidak mempercayai berita yang belum pasti jelasnya karena bisa jadi itu adalah hoax. Untuk tetap menjaga kestabilan mental, kita tidak boleh cemas akan berita simpang siur atau yang belum pasti kejelasannya.
  2. Melakukan hal yang kita sukai. Setiap manusia pasti memiliki hobi atau hal yang disukai seperti menyanyi, membaca buku, atau bermain game. Mengisi waktu luang di masa pandemi seperti ini dengan hobi, dapat menjadi hiburan pada diri kita sendiri. Hal itu tentu saja membuat kita senang dan menjaga kesehatan mental kita tetap stabil.
  3. Menerapkan pola hidup sehat dengan cara menjaga kandungan dalam asupan makanan kita, rajin berolahraga, dan kualitas tidur yang cukup.
  4. Menjaga komunikasi dengan keluarga. Meluangkan waktu setiap harinya untuk berkomunikasi dengan keluarga di rumah dapat membuat kita lebih tenang. Ceritakan hal-hal yang kalian alami atau hanya sekedar bercanda dengan keluarga.

Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.