Minggu, April 18, 2021

Mulai dari Pemilu, Menghilangkan Stigma Negatif bagi ODGJ

Didi Kempot, Sisifus, dan Hati yang Pupus

Dan McCafferty, bersama Nazareth boleh saja terlebih dulu menyanyikan patah hati dengan “love hurts”-nya. Band asal Skotlandia yang berdiri tahun 1968 tersebut, sekilas seperti...

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Mengapa Kita Meributkan Alfatekah Jokowi?

Presiden Jokowi kembali jadi pergunjingan. Kali ini bukan karena ia langsung turun di daerah bencana, atau menyelesaikan proyek infrastruktur yang mangkrak pada era SBY,...

Prabowo Subianto Membawa Kembali Orde Baru, Mungkinkah?

Calon presiden penantang petahana Prabowo Subianto kerap dicitrakan mewakili sisa-sisa Orde Baru. Ia dituding akan mengembalikan gaya pemerintahan Orde Baru. Pertanyaannya, benarkah itu yang...
Robby Karman
Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2018-2020

“Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia (mungkin juga dunia) orang gila, eh, orang nonwaras ikut nyoblos. Prestasi luar biasa.” Begitulah salah satu cuitan warganet pada linimasa twitter.

Cuitan tersebut merupakan komentar terhadap cuitan berita pelaksanaan pemilihan umum 2019 di salah satu rumah sakit jiwa. Stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengikuti pemilu masih beredar luas di masyarakat.

Bahkan muncul hoaks bahwa ODGJ sengaja diberi hak pilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memenangkan paslon tertentu. Beredar foto orang dengan gangguan jiwa sedang di data untuk dibuatkan KTP elektronik.

Foto tersebut diberi keterangan bahwa ODGJ sengaja di data agar bisa nyoblos. Padahal, yang sesungguhnya terjadi, KPU bekerjasama dengan Disdukcapil melakukan perekaman KTP elektronik guna pengecekan dan pemutakhiran data untuk daftar pemilih khusus. Lantas bagaimana sebenarnya kedudukan ODGJ dalam pemilu?

ODGJ mempunyai hak untuk memilih berdasarkan Pasal 5 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017. Dalam pasal tersebut diterangkan bahwa penyandang disabilitas yang memenuhi syarat berhak untuk memilih, mencalonkan diri dan menjadi penyelenggara pemilu. Gangguan jiwa dimasukkan ke dalam golongan disabilitas.

Hanya saja, karena memilih merupakan tindakan hukum, maka syarat pemilih harus cakap secara hukum. Oleh karena itu, ODGJ yang mau memilih harus disertai surat keterangan dokter. Apakah baru pemilu kali ini ODGJ mempunyai hak pilih?

Dari pemilu pertama tahun 1955 ODGJ sudah mempunyai hak pilih. Pemilih ODGJ bukan hal baru dalam dinamika pemilu di Indonesia. Hanya terlihat ada upaya menggoreng isu ODGJ untuk menuduh KPU melakukan kecurangan memenangkan paslon tertentu.

Kenyataannya, tuduhan ini tidak terbukti, hasil pemilu di beberapa Rumah Sakit Jiwa (RSJ) memperoleh hasil yang variatif. RSJ Grogol Jakarta paslon Joko Widodo–Ma’ruf Amin unggul dibanding lawannya. Sementara di RSJ Aceh paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli Jokowi–Amin.

Sementara itu, di RSJ Solo kedua paslon memperoleh suara yang sama yakni 29 suara. Logikanya, jika KPU sengaja memobilisasi ODGJ untuk kemenangan salah satu paslon, harusnya hasil seluruh RSJ seragam, tidak variatif seperti data di atas.

Jika kita lihat di media sosial, komentar-komentar warganet masih banyak yang bernada candaan yang mengarah kepada ejekan terhadap ODGJ maupun paslon. Misalnya pada berita di mana paslon Jokowi–Amin menang di RSJ, banyak yang berkomentar orang gila pilih orang gila. Begitupun sebaliknya, saat ada berita Prabowo menang di RSJ, muncul juga komentar bernada penghinaan.

Hal itu semua masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk menghilangkan stigma negatif bagi ODGJ.

Robby Karman
Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2018-2020
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

Menanti Istana Ibu Kota Baru

Dalam pekan kemarin virtual rencana desain Istana di ibu kota baru di Kalimantan Timur. Rencana pemerintahan Joko Widdo memindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan...

Upaya Normalisasi Hubungan Irak-Arab Saudi

Pada 2 April 2021, kantor berita Irak, INA, menyampaikan bahwa Perdana Menteri (PM) Irak, Mustafa Al-Kadhimi telah kembali ke tanah air setelah mengakhiri kunjungannya...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Banyak Baca Buku Jadi Pintar, Sedikit Baca Jadi Orba

Minggu lalu, akun twitter Presiden Jokowi @jokowi menggunggah kegiatan membagi-bagi buku. "Membagi buku untuk anak selepas Jumatan bersama masyarakat di Masjid Jami Annur, Johar...

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Perlukah Produk Riset Perguruan Tinggi Dipatenkan?

Salah satu tugas perguruan tinggi (PT) adalah melaksanakan penelitian atau riset sebagai bagian dari Tri Dharma PT. Produk-produk riset yang dihasilkan tentu saja berpotensi...

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.