Kamis, April 22, 2021

“Lebih TNI dari TNI” Adalah Wujud Sayang Prabowo ke TNI

Soal Starbucks, Ustadz Abdul Somad Kurang Gaul dan Kurang Piknik

Alkisah, ada orang yang sudah enak di surga, eh, tiba-tiba ditarik dan dipindah ke neraka. Lho kok bisa? Ternyata, usut punya usut, orang tadi...

Ahok dan Raksasa Penjaga Islam Pulau Jawa

Foto-foto Aksi 212 di Jakarta beberapa hari lalu membuat tidak sedikit pendukungnya membusungkan dada. Bukan hanya karena tidak adanya aksi brutal seperti pada 411...

Nietzsche, Politik Kebiri, dan Insting Kerumunan

15 Oktober 1844, seorang bayi yang kelak berbadan ringkih terlahir dari sebuah keluarga Protestan yang taat. Tak sebagaimana ekspresi pemikirannya yang terkesan maskulin, ketika...

Jokowi dan Mimpi Perpu KPK

Sampai sejauh ini belum ada tanda-tanda Presiden Joko Widodo akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (Perpu KPK). Walaupun desakan penyelamatan lembaga...
Avatar
Nizar Zahro
Ketua DPP Gerindra, BPN

Sebagian besar polemik politik terjadi lantaran berita bohong. Sebagian besar berita bohong muncul lantaran ketidakmampuan memahami konteks sebuah pernyataan. Anggapan Pak Prabowo menghina TNI lantaran menyatakan “lebih TNI dari TNI” dalam debat keempat pekan lalu adalah salah satu polemik karena ketidakmampuan pihak tertentu memahami konteks pernyataan tersebut.

Menjadi prihatin, lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) termasuk yang salah kaprah menanggapi pernyataan tersebut. Beliau menyatakan di hadapan pendukungnya saat kampanye di Palembang, “jangan sampai ada yang menjelekkan TNI kita. Jangan sampai ada yang meremehkan TNI kita”, tiga hari setelah debat berlangsung dengan maksud menyindir Pak Prabowo.

Padahal beliau hadir sepanggung dengan Pak Prabowo dalam debat dan bisa dipastikan mendengarkan secara utuh konteksnya. Tidak seperti orang lain, yang mungkin mendengarnya sepintas dan sepotong dari berita atau potongan video debat. Sungguh teramat disayangkan.

Saya memahami, bahwa dalam pertarungan politik segala cara boleh saja dilakukan. Akan tetapi, tidak sampai pikiran saya Pak Jokowi yang diagung-agungkan pendukungnya sebagai sosok cerdas dan merakyat bisa tidak mengaburkan pernyataan Pak Prabowo sedemikian rupa. Apalagi Pak Jokowi sendiri kerap menggembar-gemborkan komitmen melawan hoaks.

Sebab pernyataan Pak Jokowi tersebut terlanjur diamplifikasi pendukungnya sedemikian rupa sehingga mendiskreditkan Pak Prabowo, maka sebagai Ketua DPP Gerindra, saya merasa perlu meluruskannya.

Apabila kita kembali melihat secara utuh proses perdebatan waktu itu, terang Pak Prabowo secara berulang menegaskan komitmennya menguatkan pertahanan negara ini yang belum terlalu tangguh untuk menjadi pengaman manusia, sumber daya alam, serta upaya diplomasi.

Salah satu indikatornya, adalah anggaran pertahanan kita yang masih minim. Hanya 0,3 persen dari PDB Indonesia. Jauh di bawah Singapura. Padahal secara teritori Indonesia jauh lebih luas ketimbang Singapura. Sehingga, masih banyak kawasan yang tidak mampu terjaga dengan baik.

Akibatnya, sumber daya negara ini rentan terhadap pencurian. Kapal ikan asing masih banyak yang lolos dari pengawasan mencuri dari laut kita jumlah kapal perang sedikit untuk mengawasi wilayah laut yang luas. Teritori udara kita belum berdaulat sepenuhnya karena jumlah pesawat tempur yang minim. Bahkan banyak dari pesawat tersebut yang sudah tua dan rusak.

Semua itu adalah fakta yang menjadi keprihatinan Pak Prabowo. Sebagai seorang yang sejak usia 18 tahun telah bersumpah setia kepada negara, Pancasila dan TNI, beliau merasa bertanggung jawab untuk terus menjaga sumpahnya. Salah satunya dengan menguatkan angkatan perang demi mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan itu, Pak Prabowo pun telah secara konkret menjelaskan caranya, yakni dengan mengerem potensi kebocoran uang negara sebesar Rp1000 triliun per tahun seperti halnya yang dikatakan Litbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut, nantinya sebagian digunakan untuk meningkatkan kemampuan alutsista Indonesia. Sementara sebagian lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan menghentikan kebocoran uang negara, menunjukkan pula komitmen Pak Prabowo memberantas korupsi di negeri ini. Seperti yang beliau katakan, masih banyak pejabat-pejabat korup di negeri ini yang hanya bekerja berlandaskan asal bapak senang, bukan demi rakyat. Mereka itu yang ingin disingkirkan Pak Prabowo. Sebagai mitigasi korupsi, Pak Prabowo juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan ASN dan aparat keamanan, termasuk TNI.

Lalu, di mana salahnya? Di mananya yang menghina TNI?   Tidak ada.

Sebaliknya, pernyataan “lebih TNI dari TNI” adalah ungkapan rasa sayang kepada institusi tersebut dari Pak Prabowo. Beliau ingin TNI kuat dan menjadi penjaga demokrasi dengan independensinya. Agar tidak bisa dimanfaatkan pihak tertentu. Beliau juga ingin TNI memiliki visi yang maju dalam melaksanakan tugas pertahanan negara ini. Karena, menurut beliau, saat ini banyak pihak yang salah kaprah dalam menyusun strategi penguatan kedaulatan negara.

Sebagai mantan prajurit yang pernah terjun langsung ke medan perang, beliau sangat paham strategi penguatan TNI sebagai alat pertahanan negara. Itulah yang ingin beliau berikan kepada TNI apabila terpilih menjadi presiden. Yang secara otomatis efeknya secara luas untuk keamanan seluruh rakyat Indonesia.

Maka, bisa saya simpulkan di sini, Pak Prabowo sama sekali tidak pernah beranjak dari komitmennya sebagai seorang nasionalis untuk menjaga NKRI. Pak Jokowi dalam debat saya kira juga telah mengakuinya. Ketika Pak Prabowo menanyakan apakah layak seorang yang telah bersumpah menjaga NKRI dianggap mendukung radikalisme, Pak Jokowi secara jelas menyatakan, “Pak Prabowo nasionalis sejati.” Dan akan lebih baik jika pengakuan mulia Pak Jokowi tersebut diamini pendukungnya.

Avatar
Nizar Zahro
Ketua DPP Gerindra, BPN
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

ARTIKEL TERPOPULER

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.