Kamis, Juni 20, 2024

Akhlak untuk Negeri

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Peneliti Senior MAARIF Institute dan Komisaris Independen PT. Kereta Api Indonesia

Rabu, 6 Januari 2021, Bapak Franky Sibarani, Komisaris Utama PT. Semen Baturaja Tbk meminta saya untuk mewakili beliau pada acara peluncuran buku Akhlak untuk Negeri. Buku ini ditulis oleh Bapak Erick Thohir dan Ary Ginanjar Gustian, dihadiri sekitar 1000 orang secara daring dari berbagai kalangan. Narasumber utama istimewa, tiga menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari lintas generasi; Tanri Abeng, Dahlan Iskan dan Erick Thohir.

Akhlak untuk Negeri berisi tentang pikiran-pikiran Erick Thohir yang sering disebutnya sebagai “Core Value”. Nilai-nilai dasar dalam memajukan perusahaan-perusahaan BUMN. Semenjak awal kepemimpinannya di BUMN, Erick Thohir telah menekankan bahwa akhlak menjadi kunci untuk keberhasilan pengelolaan BUMN. Akhlak merupakan sumber dari moral, integritas, dan kejujuran. Dengan menjadikan akhlak sebagai panduan dalam mengelola sumber daya BUMN, maka praktik-praktik tata kelola yang tidak baik tak akan terjadi lagi.

Secara seksama saya menyimak dengan antusias sambutan Erick Thohir dalam acara itu, Ia menyampaikan, setiap orang dalam kehidupan akan meninggalkan warisan atau legacy. Warisan yang paling kuat adalah karakter, integritas, dan hasil kerja nyata untuk kepentingan dan kebaikan orang banyak.

Lebih lanju, Erick menegaskan dengan mantap bahwa setiap pemimpin harus menjadi contoh baik dalam setiap laku dan perjalanan hidupnya. Pernyataan Erick ini dibuktikannya secara nyata dengan berbagai terobosan dan inovasi. Diawal kepemimpinannya di BUMN, Erick langsung melakukan restrukturisasi dan memangkas birokrasi. Langkahnya ini terbukti, mereformasi birokrasi di BUMN menjadi lebih baik.

Tindakan-tindakan berani lain yang dilakukan Erick di antaranya adalah mengungkap secara terbuka kasus Garuda, Jiwaswaraya, Asabri dan berbagai kasus lainnya, memberi fakta bahwa perbaikan-perbaikan di BUMN sedang berlangsung dan akan terus berlanjut.

Peristiwa terbaru, Erick Thohir dan Budi Gunadi Sadikin mendatangi KPK untuk koordinasi terkait pengadaan dan program vaksinasi. Erick meminta KPK terlibat melakukan pengawasan agar dalam pelaksanaan program ini tidak ada tindakan-tindakan yang melanggar.

Saya pun berpikir dalam, sungguh ini contoh baik yang harus dilakukan oleh kementerian-kementerian dan lembaga-lembaga negara lainnya sehingga ada upaya-upaya pencegahan terhadap tindakan yang melanggar etika kerja dan hukum dalam setiap program yang dilakukan.

Berbagai langkah nyata yang dilakukan Erick Thohir itu sangat tepat. Dahlan Iskan dengan yakin menyatakan bahwa buku Akhlak untuk Negeri merupakan cermin diri Erick Thohir. Ini meneguhkan bahwa Erick adalah orang yang kata dan lakunya menyatu. Dahlan Iskan meminta agar buku ini menjadi nilai-nilai budaya perusahaan-perusahaan BUMN.

Saya pun jadi teringat, jauh sebelumnya, tokoh penegak moral bangsa, Buya Ahmad Syafii Maarif telah mengapresiasi pikiran dan langkah otentik Erick Thohir menjadikan akhlak sebagai kunci dan pondasi dalam pengelolaan BUMN.

Dalam suatu kesempatan, ketika penulis berbincang bersama Buya Syafii di kediamannya, Buya menyampaikan:

“Erick Thohir adalah sosok yang tepat untuk membenahi BUMN. Pikiran-pikirannya tentang akhlak sebagai panduan moral dalam mengelola BUMN adalah pikiran yang cerdas dan bernas. Erick Thohir, sosok pemimpin muda yang tulus untuk membenahi dan mengabdi kepada bangsa dan negaranya” ungkap Buya Syafii Maarif.

Selamat atas peluncuran bukunya Bang Erick. Teladan bagi Insan BUMN dan bangsa.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Peneliti Senior MAARIF Institute dan Komisaris Independen PT. Kereta Api Indonesia
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.