Selasa, April 7, 2026

Muhadjir Effendy: Perjuangan Palestina Butuh Dukungan Damai dan Literasi Informasi

- Advertisement -

Pontianak — Silaturahim Idul Fitri 1447 H Keluarga Besar Muhammadiyah Kalimantan Barat yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Pontianak, Minggu (5/4/2026), menjadi momentum refleksi keagamaan sekaligus kepedulian global. Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir Effendy menegaskan pentingnya peran umat dalam mendukung kemerdekaan Palestina secara damai dan rasional.

Muhadjir menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia, termasuk melalui forum Board of Peace (BOP), merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk mendorong terwujudnya perdamaian dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

Menurutnya, posisi yang didukung Indonesia dan mayoritas komunitas internasional adalah solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik.

“Kalau tidak ada perang, mestinya sudah terwujud dua negara, opsi yang kita dukung,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah menghambat realisasi solusi damai tersebut. Karena itu, upaya-upaya diplomatik melalui forum perdamaian seperti BOP menjadi penting untuk terus diperkuat.

Namun demikian, Muhadjir juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak boleh dibangun di atas informasi yang keliru. Ia secara khusus menyoroti maraknya disinformasi di era digital.

“Dalam soal perang ini, kita jangan percaya begitu saja. Berita di media sosial itu 70 persen isinya hoaks,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa literasi digital merupakan bagian penting dari perjuangan itu sendiri. Menurutnya, umat harus mampu memilah informasi agar tidak terjebak dalam narasi yang menyesatkan atau bahkan memperburuk keadaan.

Muhadjir mengajak warga Muhammadiyah untuk mengedepankan sikap kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menyikapi isu global, termasuk konflik Palestina. Solidaritas, katanya, harus berjalan beriringan dengan kejernihan berpikir.

“Perjuangan kemanusiaan itu harus dilandasi oleh kebenaran informasi, bukan sekadar emosi,” imbuhnya.

- Advertisement -

Acara silaturahim ini dihadiri oleh pimpinan dan warga Muhammadiyah se-Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, serta kalangan akademisi, yang bersama-sama menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat ukhuwah sekaligus kepedulian terhadap keadilan global.

Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.