Sabtu, Juni 19, 2021

Kabut Asap di Aceh Barat Kian Menebal Akibat Kebakaran Lahan

Gubernur Anies Baswedan Apresiasi Jakarta Fair Kemayoran 2018

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran 2018  pada   Minggu (1/7) malam kemarin di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kedatangannya tersebut...

Buruknya Pengelolaan Dana Pencegahan Kebakaran Hutan

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menemukan buruknya tata kelola dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan Indonesia. Berdasarkan riset Fitra di beberapa daerah, perencanaan...

Ribuan Umat Muslim Hadiri Dzikir Kebangsaan

Jakarta, 1/8 - Ribuan umat muslim memenuhi halaman depan Istana Merdeka, Jakarta untuk mengikuti Dzikir Kebangsaan pada Selasa malam. Menurut laporan Antara di halaman Istana...

Pemerintah Akan Sesuaikan Regulasi Pajak Mobil Sedan

Jakarta, 21/7 - Pemerintah akan menyesuaikan regulasi mobil jenis sedan dengan type SUV dan MPV sehingga sedan tidak lagi termasuk barang mewah. "Jadi ini sudah...

Prajurit TNI dari Kodim 0105 Aceh Barat sedang memadamkan api dengan cara manual. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww/17.

Meulaboh, Aceh, 27/7 – Ketebalan asap sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, kian meningkat dan sudah memasuki rumah-rumah penduduk pada Kamis pagi.

Selain mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan, kabut asap tebal juga memasuki rumah-rumah warga di Aceh Barat, sehingga warga merasakan sesak nafas akibat menghirup asap.

“Saat menghirup udara, tenggorokan terasa panas, bukan hanya di jalan, tapi di dalam rumah juga sudah masuk asap,” kata Yus, salah seorang ibu rumah tangga di kompleks perumahan Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Pesebaran titik api akibat kebakaran lahan gambut di wilayah Kabupaten Aceh Barat dilaporkan semakin bertambah menyusul cuaca terik dan tiupan angin menambah pesebaran lokasi kebakaran lahan gambut di daerah itu.

Pengguna jalan di seputar Kota Meulaboh, Kamis pagi, sudah semakin banyak menggunakan penutup wajah seperti masker dan banyak orang tua terpaksa menjemput kembali anak-anak mereka yang sudah berada di sekolah.

Asap muncul dari rawa gambut seperti di kawasan Suak Raya, Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, sementara kawasan yang diselimuti kabut asap tebal hampir merata di semua kecamatan daerah tersebut.

“Saat mau ke kota, perangkat desa kami batal, pas di kawasan Kecamatan Samatiga, di sana kabut asapnya sangat tebal, bukan hanya persoalan jarak pandang dekat, tapi dada terasa sesak,” kata salah satu Kepala Desa di Kecamatan Woyla Timur M Nasir.

Sementara itu, prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Meulaboh Kabupaten Nagan Raya Angga Yudha menuturkan, titik panas berpotensi muncul apabila suhu udara semakin meningkat.

Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Barat masih menanti hasil pemeriksaan dari Provinsi Aceh, terkait kadar asap dan udara yang begitu pekat menyelimuti wilayah tersebut selama hampir dua pekan ini.

Kepala DLHK Aceh Barat Adi Yunanda menuturkan apabila dilihat secara kasat mata, kondisi ketebalan asap dan gangguan dari asap sudah di atas normal, sebab banyak warga yang terkena infeksi saluran pernafasan.

“Kondisi ketebalan kabut asap ini sudah di atas normal, tidak seperti hari biasanya, jangan kan anak-anak sekolah dasar, orang dewasa pun sangat terasa dampak asap ini,” katanya menambahkan.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kapitalisme dalam Perspektif Buruk, Generasi Z Harus Paham!

Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi yang menjadikan modal sebagai penggerak utama perekonomian yang akan menciptakan segala macam kebijakan dalam sebuah negara. Menurut Adam Smith,...

Manifesto Arsip Bagi Pengelolaan Cagar Budaya

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam peninggalan sejarah, mengingat eksistensi terhadap banyaknya kerajaan-kerajaan yang pernah bertahta di bumi nusantara. Selain menjadi negara yang terkenal...

Setelah Sayyid Syarief Mengenolkan Diri

Syariefhans tampil di mimbar dengan gagah dan perlente. Ia mengenakan kemeja hijau tua, dengan lengan panjang yang dikancing rapi. Ketampanan dan kulit putihnya membuat...

Viral, BTS Meal di Tengah Pandemi

BTS Meal adalah menu yang dihasilkan dari kolaborasi antara McDonal dengan Boyband Grup BTS, Korea Selatan. McDonald didirikan pada tahun 1940 oleh Richard dan...

Meluruskan Kasus Takmir Melarang Salat Bermasker di Masjid

Ramai menjadi perbincangan publik saat video berdurasi 2 menit sekian memperlihatkan “brutal”-nya ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Amanah, Jalan Kampung, Tanah Apit, RT...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.