Industri halal di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk, layanan, serta gaya hidup halal.
Pertumbuhan tersebut terlihat pada berbagai sektor, mulai dari kuliner halal, fashion muslim, skincare halal, travel muslim, pendidikan, keuangan syariah, hingga berkembangnya berbagai brand lokal dan UMKM halal yang semakin aktif berinovasi dan memperluas jangkauan pasarnya.
Di tengah perkembangan tersebut, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mencari informasi, mengenal sebuah brand, membangun kepercayaan, hingga mengambil keputusan pembelian. Kehadiran digital yang kuat kini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya saing sebuah brand.
Konsumen modern tidak hanya menilai kualitas produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi juga memperhatikan bagaimana sebuah brand membangun eksistensi, berinteraksi dengan audiens, mengelola reputasi, serta menghadirkan pengalaman yang relevan melalui berbagai platform digital.
Bagi brand halal, ruang digital memiliki peran yang semakin strategis. Website resmi, mediasosial, marketplace, publikasi media online, hingga berbagai kanal komunikasi digital telah menjadi sarana utama dalam membangun awareness, memperkuat kredibilitas, meningkatkan engagement, dan memperluas jangkauan pasar.
Aziz Fahmi, Pemimpin Redaksi Halal Today di Jakarta (24/9) mengatakan bahwa semakin kuat eksistensi digital yang dimiliki, semakin besar pula peluang sebuah brand untuk memperkuat positioning, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Era digital membawa brand harus mampu berakselerasi lebih cepat lagi agar positioning mereka semakin kuat sehingga berdampak pada maximum trust dari pasar,” sebutnya.
Lebih lanjut Aziz menyampaikan bahwa brand tidak hanya hadir untuk menawarkan produk kepada konsumen, tapi juga bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan, memberikan informasi yang baik dan relevan, serta mampu berkomunikasi dengan kebutuhan masyarakat.
“Konsumen saat ini semakin aktif mencari informasi. Sebelum memilih sebuah produk, mereka tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan kebutuhan, tetapi juga semakin memperhatikan informasi mengenai produk, nilai yang dibawa oleh sebuah brand, serta sejauh mana mereka dapat mempercayai brand tersebut,” katanya.
Apresiasi bagi Brand Halal
Memasuki tahun 2026, perkembangan ekosistem halal digital di Indonesia semakin dinamis. Persaingan antar brand semakin terbuka, perilaku konsumen semakin digital-oriented, dan ekspektasi masyarakat terhadap transparansi, komunikasi, serta kualitas interaksi digital terus meningkat.
Dalam kondisi tersebut, brand-brand yang mampu membangun Digital Presence yang kuat, menciptakan Public Engagement yang positif, menjalankan Media & PR Activity secara konsisten, serta menunjukkan Marketplace Performance yang baik menjadi representasi nyata dari brand halal yang adaptif dan relevan dengan perkembangan era digital.
Lisa Noviani, Direktur Dinamic Marketing Research memaparkan objek riset dari penyelenggaraan IDHBA 2026 ini dengan sejumlah tahapan. Diawali dari Identify yaitu mengamati brand dengan performa positif, lalu observasi dengan memerhatikan eksistensi dan aktifitas digital, kemudian evaluasi yang berdasarkan data publik dan ditutup dengan tahapan recognize yaitu pengukuran sebagai dasar penghargaan.
Empat dimensi penting dalam performa riset yang mencakup penilaian antara lain: DIGITAL PRESENCE — 25%, PUBLIC ENGAGEMENT — 25%, MEDIA & PR ACTIVITY — 25% dan MARKETPLACE PERFORMANCE — 25%.
Atas dasar itulah, Halal Today bersama Yayasan Khazanah GNH menyelenggarakan Indonesia Digital Halal Brand Awards (IDHBA) 2026 dengan mengusung tema: “EMPOWERING HALAL BRANDS IN THE DIGITAL ERA”
Sebagai program berbasis observasi dan riset digital, Indonesia Digital Halal Brand Awards 2026 tidak hanya bertujuan memberikan apresiasi kepada brand yang menunjukkan performa positif di ruangdigital, tetapi juga menjadi referensi dan barometer bagi pelaku industri, investor, komunitas, konsumen, serta masyarakat dalam melihat perkembangan brand halal di era digital modern.
Penghargaan ini juga menjadi bentuk pemetaan terhadap brand-brand halal yang menunjukkan kinerja digital yang menonjol berdasarkan hasil observasi yang dilakukan melalui pendekatan Halal Digital Brand Observation and Research.
Salam dari Melbourne
Prof. Dr. KH. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A. (Hons) yang akrab disapa Gus Nadir selaku pembina Yayasan Khazanah GNH menyampaikan salam dan permohonan maaf serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dalam kegiatan Indonesia Digital Halal Brand Awards 2026 dari Australia, tepatnya di University of Melbourne.
Katanya, perkembangan ekosistem halal Indonesia merupakan sebuah perjalanan yang membutuhkan peran dan kolaborasi dari berbagai pihak. “Brand dan pelaku usaha memiliki peran yang sangat penting karena mereka berada dekat dengan masyarakat dan konsumen,” sebut Gus Nadir
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat, kata dia, ruang digital juga menjadi bagian yang semakin penting dalam membangun komunikasi, memberikan informasi, dan memperkuat kepercayaan.
Gus Nadir berharap apresiasi ini mampu menjadi energi positif bagi seluruh brand untuk terus berkembang dan mengambil peran dalam penguatan ekosistem halal Indonesia.
“Dan semoga melalui kolaborasi antara brand, pelaku usaha, masyarakat, komunitas, media, lembaga, serta berbagai pihak lainnya, ekosistem halal Indonesia dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang semakin luas,” pungkasnya.
Merek-merek peraih Indonesia Digital Halal Brand Awards 2026
- Aqua untuk kategori AMDK
- SGM untuk kategori Susu Bubuk Anak
- Whincezz untuk kategori Keju
- Ranisa untuk kategori Fried Chicken
- Teh Kotjok untuk kategori Kedai Teh
- Gendes untuk kategori Feminime Hygiene
- Detoplus untuk kategori Herbal Wellness
- Kanemura untuk kategori Japanese Street Food.
