Kamis, Juli 18, 2024

Efisiensi Anggaran Internal, Ketua OJK: Tak Perlu Pakai Marcedes

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/17.

Jakarta, 21/7 – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang baru saja dilantik, Wimboh Santoso, menjanjikan efisiensi anggaran internal cukup signifikan, salah satunya dengan menurunkan anggaran mobil dinas dengan tidak menggunakan fasilitas mobil kelas satu bagi pimpinan.

Wimboh Santoso dalam konferesi pers Kamis jelang tengah malam di Jakarta, bahkan mengatakan bisa saja mobil dinas Anggota Dewan Komisioner OJK berasal dari mobil sewaan.

“Yang jelas mobilnya tidak Mercedes lagi, tentunya yang bisa kita sewa sehingga artinya perjalanan dinas sangat selektif, yang bisa memberikan nilai tambah,” kata Wimboh setelah rapat perdana DK OJK yang menghabiskan waktu enam jam.

Wimboh mengatakan efisiensi anggaran juga akan dilakukan dengan kebijakan perjalanan dinas yang sangat selektif dan disertai fasilitas yang sederhana.

“Kami ingin bangun kultur yang baik dan menjadi ‘role model’ bagi seluruh karyawan,” tuturnya.

Efisiensi anggaran di tubuh lembaga pengawas industri jasa keuangan dengan total aset lebih dari Rp8 triliun itu juga akan dilakukan dengan perampingan jumlah jabatan struktural di level Deputi Komisioner.

Wimboh belum dapat mejelaskan berapa jumlah deputi komisioner yang akan dia kurangi. Namun dia memastikan jumlah deputi komisioner akan lebih sedikit dibanding 17 kursi saat ini.

Perampingan jumlah pejabat teras di OJK juga, kata Wimboh, agar membuat penentuan kebijakan lebih cepat.

“Penyesuaian organisisasi agar lebih ramping efisien dan cepat mengambil keputusan tentunya. Kebijakan kita lebih cepat dan baik untuk diputus,” ujar dia.

Wimboh menjelaskan efisiensi anggaran di OJK harus dilakukan karena industri jasa keuangan semakin kompleks dan memunculkan berbagai tantangan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Sementara dia ingin OJK agar tetap hanya mengandalkan pendanan dari iuran industri jasa keuangan, alias tidak lagi mengandalkan dana dari APBN.

“Kita juga ingin membangun kultur bukan saja kita bisa membuat biaya jadi lebih rendah tapi membuat kultur supaya kita lebih efisien dan sederhana serta mencerminkan bagaimana kita sebagai masyarakat,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, dengan efisiensi anggaran yang baru berjalan di pertengahan 2017 ini, Wimboh menargetkan dapat menghemat anggaran hingga Rp200 miliar hingga akhir tahun.

Dia menjanjikan penghematan anggaran ini tidak akan menurunkan kualitas pengawasan dan pengaturan dari OJK terhadap industri jasa keuangan.

“Untuk efisiensi ini kita tidak ingin mengganggu pelaksanaan tugas, karena yang dihemat tidak terkait langsung dengan pengawasan, mungkin lebih banyak soal acara menghadiri seminar, mungkin itu yang akan kita kurangi,” ujar dia.(Sumber: Antara)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.