Selasa, Mei 18, 2021

APBN 2016 Rawan Diselewengkan

Gerindra, PAN dan PKS Laporkan Victor Laisdokat ke Bareskrim

Jakarta, 4/8 - Pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laisdokat di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 1 Agustus lalu memancing emosi sejumlah partai politik. Pasalnya,...

Kesejahteraan Jadi Masalah Terbesar Perawat Indonesia

Depok, 22/7 - Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengatakan bahwa masalah kesejahteraan merupakan tantang terbesar bagi profesi perawat. Hal tersebut Harif...

PUKAT UGM: Pemberantasan Korupsi Hancur Lebur

Setahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memimpin, cita-cita untuk mengupayakan penegakan dan pemberantasan korupsi di Indonesia hancur lebur. Sebab, faktanya janji yang disampaikan Jokowi-JK pada...

Perombakan Kabinet Jilid II Tersandera Partai Politik

Desakan publik kepada Presiden Joko Widodo untuk merombak kembali Kabinet Kerja kembali mencuat. Itu karena publik menilai masih ada pembantu presiden yang tidak bekerja...
Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.

Rapat paripurna pembahasan APBN di DPR/kemenkeu.go.id

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 dinilai rawan terjadi konflik kepentingan antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasalnya, pembahasan RAPBN 2016 yang dijadwalkan selesai pada Kamis (22/10) lalu molor. Hingga kini proses pembahasannya masih terus dberlarut-larut di parlemen.

“Pembahasan yang terus berlarut-larut itu diduga ada upaya kepentingan politik yang menyandera pembahasan APBN 2016. Tarik-menarik kepentingan ini  dikhawatirkan terjadi pola transaksional antara pemerintah dan DPR yang berujung pada penyelewengan uang negara,” kata Apung Widadi, Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) ketika ditemui di Jakarta, Rabu (28/10).

Dia mengungkapkan, ada beberapa titik rawan yang menjadi potensi terjadinya konflik kepentingan dalam pembahasan APBN 2016 antara pemerintah dan DPR. Pertama, Badan Anggaran DPR dan pemerintah telah menyetujui penambahan besaran Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Badan Usaha Milik Negara menjadi Rp 34,3 triliun dari usulan pemerintah sebesar Rp 33 triliun.

Penyaluran PMN ini, kata Apung, menjadi pertanyaan besar bagi publik. Sebab, laba yang disetor oleh BUMN setiap tahunnya tidak sebanding dengan PMN yang diberikan. Bahkan pada APBN 2016 labanya diturunkan menjadi Rp 31 triliun. Angka ini lebih rendah Rp 5 triliun atau 15,7% jika dibandingkan dengan target APBN-P 2015 sebesar Rp 36 triliun.

“PMN untuk BUMN yang diberikan sebelumnya di APBN-P 2015 belum digunakan sepenuhnya, baru sekitar 60-70 persen,” tutur Apung. “BUMN yang mendapat PMN bingung mendapat suntikan dana yang begitu besar. Apalagi, tidak ada program kerja yang terukur dan tepat sasaran. Lantas untuk apa kemudian diberikan PMN lagi? Dan yang paling menjadi pertanyaan besar akan lari ke mana uang ini nantinya.”

Titik rawan berikutnya adalah ihwal transfer daerah yang meningkat cukup signifikan melalui dana desa dan dana alokasi khusus. Dalam RAPBN 2016 transfer daerah dianggarkan sebesar Rp 782 triliun. Jumlah ini naik sebesar Rp 117 triliun dari sebelumnya Rp 664 triliun. Kenaikan jumlah anggaran ini terdiri atas dana transfer ke daerah yang naik sebesar Rp 91 triliun dan dana desa naik Rp 26 triliun menjadi Rp 47 triliun.

“Yang menjadi kekhawatiran dan rawan terjadi penyelewengan uang negara adalah dana alokasi khusus. Sebab, untuk pencairan dana tersebut, ada sejumlah persyaratan yang salah satunya ialah harus mendapat persetujuan dari DPR. Hal ini rawan menjadi ajang transaksional dan berpotensi menjadi bancakan para elite politik,” kata Apung.

Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.