Kamis, Mei 30, 2024

Petinju Filipina Pacman Kunjungi Mary Jane

Petinju Filipina Manny Pacquiao atau Pacman (kiri) berjalan memasuki Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan saat mengunjungi terpidana mati kasus narkotika asal Filipina, Marry Jane Fiesta Veloso di LP Wirogunan, Yogyakarta, Jumat (10/7). Dalam kunjungannya Pacman melakukan doa bersama serta memberikan sejumlah uang kepada Marry Jane yang ditunda eksekusinya menyusul pengakuan warga Filipina, Maria Kristin Sergio yang sengaja menaruh bungkusan narkoba di dalam tas Mary Jane saat hendak terbang ke Indonesia. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Petinju Filipina Manny Pacquiao atau Pacman (kiri) berjalan memasuki Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan saat mengunjungi terpidana mati kasus narkotika asal Filipina, Marry Jane Fiesta Veloso di LP Wirogunan, Yogyakarta, Jumat (10/7). Dalam kunjungannya Pacman melakukan doa bersama serta memberikan sejumlah uang kepada Marry Jane yang ditunda eksekusinya menyusul pengakuan warga Filipina, Maria Kristin Sergio yang sengaja menaruh bungkusan narkoba di dalam tas Mary Jane saat hendak terbang ke Indonesia. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Petinju profesional asal Filipina Manny Pacquiao mengunjungi terpidana mati kasus narkotika Mary Jane Fiesta Veloso di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Wirogunan, Kota Yogyakarta, Jumat pagi tadi.

Manny Pacquiao atau “Pacman” dengan mengenakan kemeja biru muda tiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan pukul 07.40 WIB.

Ia didampingi istrinya, Jinkee Jamora, serta Duta Besar Filipina Maria Lumen B. Isletta dan rombongan Kedutaan Besar Filipina.

“Terima kasih telah mengizinkan saya mengunjungi Mary Jane dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan presiden yang telah membantu dia,” kata PacMan saat memasuki mobil usai pertemuan yang berlangsung selama 30 menit itu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Yogyakarta Dwi Prasetyo Santoso mengatakan kunjungan PacMan tidak memiliki tujuan tertentu. Kunjungan itu bersifat pribadi sebagai sesama warga negara Filipina.

PacMan juga hanya mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian yang dialami oleh Mary. Sebelum bertemu Mary, PacMan juga sempat menanyakan mengenai bagaiaman perlakuan para petugas lapas terhadap Mary selama ini.

“Kami jawab semua petugas baik, malah memberikan pelajaran yang berguna bagi Mary,” kata dia.

Kedatangan PacMan ke Wirogunan, bukan kunjungan utamanya. Ia punya rencana syuting di Lereng Merapi untuk iklan sebuah produk minuman.

Dalam pertemuan itu, PacMan beserta istrinya menemui Mary dalam ruangan besuk tertutup. Mereka juga meminta tidak diganggu siapa pun.

“Di ruangan besuk hanya bertiga, Mary, PacMan dan istrinya. Mereka ingin bicara dari hati ke hati,” katanya.

Di akhir pertemuan itu, PacMan, pria kelahiran 17 Desember 1978 itu memberikan sejumlah uang dalam amplop kepada Mary, sementara Mary memberikan kenang-kenangan untuk PacMan berupa syal dengan renda bertuliskan “PacMan” serta cincin akik putih.

“Akan tetapi, karena SOP-nya narapidana tidak boleh membawa uang, uang diserahkan ke petugas untuk dicatat. Sewaktu-waktu Mary membutuhkan bisa diserahkan,” kata Zaenal. (Antara)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.