
Para perunding telah membuat “kemajuan tulus” dalam pembicaraan yang sedang berlangsung mengenai program nuklir Iran, tapi beberapa masalah rumit tetap belum diselesaikan, kata Gedung Putih pada Senin, kemarin.
“Telah ada beberapa masalah penting dalam perundingan yang telah ditutup, dan itu adalah tanda baik,” kata Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest.
Setelah lebih dari dua pekan bernegosiasi di Ibu Kota Austria, Wina, Iran dan enam negara besar di dunia bergerak ke arah kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian selama satu dasawarsa mengenai program nuklir Iran.
Masalah perdebatan utama meliputi embargo senjata PBB atas Iran, pelaksanaan pengawasan masyarakat internasional atas program nuklir Iran dan langkah keringanan sanksi.
Iran telah berkeras menuntut pencabutan semua sanksi, termasuk embargao senjata konvensional. Namun, negara Barat keberatan untuk menyerah dalam masalah itu, dan menyuarakan keprihatinan bahwa rudal dapat digunakan untuk mengirim hulu-ledak nuklir.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menginstruksikan timnya untuk tetap terlibat dan ikut dalam perbincangan selama percakapan itu tetap bermanfaat, kata Earnest.
Di Teheran media Iran melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad-Javad Zarif mengatakan kesepakatan yang dinantikan banyak pihak tak bisa dicapai pada Senin, tapi ia mendesak negara besar di dunia bagi lebih banyak diplomasi.
Zarif menjawab, “Tidak”, ketika ditanya apakan kesepakatan nuklir dapat dicapai pada Senin malam, kata Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), yang setengah resmi.
Zarif mengatakan “mungkin” bahwa pembicaraan antara Iran dan negara besar di dunia bisa mencapai akhir pada Selasa.
Pembicaraan itu telah lolos tenggat sebelumnya, 30 Juni dan 7 Juli.
Namun beberapa laporan, dengan mengutip seorang diplomat Iran, pada Selasa mengatakan Iran dan negara besar di dunia “telah mencapai kesepakatan” mengenai program nuklir Republik Islam itu.
Hasil dari pembicaraan antara Iran dan enam negara Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Tiongkok, Rusia ditambah Jerman akan diumumkan pada pukul 08.00 GMT, kata seorang juru bicara Uni Eropa. (Antara/Xinhua)