Jumat, April 19, 2024

Menuju Dunia Bebas AIDS

Ibu hamil positif HIV akan mendapatkan perawatan khusus guna memutus penularan/SHUTTERSTOCK
Ibu hamil positif HIV akan mendapatkan perawatan khusus guna memutus penularan/SHUTTERSTOCK

Kuba berasil memutus penularan HIV dari ibu ke anak.

Publik dunia dikejutkan oleh pemberitaan terbaru di bidang kesehatan mengenai potensi memutus penularan human immunodeficiency virus (HIV). Terobosan tersebut dilakukan negara Kuba, Amerika Tengah.

Kuba menjadi negara pertama di dunia yang menerima validasi dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk keberhasilan memutus penularan HIV dari ibu ke anak. Hal tersebut secara resmi diumumkan WHO, dua pekan lalu.

Dalam pengumuman tersebut, Direktur Jenderal WHO Dr Margaret Chan menggambarkan prestasi yang dicapai Kuba ini merupakan kemenangan besar dan langkah penting menuju generasi dunia bebas AIDS. Menurut Chan, ini salah satu pencapaian penting di dunia kesehatan.

Hal senada diungkapkan Michel Sidibe, Direktur Eksekutif UNAIDS. Menurut Sidibe,  prestasi Kuba menunjukkan potensi untuk mengakhiri epidemi AIDS. Dia berharap Kuba menjadi negara pelopor untuk negara-negara lain untuk tergerak mencapai prestasi serupa hingga seluruh negara bebas HIV-AIDS.

Untuk mendapat pengakuan tersebut, Kuba harus melewati proses validasi atas beberapa kriteria yang ditentukan WHO dan mitra utamanya, Pan American Health Organization, yang dikeluarkan pada 2014.

Proses validasi dilakukan tim pakar kesehatan internasional, yang diputuskan melalui diskusi panel. Tolok ukur adalah berkurangnya jumlah penularan hingga level terendah, sehingga bukan lagi menjadi fokus masalah kesehatan negara tersebut.

PAHO dan WHO, termasuk sejumlah pakar kesehatan dari Amerika Serikat, Bahama, Italia, Jepang, dan Zambia, menghabiskan waktu selama lima hari di Kuba pada Maret lalu. Mereka mengunjungi pusat kesehatan, laboratorium, dan kantor pemerintah di seluruh Kuba untuk wawancara kesehatan.

Sejak tahun 2010 WHO, PAHO, dan mitranya telah bekerja di Kuba dan negara-negara lain di Benua Amerika, mendorongkan inisiatif regional mencegah penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak. Mereka meningkatkan metode pengobatan antiretroviral sebagai bagian dari inisiatif regional.

Inisiatif ini memastikan akses penuh perawatan prenatal dan tes HIV dan sifilis untuk wanita hamil dan pasangannya. Ibu hamil dengan hasil tes positif akan mendapatkan perawatan khusus, meliputi diet, olahraga, prosedur persalinan, dan menyusui. Kelak ibu hamil yang positif harus menjalani persalinan dengan operasi caesar dan tidak diperbolehkan menyusui bayinya.

Prosedur ini berpengaruh sangat besar dalam memutus rantai penularan. Di tahun 2013 terbukti hanya ada 2 bayi yang lahir dengan HIV di Kuba dan 5 bayi yang lahir dengan sifilis kongenital.

Program pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak dilakukan oleh konselor yang dilatih khusus dan di Indonesia sudah bisa dilakukan di puskemas.

Para ilmuwan mengatakan, penghapusan AIDS adalah hal yang mungkin terjadi jika program pencegahan HIV terus dilakukan, bahkan meski obat AIDS belum ditemukan. Penurunan infeksi di Kuba bisa menjadi terobosan besar dalam kampanye penghapusan virus mematikan ini.

Diperkirakan tiap tahun 1,4 juta wanita yang terinfeksi HIV mengandung. Tanpa tindakan pencegahan, risiko penularan dari ibu ke anak mencapai 15 – 45 persen. Jika sang ibu menjalani terapi antiretroviral, risiko bisa ditekan hingga kurang dari 1 persen.

WHO mengungkapkan, di antara 22 negara dengan jumlah pengidap infeksi HIV terbesar, yakni 90 persen, 8 negara berhasil mengurangi infeksi itu pada anak-anak hingga di bawa 50 persen sejak tahun 2009.

Pemerintahan Komunis Kuba menyatakan layanan kesehatan gratis yang mereka terapkan merupakan prestasi besar dari revolusi 1959. Meski demikian, masyarakat biasa Kuba mengeluhkan penurunan standar layanan kesehatan sejak kejatuhan Uni Soviet. Uni Soviet merupakan pernah menjadi penyumbang dana kesehatan terbesar di Kuba pada 1991.

Untuk selanjutnya, studi ini akan dilakukan di Botswana, negara dengan tingkat infeksi HIV terbesar di dunia. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.