Jumat, Maret 1, 2024

Menteri Jonan: Terminal Terboyo Semarang Tak Layak

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Dirut Karoseri Laksana Iwan Arman (kanan) meninjau kesiapan perusahaan perakitan bus yang akan mengerjakan program pengadaan 1.000 unit bus rapid transit (BRT) di Ungaran, Kab. Semarang, Jateng, Rabu (22/7). Program yang digulirkan Pemerintah sebagai kompensasi penghapusan subsidi BBM serta penyediaan alat transportasi massal ini direncanakan selesai tahun 2019 dengan total mencapai 3.000 unit bus yang akan didistribusikan ke 33 provinsi. ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Dirut Karoseri Laksana Iwan Arman (kanan) meninjau kesiapan perusahaan perakitan bus yang akan mengerjakan program pengadaan 1.000 unit bus rapid transit (BRT) di Ungaran, Kab. Semarang, Jateng, Rabu (22/7). Program yang digulirkan Pemerintah sebagai kompensasi penghapusan subsidi BBM serta penyediaan alat transportasi massal ini direncanakan selesai tahun 2019 dengan total mencapai 3.000 unit bus yang akan didistribusikan ke 33 provinsi. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menilai kondisi Terminal Bus Terboyo Semarang, Jawa Tengah, sudah tidak layak dari segi sarana prasarana maupun pengaturan sistem transportasinya.

“Terminal Terboyo jelek sekali. Saya tidak bilang yang terburuk, namun memang sudah tidak layak,” katanya saat meninjau kondisi arus balik di Stasiun Tawang Semarang, Rabu.

Menteri Jonan mengunjungi sejumlah simpul transportasi, yakni Bandara Internasional Ahmad Yani, Terminal Terboyo, Stasiun Tawang, berlanjut ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Menurut dia, ketidaklayakan Terminal Terboyo Semarang bukan hanya pada kondisi sarana dan prasarana, namun juga sistemnya, di antaranya tidak ada penataan dalam sistem pemesanan tiket bus.

“Sekarang saya ‘nanya’. Terminal Terboyo sama Stasiun Poncol Semarang bagus mana? Terminal Terboyo sudah jelek sekali. Ya, supaya wali kota sama gubernurnya ‘dengar’,” katanya.

Terminal Terboyo Semarang merupakan terminal bus tipe A yang pengelolaannya berada di tangan Pemerintah Kota Semarang, namun rencananya pengelolaannya dikembalikan kepada pemerintah pusat.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan juga memberikan bantuan untuk pengembangan terminal-terminal di berbagai daerah, seperti Terminal Tirtonadi Solo.

Kalau ada usul dari pemerintah kota atau kabupaten mengenai pengembangan terminal kepada pemerintah pusat, kata dia, pihaknya pasti menindaklanjuti dengan mengucurkan bantuan dana.

“Ya, terminal itu kan milik Pemkot Semarang. Pada 2017 pengelolaan terminal tipe A kan kembali ke pemerintah pusat. Tahun depan kami akan siapkan,” kata Jonan. (Antara)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.