Senin, April 15, 2024

Ketika Pendaftaran Siswa Baru Secara Online Bermasalah

Sejumlah siswa mencoba mengakses laman Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (1/7). Hari pertama pendaftaran siswa baru tingkat SMP/SMA/SMK melalui jalur online di daerah tersebut beberapa kali mengalami kemacetan akibat tingginya akses yang menyebabkan server overload. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Sejumlah siswa mencoba mengakses laman Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (1/7). Hari pertama pendaftaran siswa baru tingkat SMP/SMA/SMK melalui jalur online di daerah tersebut beberapa kali mengalami kemacetan akibat tingginya akses yang menyebabkan server overload/ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online adalah pendafaran dan penerimaan siswa-siswi baru setingkat SD, SMP, SMA, dan SMK yang dilakukan secara online atau berbasis internet. Pendaftaran siswa baru secara online ini adalah sebuah sistem yang dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh dinas pendidikan kabupaten kota yang ada di Indonesia. Sistem ini terhubung ke seluruh sekolah yang ada di daerah tersebut, mulai dari pendaftaran hingga pengumuman penerimaan siswa baru.

Sistem ini sangat berguna dan mudah karena pendaftar tidak perlu datang ke sekolah yang mereka inginkan tetapi hanya daftar melalui formulir yang disediakan secara online. Rangkaian kegiatan pendaftaran online dimulai 29 Juni 2015 dan akan diumumkan tempat kosong pada 4 Juli 2015.

Namun, pendaftaran siswa baru berbasis internet ini ternyata masih bermasalah seperti yang terjadi di Bogor dan Tulungagung.

Sistem pendaftaran siswa baru mengalami kerusakan sehingga menyulitkan orangtua murid yang akan mendaftarkan anaknya. “Gangguan terjadi karena banyak yang mengakses website PPDB sehingga terjadi overload,” ungkap Bambang Triyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung

Gangguan akses pendaftaran tersebut membuat sejumlah siswa harus menunggu cukup lama. Beberapa kali laman pendaftaran siswa baru di internet bisa diakses untuk melakukan sejumlah langkah pendaftaran. Namun beberapa menit kemudian sistem kembali mengalami gangguan. Penyebab utama dari gangguan ini adalah keberadaan server yang belum siap dan banyaknya murid yang mendaftar secara serentak.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK yang ada di Kabupaten dan Kota Bogor berjumlah 1.339 sekolah negeri. Sedangkan di Kabupaten Tulungagung tercatat ada 696 sekolah negeri. Jumlah sekolah yang mencapai ribuan ini serentak mengadakan pendaftaran online sehingga menyebabkan server melemah.

Gangguan ini mulai berlangsung sejak pukul 08.00 atau sejak pendaftaran dibuka.

Hal inilah yang menyebabkan Dinas Pendidikan Kota Bogor mengeluarkan kebijakan untuk proses penerimaan siswa baru bisa dilakukan dengan mendaftar langsung ke sekolah yang dituju. “Langkah ini diambil agar setiap calon peserta didik baru bisa memperoleh kepastian dalam mendaftarkan anaknya,” kata Fakharudin, Sekretaris Dinas Pendidikan Bogor.

Sistem berbasis online ini masih butuh perbaikan di berbagai bidang. Masalah yang cukup serius terjadi di fasilitas server yang ada. Banyaknya pendaftar memang menjadi pengaruh utama lemahnya server. Oleh karena itu, perbaikan harus segera dilakukan agar sistem ini dapat berjalan baik. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.