Senin, Februari 26, 2024

Kejagung Minta KPU Cermati Calon Berstatus Tersangka

Pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Depok, Dimas Oky Nugroho (tengah) dan Babai Suhaemi (kedua kiri), secara simbolik menggenggam sapu lidi didampingi para ketua DPC partai pengusung saat melakukan pendaftaran bakal calon walikota dan walikota Depok pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Kantor KPUD Depok, Jawa Barat, Senin (27/7). Pasangan Dimas-Babai yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Golkar, PAN, PPP, PKB, dan Nasdem tersebut secara resmi maju dalam Pilkada Depok yang akan digelar 9 Desember 2015 mendatang. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Depok, Dimas Oky Nugroho (tengah) dan Babai Suhaemi (kedua kiri), secara simbolik menggenggam sapu lidi didampingi para ketua DPC partai pengusung saat melakukan pendaftaran bakal calon walikota dan walikota Depok pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Kantor KPUD Depok, Jawa Barat, Senin (27/7). Pasangan Dimas-Babai yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Golkar, PAN, PPP, PKB, dan Nasdem tersebut secara resmi maju dalam Pilkada Depok yang akan digelar 9 Desember 2015 mendatang. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Kejaksaan Agung meminta Komisi Pemilihan Umum cermat terhadap status tersangka yang disandang kandidat kepala daerah yang akan bertarung dalam pilkada serentak Desember 2015.

“KPU bisa bersikap, tidak perlu menunggu rekomendasi kejaksaan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana di Semarang, Selasa (28/7).

Menurut dia, status tersangka seseorang tentunya sudah diketahui secara umum oleh masyarakat. Karena itu, KPU sudah bisa mengambil keputusan jika memang ada bakal calon yang berstatus sebagai tersangka saat mendaftar.

Justru, yang perlu mendapat perhatian yakni perkara yang masih berada di tingkat awal atau penyelidikan. “Biasanya yang ditingkat awal yang jadi prioritas, harus diwaspadai,” kata Tony.

Secara umum, kata dia, kejaksaan siap membantu untuk ikut menelusuri rekam jejak para kandidat yang akan bertarung dalam pilkada. Selain itu, Tony menjelaskan ada juga partai politik atau organisasi yang sejak awal melakukan pendekatan dengan kejaksaan untuk membantu menelusuri rekam jejak calon yang akan diusungnya.

Partai atau organisasi tersebut, telah menyodorkan nama-nama kandidat yang akan diusungnya. “Semua calon harus dipastikan bersih,” kata Tony seperti dikutip Antara.[*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.