Senin, Juli 15, 2024

Inflasi Tahun Ini Diprediksi Turun Melebihi Target Pemerintah

pangan nasional, hipmi, inflasi
Ilustrasi Pembeli dan penjual bertransaksi di los sembako Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (3/6). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan jelang Ramadhan menyebabkan inflasi Mei 2015 di Jawa Tengah mencapai sebesar 0,51 persen dengan penyumbang terbesar, antara lain dari komoditas bawang merah, cabai merah, teluar ayam ras, daging ayam ras, dan bawang putih. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/hp/15.

Badan Pusat Statistik menyatakan laju inflasi sepanjang tahun 2015 diprediksi akan turun cukup dratis. Bahkan melampaui angka inflasi yang ditargetkan pemerintah yakni 5%. Hal tersebut terjadi karena laju inflasi pada beberapa bulan terakhir dapat terkendali.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Badan Pusat Statistik, Sasmito Hadi Wibowo, menjelaskan menurunnya inflasi pada tahun ini dikarenakan tekanan inflasi pada kahir tahun nanti akan lebih rendah. Sebab, efek dari penaikan harga Bahan Bakar Minyak yang terjadi pada November tahun lalu perlahan mulai hilang.

“Ya memang awal tahun 2015 inflasi tinggi karena ada kenaikan harga BBM pada November 2014. Namun, dampak kenaikan itu akan hilang, memang hilangnya cukup lama, kurang lebih setahun. Dan di akhir tahun nanti kemungkinan inflasi akan di bawah target pemerintah lima persen itu,” kata Sasmito di Jakarta.

Menurut dia, meski terdapat ancaman karena adanya elnino yang langsung berdampak pada produksi pangan, namun hal tersebut tak mempengaruhi adanya potensi inflasi hingga akhir tahun nanti. Justru produksi pangan sejak Januari diperkirakan hingga Agustus produksinya terus meningkat sangat tajam.

“Sisanya hanya ada pada September sampai Desember. Namun, sepanjang elnimo dampaknya tidak drastis, maka saya rasa produksi masih cukup bagus. Kalau produksinya cukup, tentu tidak akan mengganggu harga. Artinya suplainya cukup, jadi demand-nya juga terjaga,” tuturnya.

Meski demikian, kata dia, inflasi tahun ini masih bergantung pada kondisi inflasi di dua bulan: Juni dan Juli. Sebab, bulan-bulan tersebut merupakan kondisi yang sangat rentan terjadi inflasi, karena memasuki bulan puasa dan lebaran. Oleh sebab itu, hal ini perlu diantisipasi oleh pemerintah.

“Kalau kita melihat kecenderungan saat ini, kuncinya ada di dua bulan itu. Ini menjadi patokan kemungkinan kita melihat bagaimana inflasi bulan Desember nanti,” kata Sasmito.

Hal serupa dikatakan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. Ia memastikan inflasi tahunan bakal turun. Mengingat sejak awal tahun sampai saat ini inflasi hanya berada di kisaran 0,9%. Artinya sepanjang semester I 2015, inflasi tak sampai 1%. Sementara pada tahun lalu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi pada 2014 mencapai 8,36%. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.