Jumat, April 19, 2024

Indonesia Berperan Penting dalam Perjanjian Perubahan Iklim

hutan adat, lingkungan, jokowi
Ilustrasi hutan adat dan pengelolaan wilayah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan ekologi/ mongabay.co.id

Indonesia memiliki peran penting dalam perjanjian perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar saat menghadiri Pertemuan Informal Para Menteri di yang diadakan 20-21 Juli, di Paris.

“ Indonesia sebagai negara berkembang harus tetap menunjukkan peran aktifnya,” kata Rachmat Witoelar, yang juga mantan menteri lingkungan hidup tersebut.

Kehadiran Rachmat di Pertemuan Informal Para Menteri tersebut dilakukan menjelang Konferensi Perubahan Iklim yang akan dilakukan pada Desember 2015, di Paris. Menurut Rachmat, pertemuan tersebut dilakukan untuk mendukung negosiasi politis keputusan yang akan diambil pada Desember nanti.

Alam Indonesia memiliki peran penting untuk berkontribusi dalam mengatur pengurangan emisi. Salah satu aspek penting yang dimiliki Indonesia adalah hutan.  Menurut World Wildlife Fund (WWF),Hutan berfungsi sebagai penghasil oksigen, serta berfungsi menyerap karbon dioksida, yang merupakan salah satu gas rumah kaca.

Menurut   data yang dimiliki Kementerian Kehutanan, yang dipublikasikan pada tahun 2012, luas hutan Indonesia sebesar 99,6 juta hektare, atau mencapai 50% lebih luas Indonesia.

Selain luasnya hutan Indonesia, Indonesia pun juga memiliki potensi energi alternatif yang dapat dikembangkan. Salah satunya adalah energi panas bumi Indonesia, yang potensinya mencapai 40% energi panas bumi dunia. Pada bulan Juli 2015, Presiden Joko Widodo mulai menyatakan keseriusaannya mengembangkan energi panas bumi, saat membuka salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi di Bandung.

Di sisi lain, Indonesia belum terlihat serius dalam upaya menurunkan emisi. Pasalnya Indonesia masih tergantung pada pemanfaatan batu bara sebagai pembangkit tenaga listrik. Padahal, batu bara menyumbang lebih dari setengah emisi gas rumah kaca.

Dalam upaya mengurangi dampak perubahan Iklim, Indonesia menargetkan mengurangi emisi gas rumah kaca mencapai 26% sampai pada tahun 2019.

 

 

 

 

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.