Selasa, Juni 15, 2021

Garuda Indonesia Minta Maaf

6 Gubernur Rumuskan Strategi Penyelamatan Hutan

Gubernur dari enam provinsi yang merupakan Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan atau Governors' Climate and Forests Task Force atau GCF membuat rumusan...

Harga Tiket Pesawat Palembang-Jakarta Normal

Pengguna jasa angkutan udara di Palembang, Sumatera Selatan, empat hari seusai Lebaran Idulfitri 1436 Hijriah/2015 ini belum menunjukkan peningkatan berarti sehingga harga tiket pesawat...

Pengajuan Izin Prinsip Sektor Infrastruktur Naik 202%

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pengajuan izin prinsip proyek investasi di sektor infrastruktur sepanjang periode Oktober 2014 hingga Juni 2015 mencapai Rp 334,96...

Transaksi Pegadaian Meningkat, Ini Strategi Untuk Masyarakat

Aktivitas transaksi pegadaian di Indonesia mencapai Rp 500 miliar sampai berakhir bulan Ramadan. Sebagian besar pengguna jasa gadai tersebut adalah masyarakat yang membutuhkan uang...

Ilustrasi: Miniatur pesawat terbang Garuda Indonesia/ANTARA
Ilustrasi: Miniatur pesawat terbang Garuda Indonesia/ANTARA

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Arif Wibowo menyatakan permintaan maafnya atas kebakaran yang terjadi di di JW Lounge, Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta. Akibat kebarakan itu, seluruh sistem pengangkutan penumpang maskapainya dilakukan secara manual, sehingga pihaknya terpaksa menerapkan Crisis Centre dengan status Emergency Respons Plan.

“Kebakaran mengakibatkan terbakarnya system check in, boarding, load control system, dan conveyor belt. Semua tidak bisa beroperasi dan mati total,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Saat itu, kata Arif, terdapat 179 penerbangan baik domestik maupun internasional, dengan total 55 ribu penumpang di Bandara Soekarno Hatta. Tak heran jika akhirnya penerbangan harus tertunda berjam-jam pada pukul 07.00-12.00. Terdapat 20 penerbangan yang tertunda pada jam tersebut. Selain itu, 80 penerbangan juga tertunda pada pukul 12.00-18.00.

Kepanikan tak hanya disebabkan penumpukan penumpang. Saat kejadian, pengeras suara untuk pengumuman pun mati total. Garuda mengerahkan 200 tenaga untuk mengatasi masalah ini. “Kami memutuskan pembatalan 49 penerbangan pada sore dan malam hari untuk mengantisipasi ketersediaan Cockpit and Cabin Crew esok harinya (Senin),” katanya.

Sebagai kompensasi bagi penumpang, Garuda menyiapkan tawaran pengembalian uang tiket (refund), perubahan jadwal penerbangan, dan penginapan. Dari total 3.994 pax (orang) yang ditawarkan, hanya 262 orang yang refund dan 628 orang memilih menginap di hotel. Sisanya memilih menunggu di ruang tunggu. “Kami mohon maaf kalau masih ada delay namun tidak akan berkepanjangan seperti Minggu,” katanya.(ANTARA)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

McDonalds dan “The BTS Meal”

Belum lama ini, perusahaan ternama di dunia yaitu McDonalds (Mcd) mengeluarkan menu terbarunya, yakni “The BTS Meal” yang terdiri dari Mc Chicken Nugget, French...

Kenapa Kuliah Gratis?

Buku dan pena adalah senjata terbaik melawan kemiskinan ~ Malala Yousafzai Memberi bekal dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan adalah cara terbaik menolong orang untuk keluar...

Buya Syafii Maarif, Harapan Terus Ada

Siapa yang tidak tahu Buya Ahmad Syafii Maarif ini. Tokoh Muhammadiyah dan tokoh nasional penting yang masih tersisa pada zaman ini. Mestinya, orang seperti...

Menakar Komunikasi Persuasi Pemerintah dalam Menghadapi Pandemi

Pada awal tahun 2020, pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa virus baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut coronavirus disease 2019 (Covid-19) masuk...

BTS Meals dan Cerita Kuatnya Soft Power

BTS Meal merupakan sebuah menu paket makanan hasil kolaborasi antara salah satu franchise makanan cepat saji besar di dunia yakni McDonald's atau biasa dikenal...

ARTIKEL TERPOPULER