Jumat, Maret 1, 2024

Di Tengah Ketegangan, Jepang Akan Kunjungi Tiongkok

Menteri Luar Negeri AS John Kerry (tengah) bersulang dengan Menteri Keuangan Jack Lew didampingi Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yangdong (kiri) dan Dewan Negara Yang Jiechi (kanan) saat makan bersama dalam Dialog Ekonomi dan Strategi (S&ED) di Kementerian Luar Negeri di Washington, Selasa (23/6). Sekretaris kabinet AS dan menteri luar negeri dan keuangan Tiongkok memimpin delegasi mereka untuk Dialog Ekonomi dan Strategi AS-Tiongkok, membahas keuangan dan perdagangan juga keprihatinan strategis atas keamanan dunia maya dan Laut Cina Selatan. ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas
Menteri Luar Negeri AS John Kerry (tengah) bersulang dengan Menteri Keuangan Jack Lew didampingi Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yangdong (kiri) dan Dewan Negara Yang Jiechi (kanan) saat makan bersama dalam Dialog Ekonomi dan Strategi (S&ED) di Kementerian Luar Negeri di Washington, Selasa (23/6). Sekretaris kabinet AS dan menteri luar negeri dan keuangan Tiongkok memimpin delegasi mereka untuk Dialog Ekonomi dan Strategi AS-Tiongkok, membahas keuangan dan perdagangan juga keprihatinan strategis atas keamanan dunia maya dan Laut Cina Selatan. ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas

Pemerintah Jepang Rabu, kemarin mengatakan bahwa diplomat tertinggi di bidang keamanan akan melawat ke Tiongkok dan Mongolia sebagai perjalanan pendahuluan untuk kemungkinan pertemuan puncak antara Tokyo dan Beijing.

Shotari Yachi, Ketua Dewan Keamanan Nasional akan mengunjungi Beijing mulai Kamis hingga Sabtu untuk melakukan serangkaian pembicaraan meliputi pertemuan dengan Yang Jiechi, diplomat tinggi Tiongkok yang menjadi penasehat negara, kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.

Yachi juga akan melanjutkan perjalanan ke Mongolia setelah mengunjungi Beijing, kata Suga.

Pemerintah mengatakan bahwa perjalanan oleh Yachi, mantan diplomat karir merupakan bagian dari tugas rutin untuk membangun hubungan dengan negara-negara sahabat di seluruh dunia.

“Yachi secara tetap mengunjungi sejumlah negara untuk menjalankan tugas dari Perdana Menteri guna menemui timpalan-timpalannya untuk membangun hubungan,” kata Suga dalam jumpa pers.

“Lawatan ke Tiongkok dan Mongolia merupakan bagian dari tugas tersebut,” ia menambahkan.

Media setempat menyebarkan berita spekulasi bahwa Yachi akan membuka jalan untuk kemungkinan kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe ke Tiongkok dan akan menjadi pertemuan puncak ketiga antara Abe dan Presiden Xi Jinping.

Kedua pemimpin konservatif itu bertemu pada November 2014 untuk pertamakali kemudian pada April tahun ini, keduanya di sela-sela pertemuan internasional.

Ketegangan mengenai sengketa perbatasan dan perilaku terkait sejarah masa peperangan menyebabkan dua negara ekonomi Asia itu terpisah.

Namun hubungan Abe dan Xi secara bertahap menghangat dalam upaya meningkatkan hubungan khususnya di bidang ekonomi.

Abe mempertimbangkan perjalanan ke Tiongkok sekitar 3 September untuk menghadiri perayaan 70 tahun akhir Perang Dunia II di Beijing, harian Nikkei dan Mainichi Shimbun menyatakan pekan lalu.

Tiongkok secara resmi mengundang Abe untuk menghadiri perayaan kemenangan Beijing terhadap agresi Jepang, tetapi belum mendapat jawaban, kantor berta Jepang, Kyodo melaporkan. (Antara/AFP)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.