OUR NETWORK
Jumat, Januari 21, 2022

Bangun Rumah Murah, Pengembang Diminta Penuhi Fasilitas Pendukung

Foto udara sebuah kompleks perumahan di kawasan Tangerang, Banten, Rabu (11/3). Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan satu juta rumah yang akan digelontorkan dari APBN 2015 senilai Rp. 13 triliun. ANTARA FOTO/Widodo S
Foto udara sebuah kompleks perumahan di kawasan Tangerang, Banten, Rabu (11/3). Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan satu juta rumah yang akan digelontorkan dari APBN 2015 senilai Rp. 13 triliun. ANTARA FOTO/Widodo S

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meminta kepada para pengembang yang turut berpartisipasi dalam Program Sejuta Rumah, untuk memenuhi fasilitas umum dan fasilitas sosial di lokasi dibangunnya perumahan murah tersebut.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanuddin, mengatakan pemenuhan fasilitas pendukung di lokasi perumahan tersebut merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi pengembang. Sebab, fasilitas tersebut merupakan hak bagi masyarakat yang tinggal di lokasi perumahan itu.

”Kami minta pengembang yang berpartisipasi membangun rumah murah dalam mendukung Program Sejuta Rumah, agar juga memenuhi fasilitas seperti fasilitas umum dan sosial di lokasi hunian yang dibangun untuk masyarakat itu,” kata Syarif melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/7).

Menurut dia, kebutuhan rumah bagi masyarakat khususnya yang memiliki penghasilan rendah, jumlahnya akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia. Menyikapi hal demikian, pemerintah konsisten akan terus mengupayakan pembangunan sejuta rumah. Pihaknya akan terus mendorong para pengembang untuk membantu pemerintah merealisasikan program tersebut.

Meskipun demikian, pihaknya juga menginginkan agar rumah murah yang dibangun oleh para pengembang perumahan yang ada di seluruh Indonesia memiliki kualitas bangunan dan lingkungan yang tertata dengan baik serta memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang tinggal di lokasi perumahan tersebut.

Pemerintah, kata dia, akan memberikan insentif atau bantuan prasarana, sarana dan utilitas bagi para pengembang yang akan membangun rumah murah tersebut. Upaya ini dilakukan agar pengembang tidak merasa terbebani, lantaran keuntungan yang diraih saat membangun rumah murah tidak sebesar membangun rumah komersial.

“Kami akan berikan insentif bagi pengembang yang ingin membangun rumah murah ini. Tentunya bantuan ini disesuaikan dengan jumlah rumah murah yang akan dibangunnya. Semakin banyak unit rumah yang dibangun pengembang, maka tentunya bantuan akan semakin besar,” kata Syarif. [*]

Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.