Senin, April 15, 2024

Arus Balik di Jalan Lintas Sumatera Sepi

Kendaraan pemudik memadati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Palembang-Indralaya (Palindra) Ogan Ilir, Sumsel, Rabu (15/7). Memasuki H-2 menjelang Hari Raya Idul Fitri pemudik mulai memadati Jalinsum. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Kendaraan pemudik memadati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Palembang-Indralaya (Palindra) Ogan Ilir, Sumsel, Rabu (15/7). Memasuki H-2 menjelang Hari Raya Idul Fitri pemudik mulai memadati Jalinsum. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Memasuki H+3 Lebaran, arus balik melalui jalan lintas Sumatera bagian timur seperti Jambi-Pekan Baru-Medan dan sebaliknya masih sepi.

Kepala Pos Pelayanan Mudik di Kilo Meter 73 Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, Ipda Satyo yang dihubungi dari Jambi menjelaskan aktivitas arus balik belum terlihat padat sepanjang jalan nasional lintas sumatera di wilayah Jambi.

Namun ia memperkirakan kepadatan arus balik melalui jalan nasional tersebut pada H+4 atau Selasa, besok. “Untuk arus balik saat ini cenderung sepi, diperkirakan pada H+4 baru ada peningkatan, karena para pekerja sudah mulai masuk kantor dan anak sekolah juga sudah mulai masuk,” kata Ipda Satyo, Senin.

Dia mengatakan, pada arus balik tahun ini, kendaraan yang melewati jalan lintas timur didominasi asal Pekan Baru.

“Umumnya mereka melakukan perjalanannya disiang hari, karena kalau malam pengemudi lebih banyak beristirahat,” katanya menjelaskan.

Pihaknya juga mengimbau para pengemudi untuk segera istirahat jika dalam perjalanan kondisi lelah dan mengantuk. Pemudik diimbau memanfaatkan pos-pos pelayanan mudik dan ‘rest area’ yang telah disediakan.

“Di pos pelayanan ini ada fasilitas kesehatan, dan para pemudik juga bisa melakukan cek kesehatan seperti tensi darah,” katanya.

Di jalur lintas timur ada beberapa titik jalan yang rawan longsor yaitu di Kilo Meter 106 dan 124 Desa Dusun Mudo. Untuk itu pemudik diimbau tetap berhati-hati.

Sementara itu, salah satu pemudik, tujuan Pekan Baru, Ahmadi, mengatakan, ia bersama keluarganya lebih senang melakukan perjalanan pada siang hari. Dan sengaja pulang pada H+3 untuk menghindari kepadatan lalu lintas.

“Kalau malam hari lebih sering mengantuk dan jarak pandang agak berkurang, jadi enggak mau ambil resiko. Tapi kalau kondisi jalan sudah sangat baik, namun masih ada beberapa titik rawan kecelakaan yang masih minim rambu-rambu,” kata Ahmadi. (Antara)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.