Membongkar The Silent Patient: Pertarungan Persona dan Shadow

- Advertisement -

Novel The Silent Patient adalah sebuah karya sastra yang ditulis oleh Alex Michaelides. Novel The Silent Patient yang terbit pada tahun 2019 ini, dikenal sebagai thriller psikologis dengan plot twist yang mencengangkan. Selain ceritanya yang penuh dengan teka-teki, novel ini juga mencoba untuk mengeksplorasi sisi tergelap dari jiwa manusia.

Dalam novel The Silent Patient, karakter bernama Alicia Berenson digambarkan sebagai seorang pelukis terkenal. Ia telah lama membisu tak mengeluarkan sepatah katapun sejak kematian suaminya yang telah ia bunuh. Sejak saat itu, ia tinggal di fasilitas psikiatri forensik dan dirawat oleh seorang psikoterapis forensik bernama Theo Faber. Theo Faber berusaha keras untuk membawa Alicia Berenson untuk keluar dari keheningan. Melalui sudut pandang psikoanalisis dari Carl Gustav Jung, novel ini menunjukkan akibat dari manusia yang memakai topeng sosial (persona) terlalu mendalam sehingga melupakan sisi jahat mereka (shadow).

Carl Gustav Jung adalah seorang psikiater dan psikoterapis yang berasal dari Swiss. Ia dikenal sebagai salah satu sosok yang berpengaruh dalam bidang psikologi. Selain itu, Carl Gustav Jung juga memiliki pengaruh pada bidang sastra. Adanya kontribusi Carl Gustav Jung membuka sebuah ruang baru di bidang kajian sastra. Akibat pengaruhnya di bidang sastra, sekarang karakter-karakter yang ada di sebuah karya sastra tidak lagi dipandang hanya sebagai karakter fiksi buatan penulis saja. Namun, karakter-karakter tersebut dapat menggambarkan keadaan  psikologis dari manusia.

Persona adalah topeng yang digunakan manusia saat berhadapan dengan manusia lainnya. Persona ini dapat membantu manusia untuk bersosialisasi. Tanpa adanya persona, kehidupan sosial akan sulit untuk dijalani oleh setiap individu. Sedangkan shadow adalah sisi kepribadian yang umumnya memuat tentang hal-hal yang negatif seperti amarah, iri, egois yang cenderung tidak diterima dengan baik oleh orang-orang di sekitar kita.

  1. Theo Faber: Persona sang pahlawan dan penyangkalan shadow

Dimata pembaca, Theo membangun personanya sebagai seseorang yang bekerja sebagai psikoterapis forensik yang penuh dengan rasa empati dan sangat berdedikasi pada pekerjaannya. Theo tampil sebagai karakter yang sempurna dengan keinginan besarnya yaitu untuk membawa Alicia keluar dari keheningannya. Seperti yang diketahui bahwa novel ini fokus menggunakan sudut pandang dari Theo yang membuat kita ikut percaya pada topeng itu. Kita menyukai kegigihannya dan melihat “obsesi” nya untuk membantu Alicia sebagai bentuk dedikasi atas pekerjaannya sebagai psikoterapis forensik.

Dibalik persona yang merupakan seorang psikoterapis forensik yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya tersebut, terdapat shadow yang selama ini tersembunyi. Theo seorang pria yang rapuh namun dipenuhi dengan rasa amarah yang diakibatkan oleh peristiwa yang pernah dialaminya dulu dan juga karena perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya.

2. Alicia Berenson: Runtuhnya persona dan ledakan shadow

Sebelum terjadinya kasus pembunuhan, Alicia memiliki persona yang dapat diterima oleh orang-orang di sekitarnya. Alicia adalah wanita anggun yang bekerja sebagai seorang pelukis terkenal yang penuh dengan bakat. Selain itu, Alicia juga dikenal sebagai istri yang penuh perhatian dan sangat mencintai suaminya yang bernama Gabriel Berenson. Persona itu tampak indah dimata orang luar. Namun, dibalik persona tersebut Alicia memiliki rasa takut untuk ditinggalkan oleh orang terdekatnya yang selama ini tidak pernah ia bicarakan.

Momen puncak novel ini terjadi saat Gabriel yang merupakan suami Alicia, lebih memilih mengorbankan nyawa Alicia untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Peristiwa ini membuat persona Alicia menjadi hancur tak tersisa. Saat persona tersebut sudah hancur, pertahanan psikologisnya juga turut runtuh. Shadow yang selama ini terpendam menjadi meledak sehingga tidak dapat lagi dikendalikan.

Berdasarkan hal tersebut, apa yang menyebabkan Alicia membisu setelah membunuh suaminya? Keheningan yang dilakukan oleh Alicia menunjukkan personanya yang telah mati. Seperti yang diketahui bahwa berbicara merupakan tindakan sosial yang merupakan fungsi utama dari persona. Persona yang selalu ia tunjukkan kepada orang-orang disekitarnya sudah sepenuhnya hancur tak tersisa. Alicia sudah tenggelam dalam kegelapan shadow yang mengakibatkannya tidak lagi bisa berinteraksi dengan dunia luar.

- Advertisement -

Setelah membaca novel ini saya melihat hubungan kedua karakter ini sangat menarik untuk dibahas. Alicia terlalu diam dengan keheningannya. Sedangkan Theo karakter yang terlalu “peduli”. Alicia lebih memilih untuk menanggung masalahnya seorang diri sampai membuatnya sama sekali tidak berbicara selama bertahun-tahun. Hal ini berbeda dengan Theo yang lebih memilih menolak semua beban yang ada padanya.

Mengutip dari buku yang ditulis oleh Carl Gustav Jung “One does not become enlightened by imagining figures of light, but by making the darkness conscious.” (seseorang tidak menjadi tercerahkan dengan membayangkan sosok-sosok cahaya, melainkan dengan menyadarkan kegelapan). Dari kutipan tersebut jelas bahwa Theo melakukan hal yang sebaliknya. Ia tetap saja bersembunyi di balik persona yang terang sampai pada akhirnya shadow yang penuh dengan kegelapan mengambil alih hal itu tanpa ia sadari. Sedangkan Alicia, tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendapatkan ruang aman untuk mengutarakan kegelapannya. Hal ini tentunya mengingatkan kita bahwa kesempurnaan diri tidak berasal dari bagaimana orang lain memandang kita.

The Silent Patient dapat disimpulkan sebagai sebuah karya yang membenarkan teori arketipe dari Carl Gustav Jung. Alex Michaelides berhasil membentuk dua karakter yang saling bertolak belakang namun masih mencerminkan satu sama lain. Alicia Berenson membisu dan tenggelam dalam shadow nya sedangkan Theo Faber mampu berbicara dengan fasih akan tetapi mampu menyembunyikan shadow nya dibalik persona yang dimilikinya.

Referensi

Jung, C. G. (2014). Collected works of CG Jung, volume 13: Alchemical studies. Princeton University Press. https://www.jungiananalysts.org.uk/wp-content/uploads/2018/07/C.-G.-Jung-Collected-Works-Volume-13_-Alchemical-Studies.pdf

Facebook Comment
- Advertisement -