Mengenal Desil: Arti dan Cara Menentukan Kelompoknya

Membeli Gambar, Menjual Sel

Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris

Budaya Nuklir dan Politik Ketakutan

Fahmi Fadi, S.H.
Fahmi Fadi, S.H.
Founder Scriptumluris.id dan Wisudawan Berprestasi Wisuda ke-139 UIN Jakarta
- Advertisement -

Istilah desil belakangan semakin sering terdengar ketika masyarakat membicarakan data sosial dan ekonomi. Tidak sedikit yang penasaran ketika mengetahui dirinya masuk Desil 1, Desil 5, atau Desil 10. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan desil dan bagaimana cara menentukan seseorang berada pada kelompok tersebut?

Secara sederhana, desil adalah pengelompokan masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil membagi populasi menjadi sepuluh kelompok dengan ukuran yang sama berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

Masyarakat terlebih dahulu diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi. Populasi tersebut dibagi menjadi 10 kelompok. Masing-masing kelompok mewakili sekitar 10 persen populasi.

Dengan sistem tersebut, Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi. Sementara Desil 2 sampai Desil 9 berada di antara kedua kelompok tersebut.

Apa Arti Desil 1 sampai 10?

Pembagian desil dapat dipahami secara sederhana berdasarkan posisi suatu keluarga dalam keseluruhan kelompok masyarakat.

Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Desil 2 dan Desil 3 berada sedikit di atasnya. Desil 4 masih termasuk kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah. Memasuki Desil 5, posisi suatu keluarga berada di sekitar bagian tengah dari keseluruhan distribusi kesejahteraan. Desil 6 hingga Desil 9 menunjukkan posisi kesejahteraan yang semakin tinggi. Desil 10 merupakan kelompok dengan posisi kesejahteraan paling tinggi.

Penting untuk memahami bahwa desil bukan label mutlak yang menyatakan seseorang miskin atau kaya. Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lain dalam suatu populasi.

Seseorang yang berada di Desil 5 tidak otomatis dapat disebut sebagai keluarga “menengah” dalam pengertian sehari-hari. Begitu pula Desil 10 tidak selalu berarti seseorang memiliki kekayaan dalam jumlah tertentu. Desil lebih tepat dipahami sebagai peringkat atau posisi relatif kesejahteraan. BPS juga menekankan bahwa masyarakat tidak seharusnya memahami desil hanya berdasarkan satu indikator, seperti pendapatan.

Bagaimana Desil Ditentukan?

Penentuan desil menggunakan berbagai informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam pengelompokan kesejahteraan, sejumlah aspek dapat diperhitungkan, seperti kondisi kependudukan, pendidikan, pekerjaan, kondisi tempat tinggal, sanitasi, akses air minum, kesehatan, kepemilikan aset, hingga kondisi usaha.

Berbagai informasi tersebut kemudian digunakan untuk melihat kondisi kesejahteraan secara lebih menyeluruh. Penentuan kelompok tidak bergantung pada berapa besar penghasilan seseorang dalam satu bulan.

- Advertisement -

Hal ini penting karena kondisi ekonomi sebuah keluarga tidak selalu dapat digambarkan hanya melalui pendapatan. Dua keluarga dengan penghasilan yang sama, misalnya, bisa memiliki tingkat kesejahteraan yang berbeda apabila jumlah anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, pendidikan, pekerjaan, dan kondisi lainnya juga berbeda.

Desil pada dasarnya merupakan hasil dari pemeringkatan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, bukan hasil membagi masyarakat berdasarkan jumlah pendapatan.

Mengapa Ada Desil?

Pengelompokan dalam bentuk desil membantu pemerintah dan lembaga terkait memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih terstruktur.

Dengan membagi masyarakat menjadi sepuluh kelompok, pemerintah dapat melihat distribusi kesejahteraan dari kelompok terbawah hingga kelompok teratas. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam perencanaan berbagai kebijakan dan program pemerintah.

Dalam konteks perlindungan sosial, misalnya informasi mengenai desil dapat digunakan untuk membantu menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran suatu program, tetapi desil itu sendiri bukan jenis bantuan dan bukan pula keputusan otomatis mengenai seseorang berhak atau tidak berhak menerima bantuan tertentu.

Jadi, desil sebaiknya dipahami sebagai sistem pengelompokan atau pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai nama program pemerintah.

Apakah Desil Bisa Berubah?

Posisi desil seseorang tidak selalu tetap. Hal ini karena kondisi sosial dan ekonomi keluarga dapat mengalami perubahan. Perubahan pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, maupun berbagai kondisi sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi posisi seseorang dalam pemeringkatan.

Perubahan juga dapat terjadi ketika data yang digunakan mengalami pemutakhiran. BPS menjelaskan bahwa pemutakhiran data diperlukan agar kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tercatat dapat semakin sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Seseorang yang sebelumnya berada di Desil 4 tidak harus selamanya berada di Desil 4. Setelah data diperbarui dan dilakukan pemeringkatan kembali, posisinya dapat berubah menjadi desil yang berbeda.

Desil Bukan Ukuran Kekayaan Seseorang

Salah satu kesalahpahaman yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa desil merupakan ukuran pasti mengenai jumlah kekayaan seseorang. Desil lebih menggambarkan posisi relatif kesejahteraan dalam suatu kelompok masyarakat. Tidak ada ketentuan sederhana seperti “Desil 5 berarti penghasilan sekian rupiah” atau “Desil 10 berarti memiliki aset dengan nilai tertentu”.

Hal ini membuat desil berbeda dengan ukuran seperti gaji, pendapatan, atau jumlah kekayaan. Desil merupakan hasil pengelompokan berdasarkan sejumlah karakteristik sosial ekonomi yang digunakan untuk menggambarkan posisi kesejahteraan suatu keluarga.

Dengan memahami konsep tersebut, masyarakat tidak perlu langsung menganggap Desil 1 sebagai label “miskin” atau Desil 10 sebagai label “orang kaya”. Angka desil pada dasarnya menunjukkan dimana posisi suatu keluarga dalam distribusi kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulannya, desil merupakan salah satu cara untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih sistematis. Pembagian menjadi sepuluh kelompok membuat data kesejahteraan lebih mudah dipetakan, mulai dari kelompok dengan posisi paling rendah hingga paling tinggi. Jadi, ketika mendengar istilah Desil 1 sampai Desil 10, yang perlu diingat adalah bahwa desil merupakan peringkat relatif kesejahteraan, bukan label status ekonomi seseorang secara mutlak.

Fahmi Fadi, S.H.
Fahmi Fadi, S.H.
Founder Scriptumluris.id dan Wisudawan Berprestasi Wisuda ke-139 UIN Jakarta
Facebook Comment
- Advertisement -