OUR NETWORK
Selasa, Oktober 4, 2022

Mengenal Lebih Dekat Sastrawan Asal Cianjur

Siti Nurhasanah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Utuy Tatang Sotani yang kerap disapa Utuy ini adalah seorang sastrawan angkatan 45. Utuy lahir di Cianjur tanggal 31 Mei 1920 dan meninggal di Moskow tanggal 17 September 1979. Utuy dikenal sebagai penulis sastra drama, cerpenis dan novelis.

Fakta Unik tentang Utuy

Nama Sontani adalah nama yang ditambahkan oleh Utuy sendiri. Utuy menambahkannya karena ia sangat mengagumi tokoh utama yang terdapat dalam buku Pelarian dari Digul yaitu Sontani, seorang tokoh yang pemberani. Nama Sontani juga selalu Utuy gunakan ketika mengirimkan karya-karyanya ke Sinar Pasundan.

Awal Perjalanan Utuy di Dunia Sastra

Novel Tambera yang menceritakan tentang sejarah yang berlangsung di Kepulauan Maluku pada abad ke-17 merupakan karya pertama Utuy. Novel ini pertama kali dimuat dalam koran daerah berbahasa sunda Sipatahoenan dan Sinar Pasundan. Setelah itu, pada tahun 1951 Utuy menerbitkan kumpulan cerita pendeknya yang berjudul Orang-orang Sial, kemudian diikuti oleh cerita-cerita lakonnya yang membuat Utuy menjadi terkenal. Lakon pertama adalah Suling dan Bunga Rumah Makan yang ditulis pada tahun 1948.

Pendapat Para Tokoh Mengenai Utuy dan Karyanya

  • A. Teeuw (1980) mengatakan bahwa Utuy termasuk pengarang yang produktif dan karyanya bermutu
  • Taufik Ismail mengatakan bahwa karya-karya Utuy tidak mengandung ideologi Marxis-Leninis karena karyanya bercirikan individualisme yang bertolak belakang dengan realisme Indonesia
  • Agam Wispi (Pemimpin Pusat Lekra 1959-1965), pada tahun 1999 akhir di Jakarta, menyatakan bahwa karya Utuy Tatang Sontani merupakan tokoh pembaharu dalam penulisan drama di Indonesia

Karya-karya Utuy Tatang Sontani

Drama

1) Suling (1948), 2) Bunga Rumah Makan (1948), 3) Awal dan Mira (1952)  , 4) Manusia Iseng (1953), 5) Sangkuriang Dayang Sumbi (1953), 6) Sayang Ada Orang Lain (1954), 7) Di Langit Ada Bintang (1955), 8) Selamat Jalan Anak Kupur (1956), 9) Di Muka Kaca (1957), 10) Saat yang Genting (1958), 11) Segumpal Daging Bernyawa (1961), 12) Tak Pernah Menjadi Tua (1963), 13) Si Sapar (1964), dan 14) Si Kampeng (1964).

Karya Tulis 

1) Tambera (1948), 2) Orang-orang Sial: sekumpulan tjerita tahun 1948-1950 (1951), 3) Selamat Djalan Anak Kufur (1956), 4) Si Kampeng (1964) 5) Si Sapar: sebuah novelette tentang kehidupan penarik betjak di Djakarta (1964), 6) Kolot Kolotok, 7) Di bawah langit tak berbintang (2001), dan 7) Menuju Kamar Durhaka – kumpulan cerpen (2002).

Karya-karya Utuy juga diterjemahkan ke dalam bahasa lain seperti Rusia, Estonia, Iran, Cina, Inggris, Tagalog, dll.

Penghargaan yang Pernah Didapat Utuy 

  • Tahun 1953 drama yang berjudul Awal dan Mira meraih hadiah BMKN
  • Tahun 1957/1958 Drama Saat yang Genting meraih hadiah sastra Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN)

Siti Nurhasanah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.